hari pertama rasa hari ke enam

bliss lane

titsay
will byers stan first human second
YOU ARE THE REASON
cherry valley forever
Monterey Bay Aquarium

PR's Tumblrdome
occasionally subtle

Product Placement

roma★
The Bowery Presents
almost home
tumblr dot com
Stranger Things
todays bird

@theartofmadeline
I'd rather be in outer space 🛸
No title available
One Nice Bug Per Day
Sade Olutola
seen from Indonesia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Poland
seen from France
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Russia
seen from France

seen from United States
@osokorn
hari pertama rasa hari ke enam
"whatever is destined to be yours will never be anyone's"
It's didn't work for me
dari awal tidak yakin akan bisa melalui "perjalanan" kali ini karna memang kurang informasi untuk "medan" yang akan ditempuh. tiba-tiba harus tetap mengikuti "perjalanan" sambil berharap bahwa "armada" yang akan datang tidak bisa mengangkut karna kapasitas sudah terpenuhi. namun yang terjadi berlawanan, ternyata nama tercantum dalam "armada" sehingga harus tetap ikut. tanpa tau apa "keperluan" yang harus dipersiapkan, "perjalanan" seperti apa yang akan ditempuh. berkata pada diri, "nikmati saja" 😆
hari libur yang dinanti semua orang akhirnya datang juga. setelah 2 tahun teman² merayakan lebaran tanpa berada di tengah² keluarga tercinta, akhirnya di tahun ketiga ini teman² bisa merayakan sambil berkumpul di tengah² keluarga. libur lebaran yang cukup lama, 10 hari menjadikannya mudik massal dimana jalanan ramai oleh para perantau yang pulang ke kampung halaman. dan hari ini aku memilih melangkahkan kaki ke rumah ka²ku di pulau kalimantan. ini merupakan salah satu harapan yang akhirnya bisa terpenuhi, yaitu mengunjungi rumah anggota keluarga ku. pastinya seneng banget. pertemuan terakhir kami 5 tahun lalu ketika momen bahagia salah satu anggota keluarga. dengan kunjungan singkat ini, kami bisa bercerita banyak hal secara langsung apapun itu, mengenal anak²nya yang hanya sering berjumpa di video call, dan tidak lupa makan makanan yang jarang dijumpai 😁
perjalanan yang cukup melelahkan karena dari bandara ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 8 jam melalui jalur darat. armada yang aku gunakan nyaman karena seat busnya 1-2 dan ada sandaran kaki, serta ada fasilitas charger hp. walaupun kendaraan terasa nyaman, tidur di perjalanan pun menjadi sensasi sendiri. mata sudah mulai mengantuk tapi susah tidur. ketika mulai tertidur, ritme bus yang sedikit ngebut dan saat berpapasan dengan kendaraan lain menjadi penggugah tidur. karna tidur tergugah maka cerita ini aku unggah 😆
saatnya melanjutkan tidur 😴
berhentilah di tempat aku menunggu, jangan jadikan aku bagian 'yang terlewatkan' 🙂
lets make it clear
Aku dan kamu karena mereka
Penasehat yang butuh nasehat
me
Kuatir ku
Rasa khawatir ku adalah masalah terbesar. Ketika menghadapi masalah, aku menciptakannya dan bahkan memupuknya di dalam kepala ku. Dia pun berkembang memenuhi kepala ku menjadikannya lebih besar daripada masalah ku. Dan pada akhirnya, ketika masalah ku teratasi, dia mati begitu saja. Sungguh menghabiskan waktu dan energi, namun seringakali begitu - sungguh terlalu - 0120
Jembatan antara bangunan ku dan bangunan mu tak akan terbentang tanpa adanya pilar yang kita bangun bersama
Ragu ku
Apakah sebutan untuk hubungan yang kita jalani ini? Aku jadi semakin ragu apakah kau serius. Dari terakhir kali kita bertemu, kita semakin jarang komunikasi. Saling menyapa pun sudah jarang. Hari ini ada rencana bertemu, tapi rencana tinggalah rencana. Ingin menyapa tapi rasa enggan menerpa. Aku tak tahu apa yang sedang ada di kepala mu saat ini. Yang ku tahu, aku butuh waktu. Butuh waktu untuk tidak menyapa, berpikir tentang mu apalagi merindu mu.
Jenuh #itusaja
