Grow Old With Pena Bangsa (GOPB) adalah acara tahunan yang pasti diselenggarakan oleh Pena Bangsa. Tahun ini tema dari kegiatannya adalah “Wonderful Of Bhinneka” dimana di acara ini kami menunjukan bagaimana banyaknya Kebudayaan Indonesia kepada adik-adik kita. Acara ini diadakan untuk mensoundingkan Pena Bangsa kepada pihak-pihak eksternal serta menjadi ajang silaturahmi antara stakeholders (pengurus, kakak asuh, alumni, civitas akademika FEB Unpad) Pena Bangsa.
Acara GOPB ini diisi dengan berbagai macam penampilan yang menarik, yuk kita cek keseruannya kaka-kaka!
Hai hai hai semuaaa…. jadi pada tanggal 3 september kemarin Pena Bangsa merayakan ulang tahunnya yang ke 8 looh kakak-kakak hihi meskipun ulang tahun Pena Bangsa sendiri jatuh di tanggal 13 Agustus, waaa ga kerasa ya Pena Bangsa udah 8 tahun bersama adik-adik asuh tersayang hihi.
Acaranya seru bangeeet loh, jadi tema untuk ulang tahun pena bangsa kali ini adalah boombastis. Yap acaranya boombastis banget deeh, jadi ada tiup lilin bersama, potong kue uang tahun, tuker kado, main games dan masih banyak lagi pokoknya.
Doa-doa yang terbaik untuk Pena Bangsa yaa! Jadi yuk mari kita intip keseruan acaranya
Setelah sekian waktu setelah kepengurusan yang baru dimulai, sudah waktunya nih untuk kembali bertemu dengan adik-adik lagi, yeaay! Acara tersebut adalah Me at the First (MATF). Dan pada hari yang sama pula, beriringan dengan MATF, di tempat yang tidak jauh dari sana kita juga ada kegiatan lain lhoo. Kalau kita bertemu dengan adik-adik pasti kurang afdol dong kalau kita tidak bertemu dengan orang tuanya? Nah, kita juga bertemu dengan orang tua dari adik asuh nihh melalui acara Satu Akad.
Seperti apa sih keseruan acaranya, simak terus Kak!
Pada MATF kali ini, kegiatannya bertemakan do something special for the animal yang bertujuan mengenalkan adik kepada hewan-hewan yang lucu dan tentunya dengan cara yang fun jugaa.
Semenetara itu tidak jauh dari tempat berlangsungnya acara MATF, sedang dilaksanakan juga kegiatan Satu Akad. Satu Akad sendiri adalah acara yang bertujuan untuk bertemu dengan orang tau adik asuh serta mengenalkan Pena Bangsa kepada mereka.
“Totto Chan” siapa yang tak mengenal salah satu tokoh utama dalam Novel “Totto Chan-Gadis Cilik di Jendela”. Novel yang menceritakan tentang keriangan seorang gadis cilik saat ia masuk ke sekolah baru dan sangat menunggu-nunggu untuk terus masuk sekolah setiap pagi dan berharap tidak mendengar bel keluar sekolah. Apakah cerita pada novel itu masih bisa kita lihat di dunia nyata? Di mana setiap pagi anak-anak riang gembira mengucapkan salam kepada kedua orangtuanya izin untuk berangat ke sekolah, dengan menggunakan tas ransel di pundaknya berlari-lari kecil, bernyanyi, sambil tertawa lepas menyusuri jalan hingga sampai di depan gerbang sekolah.
Saat ini jarang sekali menemukan hal-hal yang menyenangkan seperti itu lagi di wajah-wajah lugu kecil usia kelas 1 SD hingga 6 SD, yang ada saat ini jika kita bertanya mengenai “bagaimana sekolahnya hari ini?” pasti jawaban mereka akan senada “yaa gitu deh, cape banyak banget PR (Pekerjaan Rumah) nya”, begitu banyak keluhan yang mereka ungkapkan saat ditanya mengenai kegiatannya di sekolah
Apakah ini salah mereka yang terlalu mementingkan bermain? Apakah ini salah orangtua mereka yang kurang memperhatikan kegiatan di sekolahnya? Ataukah ini salah guru mereka yang terlalu banyak memberikan PR untuk mereka? Atau apakah ini kesalahan pemerintah yang seringkali mengganti kurikulum pembelajaran seenaknya? Ya, jika kita bisa saling tuduh menuduh maka akan banyak yang akan menjadi tuduhan alasan mengapa minat belajar siswa pada akhir ini sangat menurun dan itu akan seperti benang kusut yang tidak akan pernah kita temukan ujungnya.
