Sesekali, aku ingin memerdekakan penaku dari inspirator sepertimu.

Game Changer & Make Some Noise
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies

ellievsbear

izzy's playlists!

oozey mess

bliss lane
Monterey Bay Aquarium
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn
Sweet Seals For You, Always
Not today Justin
Keni

#extradirty
The Stonewall Inn

Jar Jar Binks Fan Club
𓃗
$LAYYYTER
Noah Kahan

No title available
seen from Canada

seen from Switzerland
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Colombia
seen from Ecuador

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Norway
seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Barbados

seen from Slovakia

seen from Poland
seen from Bangladesh

seen from United States
@oriinmeyse
Sesekali, aku ingin memerdekakan penaku dari inspirator sepertimu.
Jika kau adalah labirin,
Maka aku rela tersesat demi bertahan dalam duniamu.
Seni Mengagumimu~
Saat senyummu merekah, aku melemah,
Setengah sadarku sedang berbaring pada perapian,
Aku tahu logikaku sedang dingin dan kaku,
Namun pelukan kenangan tidak berhasil menghangatkannya,
Sebuah kebohongan terencana bilamana bilik itu tidak terisi dengan namanya,
Rasanya aku tidak menemukan koneksi untuk memindai perasaanmu,
Kukira, mengagumimu hanya perlu memakan diam,
Biarkan ia bermetamorfosa tanpa perlu diketahui semesta,
Hanyalah aku,
Yang senang menjadi kata “sempat” dalam rotasi kehidupanmu,
Kukira, mengagumimu hanyalah menyengaja untuk patah,
Dan benar adanya, saat kudengar ada dentum obrolan yang lebih menarik daripada aku,
Aku hanya bisa menenggelamkan perasaanku,
Agar kemelut kagum ini tidak membabi buta dan meninggalkan perasaan bersalah atas diriku sendiri.
Memindai Perasaan~
Jika hari ini kau jatuh cinta,
Maka bersiaplah logikamu akan porak-poranda,
Jika hari ini kau bersuka cita,
Maka bersiaplah esoknya luka akan menunjukkan aturan mainnya,
Jika hari ini kau memujanya,
Maka bersiaplah kau akan meresapi kepergiannya,
Jika kau jatuh cinta, tak perlu paksakan apa yang kau beri akan kau terima pula.
Cinta yang kau beri bukan kembali menjadi cinta yang akan kau terima.
Kau bukan seniman yang pandai memindai perasaan. Tak perlu pula kau bersimpuh pada harapan-harapan yang semu. Simpanlah baik-baik cinta itu, berharaplah yang besar padaNya yang tak pernah luput memperhatikanmu.
Kelabakan Menerima Sinyal Allah~
Membenturkan angan-angan dengan kenyataan memang ngilu rasanya,
Bagaimana tidak, jika Allah sudah memilihkan keadaan terbaik tapi kita malah meringkuh pada ketidakpastian,
Jikalau hari ini basah pipi tersebab tersumbatnya kesadaran,
Barangkali besok gumpalan air mata itu turun karena syukur yang tidak terukur,
Jika hari ini babak belur karna hati yang lamban menerima kode,
Barangkali besok senyum mulai membuncah karna malu dengan kebaikan Allah,
Ingat kan? Kalau Allah tidak akan membebani suatu kaum melainkan sesuai kadar kesanggupannya?
Peka yuk!
Jangan sampai kelabakan menangkap makna ujian dari Allah,
Barangkali, jatuh cinta yang kau alami adalah sinyal untuk lebih bijak memposisikan hati,
Barangkali, patah harapan kali ini adalah batu loncatan agar lebih dekat dengan pemberi ketetapan,
Barangkali, harap-harap cemas yang kau rasakan adalah sedikit tanda agar alih kemudi menuju Allah.
Menerima Perasaan Terluka~
Ada hal yang tak jarang membuat kau lupa,
Ternyata luka itu perlu untuk diterima,
Dirasakan dan diobati,
