Hujan
Dunia ini penuh dengan ketidakseimbangan bagi mereka yang hidup susah dan penuh peluh. Alur kehidupan yang buruk dan gersang membuat hamparan angin tidak terasa sejuk lagi.
kasa : "Bau tanah saat ini mengingatkanku tentang terhentinya waktu." owyn : "Bau? kau berbicara seolah seorang puitis." kasa : "Kau tahu, itu memang keinginanku. Penulis." owyn : "Kalau kau ingin menjadi penulis, lakukan sesuatu. Aku belum pernah melihat tulisanmu. Biarkan aku membacanya."
~tidak bergeming...
owyn : "Mengapa kau diam? Ada yang salah dari perkataanku?" kasa : "Tidak. Aku hanya merasa tidak mampu untuk menunjukkannya. Aku belum menemukan ciri khas dari tulisan-tulisan ku." owyn : "Tak apa, segala sesuatu butuh proses, bukan?" kasa : ...
~sunyi kembali..
(menikmati suasana) owyn : "Kau tahu, air yang sedang kita lihat saat ini adalah lambang dari kebebasan. Dia berhasil berproses dan jatuh ditempat yang disuka. Tapi apa kau tahu lagi. Walaupun begitu, banyak yang tidak menyukainya. Mereka dianggap sebagai perusak cuaca." kasa : "Lalu?" (menoleh ke arah kasa) owyn : "Kau suka hujan bukan?" kasa : (mengangguk) owyn : "Mengapa kau tidak berproses layaknya hujan?" kasa : "Hmm.. Aku tidak mengerti maksudmu."
~sunyi kembali..
mereka hanya menatap hujan yang sama ditempat yang sama. Lalu, ..
owyn : "Nanti kau akan mengerti. Cobalah untuk memahami dirimu dan jangan pernah berpikir untuk menjadi gersang. Biarlah oranglain yang gersang dan kau akan menyirami mereka seperti hujan." owyn : "Fokuslah pada mereka yang menyukaimu, bukan yang tidak."
~ terkadang kamu selalu merasa takut akan proses yang menyakitkan. Tapi, kamu lupa kalau dibalik luka ada kesembuhan.
~~
sekian dan terima kasih.
~orcewrite.












