Cara membedakan bisikan setan dan hawa nafsu
Saya diberikan ilmu hari ini yang insya allah bisa membantu membedakan antara hawa nafsu dan bisikan setan agar kita bisa mengidentifikasi dan harapannya dapat menangkal kedua musuh nyata yang selalu kompak menggoda iman manusia
Bisikan setan menghasilkan pemikiran pemikiran, angan-angan, dan bayangan yang tugasnya adalah untuk mengaburkan fokus kita. Ini sering terjadi ketika kita sedan melakukan amalan amalan seperti sholat, puasa, sedekah, dll. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari seperti kehidupan bertetangga atau di kantor
Bisikan yang menghasilkan pemikiran ini tidaklah dapat berjalan dengan mulus kalua tidak didukung oleh hawa nafsu. Hawa nafsu biasanya terjadi secara nyata. Kalau bisikan setan menghasilkan pemikiran yang terjadi di alam akal. Kalua hawa nafsu muncul jika ada fisik, baik berupa penglihatan atau pendengaran
Sering kita merasa emosi saat di jalan ketika bersenggolan dengan pengendara lain atau ada pengendara yang ugal-ugalan. Ketika kita melihat kejadian itu, tiba-tiba kita disenggol, dan seketika marah-marah bahkan bisa berujung perkelahian. Kadang kita juga sering merasa emosi ketika melihat media sosial. Ada kejadian yang membuat kita ikut tenggelam dalam perdebatan dengan orang-0rang yang berseberangan dengan kita. Atau ketika kita mendengan suara desahan, kita tiba-tiba ikut terangsang. Itu semua adalah kerja hawa nafsu. Dia diciptakan untuk melakukan semua hal semaunya. Semua hal buruk adalah makanan hawa nafsu yang belum dikendalikan.
Hawa nafsu dan bisikan setan yang kompak adalah musuh yang nyata sekali. Ketika pemikiran masuk, rencana-rencana jahat tergambar di pemikiran, bisikan butuh hawa nafsu untuk membakar, untuk membantu bergerak merencakan hal-hal buruk.
Ketika kita bisa mengidentifikasi ini, insya allah kita sudah berada 1 level naik. Bisikan dan hawa nafsu berhasil kita pisahkan, mereka menjadi terpisah dan lebih lemah. Berikutnya adalah mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu sejatinya berasa dari diri kita sendiri. Selama manusia hidup dan bernapas, hawa nafsu juga hidup dari nafas kita. Karena nafsu dan nafas adalah satu kata. Jadi nafas adalah nafsu, nafsu adalah nafas. Tidak ada manusia yang masih bernafas melainkan hawa nafsunya juga hidup.
Karena hawa nafsu berasal dari kita, kita wajib menundukannya. Cara menundukkan hawa nafsu adalah dengan berkata “No” memang hampir mirip dengan “say no to narkoba” karena kita sudah bisa mengidentifikasi, insya allah lebih mudah melakukan ini. Kita hanya harus pintar mendengar apa yang dimaui hati. Apakah itu buruk? Apakah itu baik? Tinggalkan! Jangan dilakukan! Jika kita sudah bisa lebih baik dalam mengontrol hawa nafsu, insya allah dia tidak akan menuntut banyak. Dia akan jinak dan tunduk. Karena sesungguhnya hawa nafsu diciptakan untuk beribadah. TIngkatan nafsu beragam. Yang paling atas adalah Nafsu Mutmainnah. Nafsu untuk berbuat kebaikan. Mari latihan untuk menundukkan hawa nafsu. Dalil tantang hawa nafsu mutmainnah yang kayanya kita semua mungkin sering mendengar:
yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah, irji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah, fadkhulī fī 'ibādī, wadkhulī jannatī
Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.
Sementara bisikan setan bukan berasal dari diri kita. Pemikiran-pemikiran dari bisikan setan walaupun lemah, jika tidak didukung hawa nafsu, tapi dia dapat membuyarkan konsentrasi orang yang sedang sholat, jadi tak khusyuk. Membuat kita lupa berapa rakaat kita sholat, dan masih banyak lagi.
Kesulitan yang kita alami adalah kesulita identifikasi. Apakah ini merupakan bisikan setan? Apakah ini merupakan hawa nafsu yang buruk? Karena terkadang bisikan dan hawa nafsu pun bisa membungkus keburukan dengan kebaikan. Contoh:
Di dalam suatu majlis terdapat ajakan untuk melakukan sumbangan dari semua jamaah. Ketika sumbangan terkumpul, masih belum bisa menutup dari jumlah yang disetujui. Kita memiliki uang lebih, hati-hati dengan bisikan. “Ah payah nih orang-orang, masa gw juga yg harus nombokin. Yaudah dah gw tambahin nih ada rejeki lebih”
Minta pertolongan terus sama Allah. Jangan tenggelam dalam penyesalah terus menerus. Bagus kalua kita menyesal. Jadikan tiap keburukan dan peneyesalan yang kita lakukan, menjadi pegas yang akan membuat kita juga terus semakin baik lagi. Wallahu A’laam