why the hell I ever let you in
Finneas
Cosmic Funnies
Sweet Seals For You, Always
NASA
I'd rather be in outer space šø
No title available
sheepfilms
Color Me Curious
Interview Vampire Daily
Fieri Frames
YOU ARE THE REASON

#extradirty
art blog(derogatory)
The Stonewall Inn

Love Begins

Jimmy Eat World

@theartofmadeline
𩵠avery cochrane š©µ
KIROKAZE
The Bright Sessions
Fai_Ryy

seen from Japan
seen from United States

seen from United States
seen from Argentina

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Canada
seen from France

seen from Canada
seen from Germany
seen from Brazil
seen from Malaysia
seen from Colombia
seen from Sweden

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia
@omteo
why the hell I ever let you in
Finneas
they talk about it for months they remember it for years, it matters almost too much when barca and real collide
seperti kata Peter Drury di dalam PES, begitulah kiranya gambaran "when internet and the government of Indonesia collide", sebuah derbi klasik.
Refleksi
Perlahan tabir-tabir masa depan mulai tersingkap. Sedikit demi sedikit seiring dengan langkah demi langkah yang kupilih untuk jalani. Jalanku jauh dari kata mudah. Langkahku tak sinonim dengan ringan. Pilihanku jelas bukan lumrah.Ā Aku dan kenyamanan adalah bagaikan romansa cinta muda-mudi. Kami begitu dekat. Tapi kami selalu menafikannya. Tak pernah saling mengakui keberadaan satu sama lain. Aku selalu menoleh kepada sosok lain. Prihatin adalah sosok yang selalu ku idam-idamkan keberadaannya di sampingku. Aku melakukan segala hal demi menarik perhatiannya. Namun, tak pernah aku merasa cukup dekat dan akupun mulai lelah memimpikannya. Hingga pada suatu ketika, kenyamanan mulai memancarkan pesonanya bagai itik buruk rupa yang berubah menjadi seorang putri. Aku terpukau. Kini impian dan harapan menjadi tak tentu. Bukan putih menjadi hitam. Bukan. Ini adalah tentang putih yang menyatu dengan hitam. Bersatu menjadi kelabu. Jalanku tak punya persimpangan. Langkahku tak boleh terhenti. Pilihanku hanya dua, menjadi medioker atau menciptakan persimpanganku sendiri. Dan kemudian, keteguhan hati diuji.Ā
Karena pada dasarnya kadar kesungguhan suatu ikhtiar tidak dapat serta merta ditentukan oleh besarnya penderitaan yang telah dialami oleh seorang hamba dalam berikhtiar. Am I ready to be steady? Only time will tell (:
salaryman
I am becoming one but it actually is the one I hardly imagine I would ever become. I donāt know if I should be happy but I am grateful for what I become.
Bulan dan Bintang
Once in a while I ask myself, "What am I doing?" Yah memang seperti lagu, tapi sebenernya saya sedang lebih seperti orang bloon. Jam 11 malem duduk di depan rumah, sendirian, mangap-mangap, liat bulan. Rumah? Iya rumah punya negara. Sekarang saya sedang tinggal di rumah negara. Keliatannya keren tapi sebenarnya memprihatinkan karena alasan saya bisa tinggal di rumah ini adalah karena saya "diusir" dari kosan. Dan karena fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, ya di sinilah akhirnya saya. Baik sekali memang negara ini. Tapi sebaik-baiknya negara ini, saya masih seperti orang bloon. Duduk, mangap, bercerita pada bulan, dan menunggu jawaban dari semesta. Lagian juga mau cerita sama siapa lagi, sama Tuhan sudah, cerita ke ibu juga ah sudahlah nanti ibu malah heboh kalau tahu anaknya terlunta-lunta, cerita ke negara juga sudah karena toh akhirnya klausul negara memelihara anak terlantar juga diaktifkan. Lalu mau cerita ke siapa lagi kalau saya pun masih harus menunggu izin dari semesta untuk sekedar berbagi cerita? Ya cerita kepada bulan dan bintang saja. Bukan karena saya astroboy atau semacamnya, tapi ya karena mereka sedang available saja. Toh kata shaggy dog bulan dan bintang semuanya teman kok. Eh tumblr juga ding hehehe ~
kapan kita bagaimana?
Kapan
Ini adalah tentang waktu. Tentang permulaan maupun akhir. Apa saya tahu? Tentu tidak. Tapi ini wajar karena saya bukanlah sang pengendali waktu.Ā Ā
Kita
