Berkabut sedari dini hari dan diikuti hujan yg mulai deras..
Semoga puasa pertamamu tenang…
meski hati lagi ribut, semoga Allah lembutkan pelan-pelan.
Hujan di luar, semoga jadi rahmat juga di dalam.

PR's Tumblrdome
art blog(derogatory)
Stranger Things
hello vonnie

Janaina Medeiros

No title available

Origami Around

JVL
DEAR READER

祝日 / Permanent Vacation

@theartofmadeline

if i look back, i am lost

Discoholic 🪩
Sweet Seals For You, Always
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Show & Tell

oozey mess

Love Begins
No title available
Game of Thrones Daily
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Bulgaria

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Ukraine

seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from Brazil
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Brazil

seen from United States
@pepbahtiar
Berkabut sedari dini hari dan diikuti hujan yg mulai deras..
Semoga puasa pertamamu tenang…
meski hati lagi ribut, semoga Allah lembutkan pelan-pelan.
Hujan di luar, semoga jadi rahmat juga di dalam.
Kata pa Ustadz, cuma 2 jalan menuju BAHAGIA - BERSYUKUR atau BERSABAR
Orang baik boleh jatuh,
tapi tidak pantas menginjak dirinya sendiri
“Ini hanya gelombang.
Tidak berbahaya.
Aku tidak sedang diserang.
Aku sedang kecewa, dan itu akan turun.”
Jangan melawan rasa. Biarkan ia lewat.
Perasaan itu seperti ombak—selalu turun kalau tidak dilawan.
Allah tidak menilai kamu dari barang yang kamu terima, tapi dari niat baik yang ada sebelum kamu tertipu.
“Ya Allah, aku tertipu karena aku berharap baik.
Jangan Engkau jadikan ini luka,
jadikan ia pagar.”
Aku sudah cukup hari ini.
Tidak perlu kuat, tidak perlu bijak, tidak perlu menyalahkan diri.
(Hasbiyallāhu lā ilāha illā Huwa). Cukup Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia) Allah bagiku, tiada tuhan selain Dia)
Aku adalah lelaki yang punya rasa tapi tetap punya kendali.
Boleh berdoa
Boleh berharap
Tapi jangan memaksa takdir dan gunakan do'a yang beradab yang menyerahkan pilihan terbaik kepada Allah.
Karena Allah tahu yang tidak kamu tahu. Kadang Allah menjauhkanmu dari sesuatu bukan kamu tidak pantas-tapi karena Dia sedang menyelamatkanmu dari sesuatu yang tidak kamu lihat.
Ya Allah, jika Maryam baik untuk agamaky, hidupku dan akhiratku maka dekatkanlah dai kepadaku dan jadikanlah kami berjodoh.
Dan jika dia tidak baik untukku, maka jauhkanlah aku dari dia dan lapangkan hatiku dengan takdir-Mu.
Pelit adalah sifat yg dibenci. Dibenci Alloh dan Rosulnya juga dibenci oleh sesama bahkan ia dibenci oleh binatang.
Tidak ada sifat yg tidak disukai, dibenci di antara dua orang yg berkumpul, saling membenci satu sama lain ketika PELIT ada pada keduanya
She was my love
dia perempuan atau laki-laki
dia berupa waktu/karir/uang/fasilitas/jabatan apapun itu selain Alloh adalah mahluk.
dia diadakan dan dihadirkan Alloh adalah untuk menjadi pelajaran buat loe, apakah kalo dia hilang darimu akan menjadikan hilangnya Alloh di diri loe?
Adakah hadirnya dia lebih akbar dari Alloh di diri loe?
Saat loe takbir dalam sholat, siapakah yg besar yg loe ingat ? dia atau mahluk-mahluk Alloh yg dihadirkan kepada loe, atau yg pergi dari loe? atau Allohu Akbar!
Layaknya musik bukan sekedar variasi tapi seberapa besar dapat dinikmati. Maka hidup terasa lebih nikmat manakala banyak disyukuri
Kasih Sayang Alloh Ta'ala
Kasih sayang Alloh senantiasa bekerja meskipun dalam titik paling sunyi dalam kehidupan , dalam dalamnya lautan, dalam dalamnya kegelapan malam dan dalamnya perut ikan sekalipun.
Begitu jua kasih sayang Alloh senantiasa bekerja meskipun dalam kepungan kesulitan, panasnya kehidupan, dalam panasnya kobaran api.
TERUSLAH TAAT WAHAI DIRIKU - TERUSLAH SEMANGAT
Sebelum menjadi ibu yang baik, kita perlu belajar bagaimana menjadi pasangan yang baik. Dan sebelum menjadi pasangan yang baik, kita perlu belajar bagaimana menjadi pribadi yang baik.