Mengangkat kisah dari novel “Totto Chan” memang sangat menarik bagi dunia pendidikan. Di mana, sekolah bisa di jadikan tempat bermain dan berekspresi sesuai dengan dunia main mereka. Guru-guru dengan senang mendengarkan ocehan dan cerita lugu murid-muridnya, membaca dan menulis sesuai dengan apa yang mereka lihat disekitarnya. Setiap hari kegiatan belajar mengajar sangatlah riang, tidak terlihat sedikitpun rasa muram, capek, letih dan stress di wajah-wajah lugu bocah kelas 1 SD hingga 6 SD. Berangkat di pagi hari dan pulang di sore hari, terus menerus mereka lakukan setiap hari tanpa terlihat beban belajar yang mereka hadapi.
Indah bukan kisah semangat belajar yang di angkat dari kisah novel “Totto Chan”?. Ya, mungkin itu hanya sebuah novel fiksi yang entah berantah kebenaran dari isi ceritanya. Tapi, mungkin itulah yang didambakan oleh semua siswa sekolah dasar yang notabene masih memerlukan waktu bermain disela-sela kegiatan belajar mereka di sekolah.
Entah sistem kurikulumnya kah yang harus diubah lagi? Atau peran guru di sini sangatlah penting? Tapi yang pasti anak-anak sekolah dasar memerlukan suntikan semangat lebih untuk belajar lagi sehingga antara semangat belajar dengan semangat bermainnya akan seimbang agar semangat tersebut tidak luntur dan akan menjadi titik tumpuan semangat di jenjang sekolah selanjutnya.
Disinilah, peran seorang guru amat sangat penting bagi perkembangan jiwa sosial anak di kelas. Karena, selain sebagai pengajar guru adalah orangtua kedua bagi anak selama ia di sekolah. Maka dari itu, menjadi seorang pengajar tidaklah mudah begitu banyak yang harus diberikan kepada muridnya mulai dari etika bersosial, pengetahuan umum dan alam, dan tentu yang paling utama yaitu memberikan suntikan semangat belajar dan memberikan kesan belajar yang menyenangkan bagi para siswanya. �
Hayooo ada yang tahu kapan diperingatinya hari guru? Nih buat yang belum tahu atau lupa, hari guru diperingati setiap tanggal 25 November. Hari Guru Nasional diperingati bersamaan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan sebagai tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Diingat yaa kakak-kakak jangan sampai lupa:D
Kenapa sih ada peringatan hari guru? Nah Itu karena guru adalah pahlawan para pelajar. Dulu guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Apakah sekarang masih dapat dikatakan demikian? Yap! Memang sekarang guru mendapatkan gaji dari pemerintah setiap bulannya, tapi apakah kalian dapat membalas jasa-jasa para guru? Inilah maksud mengapa guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Kalian tidak bisa membalas jasa-jasa guru, membayar semua waktu yang telah mereka luangkan untuk kalian, mengembalikan waktu yang mereka gunakan untuk mengajari kalian dan mengorbankan waktu bersama keluarga mereka.
Trus apa dong yang bisa kita lakukan?
Nih tips untuk membuat guru kalian senang
Buatlah mereka bangga pada kalian karena kebahagian seorang guru adalah keberhasilan anak didiknya. Jika kita ingin mereka tersenyum bahagia buatlah mereka bangga,
Rajinlah belajar, fokus pada pelajaran serta dengarkan dan pahami apa yang diterangkan oleh mereka saat mereka sedang mengajar,
Aktiflah pada saat mereka menerangkan materi di kelas dan ketika mereka mengajukan pertanyaan, karena guru sangat senang apabila mempunyai anak didik yang semangat dalam belajar,
Berikanlah senyuman dan sapalah mereka saat kalian bertemu mereka. Karena senyumanmu akan menghilangkan rasa letih mereka,
Jika kalian sudah lulus dan berpisah dengan guru kalian, luangkan waktu kalian untuk terus bersilaturahim dengan mereka. Sempatkan diri kalian untuk menemui mereka, walaupun hal itu hanya dapat kalian lakukan sebulan sekali atau seminggu sekali atau bahkan hanya dapat dilakukan melalui alat komunikasi elektronik seperti handphone.
