KANTOR Pada tahun ke 4-nya Penerbit Harfeey, saya baru "berani" mau punya toko. Bisnis yang saya jalani memang fokusnya "ke dalam/mendalam", tidak langsung "melebar". Saya pastikan dulu akar atau pondasinya cukup kuat. Saya tidak begitu punya peduli dengan orang2 yang memberi pandangan kalo perusahaan tanpa toko/kantor resmi terlihat tidak profesional. Yang penting saya tunjukkan bukti dan cara kerja saya meski bukan berlatar "ruang kantoran", tapi hasilnya bisa disandingkan dengan yang terlihat profesional dari luar. Tidak sedikit saya lihat tempat usaha yang tampilan toko/kantornya aduhai tapi mereka gulung tikar, karena mereka langsung mengambil fokus melebar dan melupakan akar (brand) yang belum menancap kuat di benak konsumen. Dari dulu, saya tidak punya karyawan tetap yang bisa mengerjakan semua pekerjaan di perusahaan saya sementara saya tinggal ongkang2 kaki. Sejak dulu, promosi & handle orderan masih saya yang pegang, proses penerbitan masih saya yang lakoni, bahkan urusan packing hingga antar paket orderan pun saya masih ikut andil. Selama masih bisa saya kerjakan, saya akan kerjakan sendiri. Partner kerja ada bukan untuk mengambil alih pekerjaan saya, tapi untuk meringankan beban saya. Di bidang usaha ini, ada beberapa hal yang tidak mudah (saya menyebutnya sangat sulit) untuk dialihkan penanganannya pada orang lain, jadi saya komitmen untuk meng-handle-nya sendiri. Kebetulan saya juga bukan typical orang yang punya gengsi gede. Orang mau mandang luaran saya kecil ya terserah cuma karena perusahaan saya gak punya apa yang mereka sebut "kantor". Yang penting, perusahaan yang tidak ada "kantor"nya ini toh bisa bertahan 4 tahun untuk menghidupi dengan lebih dari cukup banyak orang, bisa membiayai kuliah saya sampai sarjana. Oh ya, tahun ini niatan saya punya toko/kios juga utamanya bukan untuk kantor CV Penerbit Harfeey, tapi untuk agen ekspedisi pengiriman barang yang dari dulu ingin saya buka. Seandainya tidak ada niatan untuk buka Wahana Maguwoharjo, saya juga tidak punya niatan untuk sewa kios cuma buat gegayaan punya kantor. Buat apa mubadzirin buang duit nyewa kantor yang harganya gak murah, kalo kerjaan bisa saya tangani sambil tiduran nyaman.