Ini adalah tentang kamu dan aku. Tentang persatuan maupun perceraian. Apa saya tahu? Lebih tidak tahu lagi. Tapi ini wajar karena saya bukanlah Tuhan.
Bagaimana
Ini adalah tentang cara. Tentang usaha-usaha. Apa saya tahu? Nah, kalau ini saya tahu. Dan ini wajar karena saya adalah seorang hamba. Tentang usaha ini saya tahu betul karena tugas seorang hamba adalah melakukan usaha. Yah, pokoknya apapun itu yang penting usaha saja. Saya paham betul bahwa usaha itu mungkin akan melelahkan. Kalaupun tidak lelah, itu juga bukan berarti tak berusaha karena usaha itu berbeda-beda wujudnya. Usaha itu, yang saya tahu, ya pokoknya bergerak ke arah yang menjadi tujuan. Usaha bisa macam-macam kuantitasnya. Ada usaha yang sedikit, ada usaha yang banyak, ada usaha yang sedang-sedang saja. Tapi, kuantitas usaha tidak akan menentukan kualitas usaha. Kualitas usaha adalah tingkat kesesuaian usaha. Contohnya begini; Saya ingin membunuh semut-semut nakal, kemudian saya mengambil rudal. Saya membunuh semut-semut nakal tadi dengan rudal. Semut-semut semuanya tumpas. Semut-semut yang nakal maupun tidak nakal. Semua habis HAHAHAHAHA...*evil laugh* Dari contoh kasus genosida semut tadi maka dapat dilihat jika kuantitas usahanya jelas banyak karena semut-semut nakal yang bisa dibunuh cukup dengan jari jemari lentik, justru malah dibunuh dengan rudal. Tapi secara kualitas, usaha membunuh semut-semut nakal dengan rudal tentu bukanlah usaha yang baik karena, ya itu tadi, tidak sesuai. Lalu bagaimana supaya kuantitas dan kualitas usahanya pas? Nah ini adalah bagian usaha yang saya masih belum pahami. Selama ini ya saya pokoknya usaha. Mau sedikit mau banyak, mau berkualitas ataupun tidak ya yang penting usaha. Pokoknya geraklah. Sekarang saya sedang berpikir karena saya sedang ragu. Akhir-akhir ini saya banyak berpikir tentang usaha yang sudah saya lakukan. Saya meragukan kelanjutan dari usaha saya ini. Apa iya saya harus melanjutkan usaha ini? Tapi saya sendiri tidak tahu apakah usaha ini pas atau tidak, baik secara kualitas maupun kuantitasnya.
Jadi bagaimana? Setelah muter-muter bicara tentang waktu, Tuhan, dan usaha, tulisan ini intinya apa? Kok premis-premisnya random dan nggak jelas juntrungannya -___-Ā
Yah, sebenarnya tulisan ini adalah tentang pertanyaan saya akhir-akhir ini yang memang masih misterius jawabannya. Lebih spesifik lagi, pertanyaan tentang kelayakan suatu usaha. Apa iya usaha saya ini sudah pas? Apa iya usaha saya ini adalah baik? Dan terlebih lagi, apa iya kita ini layak untuk diusahakan? Karena pada dasarnya terlalu banyak hal yang saya tidak ketahui. Dan ini wajar karena saya adalah seorang hamba. Ā Ā
Saya pro kepada para pihak yang kontra
Erwin, seorang mahasiswa berusia 22 tahun yang ingin segera lulus.
Alhamdulillah masih aja ketemu guyonan receh kasmaji6awon di ramadhan tahun ini wkwk. Banyak bgt kejadian lucu yg terjadi 2 tahun sekelas sm mereka. Mulai dr touring berujung ada yg jatuh di tikungan cinta, ada yg pdkt via sari roti, drama2 yg cinlok, pengumuman undangan php, dll. Belum lg istilah2 yg cm ada di kelas ini lol.. Semoga tahun depan masih bisa ketemu & semua bisa ikuut. Semoga semuanya lancar segala urusan, cepet wisuda, cepet kerja, cepet sukses semua. See you on top guys! Barakallah fikum :)
#latepost #kasmaji6awon #12ipa6 #kasmaji12 #reunited #highschool #classmates
Ngene ki lho sing marai cewe-cewe diam. Kedewasaan kalian itu lho teman-teman, mbok dikeluarkan...
Edot, 22 tahun.
I had a really strong qualifying and I finished the race, so that's good.
Rio Haryanto - Baku post race
Entah kapan saya terakhir kali nulis yang random-random begini ahahahay ~
Anyway, I feel like I have to give it a go. At least for once, just one shot. Kalaupun pada akhirnya gagal yaudah sih at least Iāve tried. Daripada cuma berakhir menjadi misteri seperti yang sudah-sudah. Kalau ibarat sinetron ya sinetron yang bersambung, eh ternyata episode selanjutnya nggak ada. Katanya bersambung tapi sambungannya nggak muncul-muncul sampai akhirnya semua orang lupa dan yah, tamat wkwkwk.