Guru adalah orangtua kedua kita. Sebagai orangtua kita disekolah, maka kita tidak boleh mengecewakan mereka. Sayangilah guru kita selama mereka masih ada, selama kita masih dapat melihat mereka. Sayangi mereka sebagaimana kita menyayangi orangtua kita
kali ini kami akan menceritakan tentang acara Inaugurasi POKETS 2015! Inaugurasi POKETS merupakan salah satu program kerja dari divisi HRD.
apa sih Inaugurasi POKETS itu?? ada yang tau? :)
Hmmm Inaugurasi POKETS merupakan acara pengenalan divisi - divisi yang ada di Pena Bangsa kepada POKETS 2015. POKETS sendiri merupakan nama dari staff muda di Pena Bangsa ^^
nah di acara Inaugurasi POKETS ini, POKETS akan memilih divisi yang sesuai dengan minat diri mereka masing-masing. jadiiiii.... harus menampilkan sesuatu yang menarik yaa supaya POKETS tertarik untuk masuk ke divisi tersebut :D
acara Inaugurasi POKETS dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana acara yaitu kak Kevin :)
dilanjut dengan sambutan dari presiden Pena Bangsa, kak Amel :))
selanjutnya di buka dengan penampilan dari divisi Business Unit ^^
nah kalo yang ini penampilan dari divisi Education ^^
dilanjut dengan penampilan dari divisi Fund Raising ^^
setelah itu penampilan dari divisi Development
dan yang ini pempilan dari divisi Event ^^
lalu penampilan dari divisi Networking :))
setelah semua divisi penampilkan sesuatu yang dapat menarik POKETS untuk masuk ke divisi tersebut, dilanjut dengan presentasi dari BOD GOPB 2015 ^^
dalam presentasi BOD GOPB 2015 ini mengajak para POKETS untuk bergambung dan dapat berkontribusi dalam event tahunan terbesar Pena Bangsa ini ^^
POKETS sedang mengisi form mengenai divisi yang ia minati di Pena Bangsa dan di GOPB 2015 :)
setelah memilih divisi yang ia minati, dilanjut dengan pemilihan ketua POKETS 2015. YEAAAYYY!!
setelah melalui proses yang cukup panjang dalam pemilihan ketua POKETS 2015, akhirnya terpilihlah ketua dan wakil ketua POKETS 2015! yeaayyy selamaaaaattt ^^
PDKT (Pergi main Dengan Keluarga Tercinta) Pena Bangsa
Yeeeeay ini kakak-kakak pengurus dan POKETS Pena Bangsa lagi main-main bareng nih, tempatnya di Taman Fitness. Acaranya seru-seruan. Tujuannya untuk mengakrabkan pengurus dengan pengurus, POKETS dengan POKETS, dan pengurus dengan POKETS. Mau tau kita ngapain aja? Liat yuk!!!
Ayo baris baris. Kita mau siap-siap mulai acaranya niiih
Games pertama. Kakak-kakaknya lagi ngisi apa yaa? Serius banget nih.
Games ke-2. Namanya apa yaaaa?
Games ini membutuhkan kerja sama yang baik antar anggotanya.
Dan games terakhir. Kita nyusun puzzle yang membentuk foto seluruh pengurus dan POKETS Pena Bangsa 2015. :’)
Yeay pemenang lomba di acara PDKT ini, kelompok 1. Selamat ya kakak-kakak.
Hallo kakak-kakak. Labday ada lagi niiiih. Sekarang adalah Labday yang ke-2. Sama kayak kemarin, ini adalah kegiatan praktikumnya sahabat kecilnya Pena Bangsa. Jadi pelajaran-pelajaran yang udah diajarin ke sahabat kecil, pada labday ini akan dibahas ulang tapi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Ingin tahu kegiatan di Labday 2 ini?
Sahabat kecil lagi upacara pembukaan nih. Sambil main games kecil-kecilan jugaaaa. Yeeay siap untuk Labday.
Salah satu pos di Labday 2. Disini adalah pos menghitung. Go go go!!!
Yang iniiiii adalah pos ekperimen. Eksperimennya yaitu meniup balon tapi tidak dengan menggunakan mulut. Jadi menggunakan apa yaaa? Hehe
Pos yang ini adalah pos sulap. Woooow pos suuulap. Kak Maryam sedang mempergakannya. Sulap ini berhubungan dengan tekanan udara. Semangat adik-adik.
Kotak Rahasia (Kegiatan Taklukan Sejarah Indonesia)
Kotak Rahasia adalah kegiatan Divisi Education yang bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Acara Kotak Rahasia ini diselenggarakan tanggal 16 Agustus 2015.Di acara ini sahabat kecil Pena Bangsa diarahkan untuk mengenal dan mengingat kembali sejarah Indonesia. Sahabat kecil diajak untuk berlomba juga, ada lomba akan kerupuk, balap karung, tebak nama pahlawan, membuat bangunan tinggi dari sedotan, dan lain-lain.
Siaaaap gerak!!!
Upacara pembukaan Kotak Rahasia. Yeeeeay
Kakak-kakaknya lagi membimbing sahabat kecil perisapan nih.
Waaah asik lagi main tebak nama pahlawan. Semangat adik-adik!!!