Bagaimana bisa ketika luka sedang menganga tajam tapi kau malah menabur garam?
Dibalik matamu yang teduh,
Di sanalah luka itu tinggal,
Sangat tidak apa-apa untuk memberi jalan pada air mata yang menginginkan kebebasan,
Jika memang perasaan itu tertawan oleh keadaan,
Setidaknya bahu-bahu malam tidak pernah padam untuk mendengarkan,
Mendengarkan bagaimana kau lekas menerima kepingan luka itu~
Simpatik Dengan Perkara Dunia~
Bagaimana bisa satu organ bisa memporak-porandakan seluruh akal dalam tubuh,
Bagaimana bisa satu gumpal darah ini bisa membuat rindu menjadi tergugu tumpang tindih dengan keadaan,
Bagaimana bisa satu ruang ini bisa menjadi terasa sesak dalam seketika,
Bagaimana bisa jarak yang tidak seberapa menjadi terlipatgandakan karena sebuah perasaan yang serba tidak biasa,
Perkara hati memang babak yang sangat rumit,
Hati yang kotor dengan perkara dunia saja bisa mengambil alih seluruh kesadaran manusia tanpa ampun,
Jika saat ini perkara simpatik dengan perkara dunia membuat semua terlalaikan,
Bagaimana baiknya?
Mari selesaikan dengan Allah :)
Mari mundur perlahan
Perjuanganmu usai :)
Menjadi biasalah
Sebuah Circle Berteman~
Bisa jadi, kemarin lusa kamu menghabiskan 24 jam waktu bersama mereka,
Bisa jadi, hari ini kamu menyerahkan dirimu dengan sukarela bersama mereka yang lain,
Pun bisa jadi, lusa kamu berdiri bersama lingkaran-lingkaran yang lain,
Setiap perjalanan pasti akan ada yang berganti, entah orang-orang di sekeliling kita, atau sekedar pandangan kita di tempat kita berdiri.
Wajar saja, waktu dan kondisi akan selalu berrotasi,
Yang jangan sampai diam adalah kita sendiri,
Jangan terkukung dalam keadaan yang sama di saat yang lain sudah berlari sangat kencang.
Tenang saja, mereka tidak terganti,
Mereka hanya atur posisi,
Mereka sedang mengatur diri mereka untuk mencapai target-target mereka
Sebentar lagi, kita semua akan bersemuka pada satu ruang,
Berbagi cerita tentang apa yang pernah kita lalui
Rindu hanya bisa dibayar dengan doa,
Doakan mereka senantiasa sehat :)
Memfilter Hati~
Yang menyaksikan mata, tapi yang terrangsang hati,
Yang mendengarkan telinga, tapi yang tergerak hati,
Yang memikirkan kepala, tapi yang pusatnya tetap ada di hati,
Susah ya ternyata jika hati itu jadi organ yang paling sentral. Dia paling sering kesetrum kalau mata, telinga dan kepala lagi bekerja. Walhasil, apa2 jadi kebawa perasaan.
Denger sindiran dikit, hatinya menggerutu
Liat yang bening dikit, hatinya oleng kapteenn!!
Denger gombalan dikit, hatinya klepek2
Liat yang lagi ghibah, hatinya udah kesetrum pengen nimbrung
Benar kata Ustadz Oemar Mita, hati adalah organ yang cepat sekali kotor. Padahal, hakikat kebahagiaan itu tinggalnya di hati. Kalau hati tidak difilter, sedikit-sedikit baper, trus ambyar, trus lupa visinya kalau lagi ngejar ridho Allah
YUK deh ah! udahan bapernya. _Re-connecting_ lagi ke Allah yuk. Biar Allah ngga *_404 not found_* lagi di hati. Kan sebelum raga kembali ke Allah, hatinya harus balik dulu. Ye kan ye kannn 😆
Mendampingi Belajar~
Siapa sangka jika menjadi teman belajar anak-anak merupakan salah satu yang rumit.
Mereka adalah peniru yang ulung,
Mereka adalah sensor pendeteksi rasa yang kuat,
Mereka juga adalah penguasa alam eksplorasi,
Sebagai new bee menjadi pengamat dan pemerhati anak-anak, kadang saya suka merasa bersalah atas mood swing yang menyebabkan tidak maksimal menjadi contoh bagi mereka.
