seen from Germany

seen from T1
seen from T1

seen from T1

seen from T1
seen from T1
seen from China
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from T1

seen from Serbia
seen from Germany
seen from Georgia

seen from T1

seen from T1

seen from T1
seen from T1

seen from T1
seen from T1
semakin dewasa diri ini belajar dan mulai mengerti tentang banyak hal. salah satunya, tidak ada yang selamat dari perkataan manusia. meski kita sudah merincikan kebenarannya bahkan detail sekecil apapun dengan runut, dengan hati-hati, dengan tenang. tidak menjamin itu akan selamat dari celaan manusia.
manusia dengan prasangkanya akan selalu saja menemukan celah meski itu kecil, sekecil lubang jarum untuk menjahit pakaian. jadi tak usah berlelah-lelah hanya untuk dinilai baik oleh manusia. kamu tidak akan selamat. sekalipun engkau berdiri dalam kebenaran, kamu tidak akan selamat dari celaan mereka.
maka benar, ya, untuk selalu meluruskan niat karena Allaah sekecil apapun. hanya untuk Allaah, karena Allaah bukan untuk manusia. keridhaan yang tidak akan pernah kamu dapatkan. dan celaan manusia tidak akan menjatuhkanmu, sebab sekalipun seluruh makhluk berkumpul dan bersatu untuk menjatuhkanmu jika Allah tidak menghendaki. kamu tidak akan jatuh, kamu akan tetap baik-baik saja.
bukankah kamu selalu menuliskan bahwasanya apapun yang terjadi, kamu akan terus menulis. menulis dengan perasaan murni bukan karena kepentingan siapapun. namun untuk mengatakan kebenaran dengan sudut pandang dan cara yang kamu yakini.
jangan berhenti, sayang, ku mohon. melangkah lah kembali, jika terlalu berat untukmu. berhentilah sejenak, tak apa jika harus mundur beberapa langkah ke belakang. untuk itulah pesanku agar selalu kau ingat, mintalah pertolongan Allaah, mintalah petunjuk Allaah dalam setiap keputusan dan luruskan niat setiap kali engkau memulai penamu untuk menulis. Allaah bersamamu. Allaah akan selalu bersamamu. jangan berputus asa dan jangan lemah. melembutlah selalu, wahai diriku..
Terlalu banyak kesuksesan orang lain yang dipertontonkan di depan mata kita, sehingga kita kadang jarang mensyukuri hal-hal kecil yang bisa kita nikmati.
Bahagianya orang yang sudah berumahtangga, tentu berbeda dengan mereka yang sedang berjuang di karirnya. Bahagianya petani, tentu beda dengan pengusaha. Lantas melihat yang dibawah kita, kadang ada perasaan kasihan. Ketika melihat ke atas, kita merasa iri.
Kalau memang benar-benar kita mau menikmati, tidak perlu lihat ke atas dan ke bawah. Coba lihat dirimu saat ini.
Mungkin masa kecil memang membahagiakan sekali untuk dikenang, tapi tetap waras di dunia dewasa pun sebenarnya sudah patut kita banggakan.
There is a rotten feeling of melancholy and loneliness on some nights which you can’t quite explain. You suddenly want to be buried—whether under the ground, under a comforter, or in a hug that’s here to stay, you don’t yet know—but you suddenly feel like mould and dust and the colour of a funeral on a dull day; you suddenly want to sit in the middle of a puddle of gloom and stare off at the white wall till daybreak peeks through the window crack. You want away; you want the ocean bed; you want stillness; you want nothingness. Because you feel like nothingness.
IG: @giandan.nt | https://www.instagram.com/giandan.nt/
What is love, to me? I find myself exhaling deeply as I write of it, because a love like this feels as though it would only find me in someone who has known its absence as I have. Someone who understands its worth, not in grand gestures, but in quiet, unwavering presence. Someone who would love me exactly in the ways I have longed to be loved.
For me, it has always been the smallest things, the ones the world dismisses as trivial, yet somehow, they hold everything.
It is in finding reasons to see me, in creating excuses just to hear my voice, in seeking glimpses of me as though they are enough to soften an entire day.
It is walking beside me, hand in hand, our steps falling into rhythm without thought, like something meant, not forced.
It is in his foolishness, the kind he wears lightly, only to draw a smile from me.
In the gentle way he tucks my hair back when my words tumble out in restless chaos, never silencing me, never dimming my excitement, never asking me to be less.
It is in the way he notices, the little things I hold dear, the quiet pieces of my world that matter to no one else, yet to him, they are sacred because they are mine.
It is in the way my tears become his ache, in how he gathers me into his arms and holds on until I am ready to let go.
In the patience with which he steadies my overthinking, reassuring me, again and again, without weariness.
It is in how he turns to me, not just in joy, but in the smallest inconveniences, as though I am both his refuge and his return.
In how, in loving me, I become his home.
And maybe, just maybe, it is in the quiet ways he chooses me, over and over, even if it means changing, growing, becoming softer because a life without me feels unimaginable to him.
A love that is not loud, yet deeply consuming. Not demanding, yet effortlessly constant.
So yes, for me, it has always been the little things.
I only hope, when he finds me, he knows.
i need you to want me the way i want you.