
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Spain

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Netherlands
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Spain
seen from China

seen from Finland
seen from Türkiye

seen from Italy
seen from Japan
seen from China

seen from Spain
semakin dewasa diri ini belajar dan mulai mengerti tentang banyak hal. salah satunya, tidak ada yang selamat dari perkataan manusia. meski kita sudah merincikan kebenarannya bahkan detail sekecil apapun dengan runut, dengan hati-hati, dengan tenang. tidak menjamin itu akan selamat dari celaan manusia.
manusia dengan prasangkanya akan selalu saja menemukan celah meski itu kecil, sekecil lubang jarum untuk menjahit pakaian. jadi tak usah berlelah-lelah hanya untuk dinilai baik oleh manusia. kamu tidak akan selamat. sekalipun engkau berdiri dalam kebenaran, kamu tidak akan selamat dari celaan mereka.
maka benar, ya, untuk selalu meluruskan niat karena Allaah sekecil apapun. hanya untuk Allaah, karena Allaah bukan untuk manusia. keridhaan yang tidak akan pernah kamu dapatkan. dan celaan manusia tidak akan menjatuhkanmu, sebab sekalipun seluruh makhluk berkumpul dan bersatu untuk menjatuhkanmu jika Allah tidak menghendaki. kamu tidak akan jatuh, kamu akan tetap baik-baik saja.
bukankah kamu selalu menuliskan bahwasanya apapun yang terjadi, kamu akan terus menulis. menulis dengan perasaan murni bukan karena kepentingan siapapun. namun untuk mengatakan kebenaran dengan sudut pandang dan cara yang kamu yakini.
jangan berhenti, sayang, ku mohon. melangkah lah kembali, jika terlalu berat untukmu. berhentilah sejenak, tak apa jika harus mundur beberapa langkah ke belakang. untuk itulah pesanku agar selalu kau ingat, mintalah pertolongan Allaah, mintalah petunjuk Allaah dalam setiap keputusan dan luruskan niat setiap kali engkau memulai penamu untuk menulis. Allaah bersamamu. Allaah akan selalu bersamamu. jangan berputus asa dan jangan lemah. melembutlah selalu, wahai diriku..
Terlalu banyak kesuksesan orang lain yang dipertontonkan di depan mata kita, sehingga kita kadang jarang mensyukuri hal-hal kecil yang bisa kita nikmati.
Bahagianya orang yang sudah berumahtangga, tentu berbeda dengan mereka yang sedang berjuang di karirnya. Bahagianya petani, tentu beda dengan pengusaha. Lantas melihat yang dibawah kita, kadang ada perasaan kasihan. Ketika melihat ke atas, kita merasa iri.
Kalau memang benar-benar kita mau menikmati, tidak perlu lihat ke atas dan ke bawah. Coba lihat dirimu saat ini.
Mungkin masa kecil memang membahagiakan sekali untuk dikenang, tapi tetap waras di dunia dewasa pun sebenarnya sudah patut kita banggakan.
There is a rotten feeling of melancholy and loneliness on some nights which you can’t quite explain. You suddenly want to be buried—whether under the ground, under a comforter, or in a hug that’s here to stay, you don’t yet know—but you suddenly feel like mould and dust and the colour of a funeral on a dull day; you suddenly want to sit in the middle of a puddle of gloom and stare off at the white wall till daybreak peeks through the window crack. You want away; you want the ocean bed; you want stillness; you want nothingness. Because you feel like nothingness.
IG: @giandan.nt | https://www.instagram.com/giandan.nt/
i need you to want me the way i want you.
- excerpt from my poem "Sining"
Copyright © 2026 Kawatasan ni Sulayman. All rights reserved. No part of this work may be reproduced, distributed, or transmitted in any form or by any means without prior written permission from the author.