Padahal, mendampingi mereka belajar adalah sesuatu yang menyenangkan harusnya. Melihat mereka takjub dengan jawaban atas pertanyaan mereka, mendengar ujaran-ujaran unik mereka atas apa yg mereka lihat, pun menyaksikan bagaimana tingkah mereka saat menunjukkan perkembangan, sungguh luar biasa Allah memampukan anak yang dari nol bisa menunjukkan banyak perubahan.
Dan saya, yang Allah beri amanah untuk menjadi penstimulus, harusnya bisa maksimal mendampingi mereka belajar. Nyatanya kadang masih terselir satu dua perasaan yang lusuh. Bismillah. Yuk perbaiki niat!
Dear aku,
Jika beruntung, cerita ini akan berlanjut.
Kamu hebat sampai setik ini.
Ayo melangkah lagi!
Duniamu masih perlu diukir lagi setiap episode-episodenya.
Jangan pernah berhenti hanya karena rotasi pertemuan yang hendak merenggangkan jarak.
Semangat!! Frekuensi bertemunya memang berkurang, tapi setidaknya akan ada doa-doa yang banyak melesat untuk membebaskan denting-denting rindu di setiap malam-malammu :)
Mencemari Perasaan~
Teringat 1 murid yg sudah saya bersamai selama kurang lebih 1 thn. Jika dibanding teman2nya, dia lebih tertutup dan suka mengunci rapat mulutnya ketika ditanya. Bahasa tubuhnya hanya menangis dan menggeleng.
Beberapa orang yang menemuinya mau tidak mau harus lebih meningkatkan kapasitas sabarnya.
Ketika ia mendapatkan teman baru, lingkungan kelas yang lebih menarik, pola komunikasi yang mendukung, perkembangannya berubah drastis. Dia menjadi anak yang paling aktif, interaktif, dan komunikatif.
Manusia memang bisa saja tercemar perasaan yg egosentris. Sering kesal jika tak sesuai dengan kehendaknya, sering tidak sabar jika sesuatu tidak berjalan sesuai instruksinya, dan lainnya.
Hanya karna tidak sabar, bisa jadi anak tersebut akan selalu pada posisi yg sama.
Hanya karna tidak mau memahami, bisa jadi anak tersebut merasa terkungkung dengan keintrovert-annya dan ketakutannya.
Semangat mengabdi para pekerja!! Hati-hati pencemaran hati!!
Semangat dan Penyemangat~
Dibalik dinginnya pagi ini, ada nasehat yang hangat muncul dari dapur posko.
Nasehatnya sederhana, namun sangat membuncah di hati.
"Dieleng-eleng opo sing garai sampean semangat."
(re: Diingat-ingat apa yang membuatmu semangat."
((Diam))
"Sampean mesti punya sesuatu sing pengen sampean bahagiakan kan."
"Kamu pasti punya sesuatu yang ingin kamu bahagiakan kan."
Kalimat tersebut dilayangkan setelah saya tanya perihal bagaimana cara agar istiqomah.
Setelahnya, kalimat tersebut membuat saya tertegun lalu berfikir.
Sudahkah Allah menjadi penyemangat utama?
Sudahkah Allah kau jadikan alasan bagaimana bangkit dari keterpurukan nafsu?
Sudahkah minta tolong pada Allah jika sedang tidak baik-baik saja?
Sudahkah Allah menjadi alasan untuk khusu' dalam mengerjakan amal kebajikan?
"Remember Me, I will remember you...." (2:152)
Sebagaimana Fungsi Stip dan Pensil~
Mungkin beberapa ujaran memang perlu diabaikan, tapi beberapa juga perlu diadopsi oleh diri agar dijadikan bahan untuk koreksi.
Mungkin beberapa orang memang perlu jadi komentator untuk kita yang perlu banyak nasehat dan masukan.
Mungkin beberapa juga perlu untuk jadi teladan kecil untuk mendorong kita bersikap lebih baik lagi.
Sebenarnya sudah beberapa kali orang merasa kurang nyaman dengan apa adanya saya. Banyak orang itu menjadi salah satu tolak ukur bagi saya untuk _deep correction_. Kadang harus menjadi stip yang menghapus sikap yang buruk, dan kadang harus menjadi pensil yang mengganti dan menambahkan kebiasaan yang baik.