Tahun ini divisi development Pena Bangsa 2015 mengadakan Parent Class dengan pembicara dr. Dimas selaku dokter gizi ^^
Acara ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai gizi kepada orang tua sahabat kecil Pena Bangsa tentang pentingnya pemberian gizi dimasa pertumbuhan :))
Acara dibuka dengan pembacaan Al Qur’an
nah ini niih MC kita di acara Parent Class, Kak Diena dan Kak Bayu ^^
Dilanjut dengan sambutan dari ketua pelaksana acara Parent Class, Kak Fauziah ^^
Sambutan dari Kak Amel, Presiden Pena Bangsa
Naahh ini nih pembicara kita di acara Parent Class, dr. Dimas
waahhh para orang tua dari sahabat kecil Pena Bangsa antusias sekali yah mendengarkan materi yang disampaikan oleh dr. Dimas
tuhh sedang serius mendengarkan materi tentang gizi yang disampaikan oleh dr. Dimas
Hallo kakak-kakak. Labday adalah kegiatan praktikumnya sahabat kecilnya Pena Bangsa loh. Jadi pelajaran-pelajaran yang udah diajarin ke sahabat kecil, pada labday ini akan dibahas ulang tapi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Ingin tahu kegiatannya apa aja?
Adik-adiknya ladi pada mau tiup balon lewat botol. Hehehehe
Obor pengabdian merupakan sebuah kegiatan yang mengumpulkan seluruh komunitas atau organisasi yang berrgerak dibidang sosial pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Mei 2015 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan yang digagasi oleh Taman Ilmu Universitas Padjadjaran ini dihadiri oleh banyak organisasi atau komunitas yang berada di Jawa Barat dan sekitarnya. Diantaranya yaitu Pena Bangsa, UI Mengajar, KMI ITENAS, Rumah Pelangi, Rumah Mimpi. Dalam kegiatan Obor pengabdian ini terdiri dari dua rangkaian acara yaitu, Seminar dan Join Statement Forum.
Seminar dimulai pada pukul 10 dan sebagai tanda dimulainya kegiatan Obor Pengabdian. Dalam seminar ini dihadiri tiga narasumber. Mereka adalah Pak Agus yang merupakan Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat. Lalu ada Kang Asep Suhendar yang merupakan Pendiri dan Pengurus dari Rumah Pelangi. Serta Bu Ani ketua yayasan cipta insan mulia. Mereka membahas topik mengenai pendidikan yang terjadi pada saat ini khususnya yang terjadi di Jawa Barat. Masing-masing mereka berbicara sesuai dengan kapasitas mereka sebagai tokoh dalam Masyarakat. Setelah mereka membahas permasalahan pendidikan, para audien dipersilahkan bertanya mengenai topik pembahasan seminar tersebut. Salah satu penanya diantaranya dari UI Mengajar yang menanyakan mengenai tanah sengketa yang diatasnya berdiri sekolah dasar yang berada di Sukabumi. Ia menanyakan peran pemerintah dalam menyelesaikan perasalahn tersebut. Karena menurutnya peran pemerintah sangat minim dalam menyelesaikan masalah tersebut. Lalu ia juga menanyakan anggaran pendidikan di Provinsi Jawa Barat. Lalu Pak Agus selaku ketua Komisi V DPRD merespon pertanyaan tersebut. Di Sukabumi terdiri dari 47 kecamatan dan merupakan kabupaten terluas di Jawa Barat. Sekolah dasar menjadi kewenangan DPRD kabupaten sehingga DPRD Provinsi tidak bisa membantu. Untuk anggaran, 24 triliun anggaran Provinsi Jawa Barat, 20% untuk pendidikan.
Setelah seminar tersebut, acara dilanjutkan dengan JSF (Join Statement Forum). JSF ini menerapkan sistem diskusi yang dibagi beberapa kelompok besar yang terdiri dari para peserta seminar yang merupakan perwakilan dari organisasi/komunitas sosial pendidikan yang berada di sekitar Jawa Barat. Ada empat topik yang harus dibahas oleh masing-masing kelompok, yaitu:
Peran pemerintah Jawa Barat dalam menyikapi permasalahan putus sekolah
Efektifitas program pendidikan yang telah ada
Kualitas guru atau pengajar
Peran lembaga informal dalam pendidikan
Keempat topik itu dibahas secara mendalam oleh masing-masing kelompok diskusi yang nantinya disampaikan kepada seluruh forum yang nantinya seluruh aspirasi dan solusi akan dicatat oleh panitia. Hasil dari forum ini akan sampaikan kepada DPRD Provinsi Jawa Barat dalam bentuk Draft Komunike yang nantinya menjadi masukan dari forum ini kepada DPRD Provinsi Jawa Barat.