Tak apa nona memulai lebih dahulu tapi tetaplah bijaksana untuk tahu kapan harus berhenti
-terinspirasi Raisa-
Tentang Rasa
Kata apakah yang pantas untuk mewakili perasaan ini. Ikhlas ataukah terpaksa? Sebagian hati mengatakan ikhlas, tapi mungkin di hati kecil ada keterpaksaan. Ketika aku dihadapkan pada pertanyaan adik ku "aku mau nikah tahun ini". Aku terdiam sejenak tanpa tahu harus berkata apa. Ketika aku berkata agar dia menunggu ku sampai Juni tahun depan, dia menjawab "usia ku sudah 28, aku pun ingin bermain dengan anak ku nantinya". Pernyataan dia mengetuk hati. Aku tidak boleh menjadi penghalang ketika adik ku mau merajut kebahagiannya. Aku pun berkata 'ya', katakan niat mu kepada orang tua kita. Aku pun teringat akan perkataan mama akhir tahun lalu, 'salah satu dari kalian harus menikah'. Saat itu aku berpikir 'hei, itu aku', tapi sekarang menjadi 'itu bukan aku'. Aku beranikan diri membahas ini bersama kedua orang tua ku, mereka pun memberikan beberapa penjelasan 'mumpung bapak & mama masih sehat, aku harus menikah lebih dahulu dari adik ku dan karna aku wanita'. Aku pun ingin begitu, tapi karna aku belum 'siap', maka tidak ada salahnya merestui permintaan adik ku. Dalam doa ku, aku menginginkan Bapak & Mama selalu sehat, agar kalian bisa mendampingi kami menikah. Lebih jauh lagi, jika Tuhan berkenan memberikan kesehatan & umur panjang pada kalian, aku ingin kalian bisa melihat anak-anak kami juga. Tapi jika tidak, lebih baik hanya satu yang terlewatkan daripada keduanya. Aku tahu niat kalian sangat baik karna adanya anggapan kalo dilangkahi akan susah berjodoh nantinya. Tapi aku percaya, Tuhan sedang mempersiapkan seseorang yang baik buat ku dan sekarang masih menjadi rahasia. Saat ini ada seseorang yang muncul dalam doa ku. Aku mencoba menjalin komunikasi dengan mu namun terkadang hanya beberapa pertanyaan dan kemudian selesai dengan kata 'ya'. Betapa sulitnya mencari topik obrolan dengan mu sampai aku harus bertanya ke 2 orang sahabatku. Karna beberapa obrolan yang berjalan singkat, aku pun membiarkan hubungan kita mengalir apa adanya. Aku tetap akan menjalin komunikasi & menjaga hati. Aku tak ingin memenuhi pikiran ku dengan hal ini, aku ingin mengisi ruang pikiran ku dengan hal lain untuk menjadikan diri pribadi yang lebih baik. Jika aku baik untuk mu & sebaliknya, maka Tuhan akan merestui kita. Jika tidak, aku harus memanjangkan sabar ku untuk bertemu dengan mu yang lain 😊
Jawaban Tanpa Pertanyaan
Kembali lagi mempertanyakan 'kenapa?' Ketika bersemangat untuk menggapai tujuan, menjalani hari dengan penuh senyuman. Dengan mengingat & berpikir tentang mu saja sudah membuat ku bahagia. Apalagi jika mampu mewujudkan nya. Terlintas dipikiran, lebih baik aku katakan saja jika aku tidak ingin menunggu. Namun, aku ingin tahu apakah ada ruang disana untuk ku. Jika ada, aku siap memastikan rasa ini. Hei kalian, yang telah menjadi inspirasi ku akan sebuah kepastian. Ketika ada kisah lain yang menghampiri, kalian ingin memastikan kisah saat ini. Jika kisah saat ini memberi sebuah kepastian, kalian akan menjalani kisah saat ini meskipun harus menunggu lebih lama. Namun jika kisah saat ini tak ada arah tujuan yang jelas, kalian pun memilih meninggalkan kisah ini dan siap menjalin kisah baru yang sudah pasti. Serupa dengan kalian aku pun ingin memastikan satu hal. Tapi sebelum aku mengungkapkan pertanyaan itu, jawaban sudah menghampiri ku. Ketika terucap 'kenapa?' Tak ada jawaban lain yang terucap. Tapi rasa percaya ku pada kalian menyakinkan ku, saatnya mengganti kisah ini. Jika kisah ini akan menjadi masa depan, aku ingin kita berjuang bersama. Jika tidak, mari bersama jalin kisah baru di persimpangan jalan ini. Aku tak harus tahu & mengerti alasannya, namun tetap percaya jika semuanya akan berjalan baik, dengan atau tanpa mu.
Semoga sebuah pertanda, bukan hanya angan semata