Kita memang bukan penjual es krim yang bisa menyenangkan setiap orang, tapi beberapa komentar perlu dipertimbangkan agar menjadi bahan muhasabah untuk menjadikan diri semakin dekat dengan baik.
Belajar Tidak Berkesudahan~
Ilmu Allah itu luas. Sangatlah merugi jika setiap detik terbuangnya kita tidak digunakan untuk mendalami ilmu-ilmu Allah.
Belajar bukan hanya sebagai syarat wajib untuk sukses mendapatkan sertifikat tanda hasil belajar. Tapi belajar adalah kewajiban setiap muslim sepanjang hayat.
Jika kita hidup tanpa ilmu, bagaimana bisa menggapai akhirat yang diraih dengan ilmu.
Belajar itu tiada berkesudahan. Senantiasa berlanjut karna ilmunya tidak akan surut. Jika berhenti, maka ilmu akan tertahan, tidak diturunkan, dakwah akan berhenti, dan kedzoliman akan meraja lela.
Semangat menuntut ilmu milenialss, banyak yang menanti kebermanfaatan dari ilmu yang kamu pelajari!!
Merekonstruksi Hati~
Sudah sampai mana check and re-check kondisi hatinya?
Sudah mulaikah untuk mengukur sejauh mana ia bekerja selama ini?
Sudahkah ia melaksanakan fitrahnya bekerjasama dengan nurani untuk memberikan keberpihakan penuh pada kebenaran?
Sudahkah hatinya diberikan kelapangan untuk belajar merelakan, memaafkan, menghadirkan kembali?
Jika ada yang sedang tidak baik-baik saja, coba direkonstruksi ulang hatinya. Beberapa momen mungkin menjadikan hati bekerja lebih keras, tapi jika ia bekerja pada fitrah, ia tidak menjadi lelah untuk terus menjalankan perannya. Mulailah berbaik pada hati, biarkan ia membuka hatinya dan melaksanakan tugasnya sebagaimana yang ia inginkan~
Jangan lupa semangat. Tidak lupa cara bagaimana jadi supporter yang punya banyak kuota semangat kan?
Yuk!! Semangatnya pakai hati yakk!!
Akan Membaik
-Tahun yang Genap untuk Hati yang Mengganjil-
Hatimu perlu rehat sejenak dari riuhnya kesalahan. Ada suatu cerita yang amat pilu pada tahun yang genap masa itu. Akibatnya, hati yang awalnya genap, kini seolah berjalan pincang karena memilih untuk berjalan sendirian karena kehilangan sepasang.
Ada harapan yang terus dipupuk menggunakan ujaran manis tapi tak semanis pembuktian. Tumbuh subur karena perhatian hingga berbuah pada kepercayaan. Kehilangan akal untuk berfikir? tidak juga. Namun, hanya kesalahan menyiram hal tak kasat mata dengan ketaklukan.
Tahun 2016, dimana sebuah petunjuk dari-Nya turun. Kutelusuri dan hendak kumaknai. Mengapa aku harus mengubah haluan, mengapa aku harus membuat keputusan, dan mengapa aku harus berani berujar bahwa aku ingin berjalan di tepian, hanya sendirian.
Allah membuka sebuah pintu yang amat kututup rapat. Mudah bagi-Nya melakukan apapun yang bagi manusia adalah sulit. Pintu itu dibuka perlahan dengan mendatangkan seberkas cahaya yang terang untuk menghapus ruangan yang gelap. Alhasil, mataku terbuka dan aku memulai perjalanan yang amat memilukan.
Kutinggalkan dia, untuk Dia.
Perantara peri yang merusak atap kita, Aku bernaung di bawah atap yang lain. Yang lebih luas. Di bawah kebesaran-Nya. Aku mulai menghabiskan luka ini dengan memulai menepis kemungkinan aku akan terkoyak luka selamanya.
Malam-malamku pada kusandarkan pada jalanan yang amat payah. Kucari tambalan luka kesana-kemari agar aku mampu melakukan penyembuhan sendirian. Namun nyatanya? hanya penambal luka dari-Nya aku mampu kembali normal.
Karena Dia, hati seganjil bagaimanapun, tetap akan terasa genap jika aku tetap menghadirkan-Nya ada malam-malamku yang sendu.
The new me, I’m coming...