Tapi untuk yang satu ini entah kenapa saya merasa ini sudah saatnya. No itās not that feeling of "finding the oneā itās more of "finding the momentā, feels more like āthis is the timeā.
Ah sudahlah, gogogo!
a fire a fire... you can only take what you can carry
salah seleh
ehe ehehe hehehe hehe he he...
Pepatah bilang akan ada perpisahan setelah perjumpaan. There will always be a goodbye following a hello. Maknanya bisa macam-macam. Mungkin bermakna kebahagiaan, bisa bermakna keikhlasan, yang paling sering ya bermakna kesedihan.
Bagaimana dengan perpisahan sebelum perjumpaan? Yeah, a goodbye even before a hello. Rasanya aneh. Tapi, di sisi lain juga menyadarkan. Kalau orang jawa bilang, āaku iki lagi diwelehne kalian kanjeng Gusti.ā Itulah, mungkin Tuhan terlalu sayang sama saya yang bodoh ini. Sing salah bakal seleh, semua diejawentahkan secara gamblang dalam suatu perpisahan. Bagi saya perpisahan ini bermakna satu, syukur.Ā
Tiada angin tiada hujan, jam sebelas malem, di tengah minggu, tiba-tiba aja saya dapet video call dari sepupu saya yang paling kecil dan tengil.
Wastu: Maaaas aku kemaren wisuda lhoooo
Saya: Wiiih keren
Wastu: Wisuda enak lho mas
Saya: Hahahaha
Wastu: Katanya bude, mas ditto mau wisuda ya?
Saya: Hahahaha
Wastu: Nanti kalo wisuda disuruh baris-baris mas. Terus pake topi gede
Saya: Hahahaha
Ya saya cuma bisa ketawa aja sih. Selain karena emang sepupu saya ini lucu, tapi juga karena menertawakan diri sendiri. Ini anak TK aja udah wisuda masa yang udah segede gini belom wisuda. Bahkan, saya diajari tentang tata cara wisuda sama anak TK hahahaha
cycle of the recycle
Niat beresin ta
Buka leptop, ketik-ketik satu dua kalimat
Wah kok males ya
Buka sosmed
Liat-liat postingnya orang-orang
Ternyata isinya kabar orang wisuda dan ucapan-ucapan congraduation. Pake selempang kumlot lagi -___-
Insecure
Merasa hina
Lalu termotivasi
Niat beresin ta
Buka leptop, ketik-ketik satu dua kalimat
Wah kok males ya
Buka sosmed
Liat-liat postingnya orang
Ternyata isinya kabar orang wisuda dan ucapan-ucapan congraduation. Pake selempang kumlot lagi -___-
Insecure
Merasa hina
Lalu termotivasi
Niat beresin ta
Buka leptop, ketik-ketik satu dua kalimat
Wah kok males ya
......
sudah hampir satu semester terjebak dalam siklus ayam dan telur, an endless loop -_____-Ā
Beginillah ketika kata-kata tidak mengucur untuk diketikkan di lembar-lembar tugas akhir. Cari-cari pelariaan, eh, nemu bahan wkwkwk
hahaha coming soon on October ~
A Love-Hate Relationship
Human relation is somewhat unique, complex, yet interesting. It always is synonymous with love and hate. A perfect mixture. Some would love things while some other would hate things. Funny it is when both, love and hate, are based on one same thing. In a non-psychological logic I see love and hate as a respond. We take things and we give respond, either we love it or we hate it.
Because, what is hate? And, what is love?
Sometime we just love to hate and some other time we would hate to love. Why donāt we have both in an unseparated time frame. I wonder,Ā is loving with the right amount of hate would keep us sober and is hating with the right amount of love would keep us hopeful? Could they backfire each other? Maybe. Only a little did I know.
Now, who is love? And, who is hate?
Are they related, do they love each other, do they hate each other, or are they actually just the same? Is it just our fantasy to differ them? Only a little did we know.
Bila Kutitipkan - Gus Mus
Bila kutitipkan dukaku pada langit Pastilah langit memanggil mendung
Bila kutitipkan resahku pada angin Pastilah angin menyeru badai
Bila kutitipkan geramku pada laut Pastilah laut menggiring gelombang
Bila kutitipkan dendamku pada gunung Pastilah gunung meluapkan api.
Tapi kan kusimpan sendiri mendung dukaku Dalam langit dadaku
Kusimpan sendiri badai resahku Dalam angin desahku
Kusimpan sendiri gelombang geramku Dalam laut pahamku
Kusimpan sendiri.
Lalu Ku curi simpananmu Supaya kau tahu Tak kuasa aku Menahan inginku Akan dirimu Aku Ingin Kamu
eaaaaaaa hahahahaha ~ -Gus Nus-