Makanya sungguh lucu ketika ada seseorang yang ingin menjadi ibu yang baik, namun tidak mau belajar bagaimana menjadi istri yang baik. Padahal salah satu fondasi untuk bisa menjadi ibu yang terbaik adalah, menjadi istri yang baik terlebih dahulu.
Fondasinya harus sesuai di awal agar kokoh bangunannya menjulang ke atas. Tidaklah mungkin seseorang menjadi ibu yang baik bagi anak- anaknya, bila ia tidak pernah menjadi istri yang shalihah bagi suaminya.
Ketahuilah wahai saudariku, jika kau tidak bisa menjadi istri yang baik, maka kau juga akan sulit menjadi ibu yang baik. Sebab, jika suamimu saja tak bisa kau perlakukan dengan semestinya, maka bagaimana mungkin kau berharap bisa menjadi ibu yang baik di Mata Allah?!
—Riany Azzahra @gadisturatea
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ
"Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah."
(QS. Fatir 35: Ayat 5)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Saya sedang mencari kerja. Tapi belum juga dapat padahal sudah apply banyak lowongan. Apa saya harus tahajud? Padahal saya sholat 5 waktu, berdoa, dan mengaji setiap hari (walau kadang tidak khusyuk). Apakah itu tidak cukup?
Turut bersimpati dan berempati atas apa yang kamu alami ya.. Perihal cukup tidak cukup, hanya Allah yang berhak melakukan penilaian. Tugas kita sebagai hamba-Nya hanya diminta berprasangka baik, dibarengi ikhtiar dan tawakal.
Perihal ibadah yang dimaksud, perlu adanya kehati-hatian ya.. takutnya jadi salah orientasi dalam melandaskan niatan dibalik ibadah kita, bahwa kita beribadah bukan agar mendapatkan pekerjaan, dsj. namun lebih dari itu adalah agar kita bisa menjemput ridhonya Allah, dzat yang mampu mencukupi hajat makhluk-Nya. Sehingga dari situ Allah bukakan pintu rahmat-Nya kepada siapapun hamba-Nya yang meminta.
Dalam sholat dan doamu, minta juga ke Allah agar dilapangkan dadamu, supaya diberikan ruang yang makin lebar dalam penerimaan, sehingga meskipun Allah mungkin sedang uji dengan ujian yang ngga mudah, kelapangan hati kita bisa terus mendorong agar kita mencoba langkah-langkah baru. Sebab psikologis kita jadi lebih tenang.
Barangkali CV kita masih perlu diperbaiki, relasi kita perlu diperluas, kepikiran silaturahim ke siapa, dsb. Ini ikhtiar-ikhtiar yang akan terpikirkan ketika Allah hadirkan ridho-Nya tadi. Itulah kenapa, memperbanyak amal shalih silakan, malah bagus. Namun bukan diniatkan agar dapat kerjaan, melainkan agar menjadi bukti bahwa tanpa bantuan Allah kita bukan siapa-siapa.
Wallahua'lam. Turut mendoakan juga untuk siapapun yang sedang mengalami hal yang serupa, semoga penantiannya, Allah ganti dengan hasil yang tidak disangka-sangka.🙏🏻
Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (65:2) dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu. (65:3)
Dalam hidup ini, yang penting kita selalu mempunyai self-motivation yang sustainable, berkelanjutan. Barangkali itu makna “innalladzi na amanu wa amilusshalihat falahum ajrun ghairu mamnuun”. Jadi yang beriman dan beramal shalih-lah yang akan mendapatkan nikmat yang berkelanjutan.
Nikmat yang berkelanjutan itulah bentuk self-motivation yang terus menerus menimbulkan gairah dan prasangka baik terhadap setiap kejadian. Apapun yang terjadi, yakin bahwa itu yang terbaik, meskipun bentuknya berupa ‘musibah’, sebab musibah itu juga atas izin Allah, jadi dikembalikan saja pada Allah.
Jika kehidupan adalah merupakan kumpulan dari ujian kesabaran, maka pada setiap penantian, seringkali kita diuji untuk tetap percaya pada waktu-Nya
Ada saat di mana kehidupan mengajarkanmu perihal bersabar dalam sebuah penantian. Bukan sekedar menanti hari demi hari yang terus berlalu tanpa arti, melainkan sebuah penantian yang penuh dengan do'a, harapan, dan keyakinan yang dibalut dengan kesabaran atas semua ikhtiar panjang yang telah kamu lalui sejauh ini.
Di antara sekian banyak tema hidup akan penantian, mungkin penantian akan pasangan hidup adalah sesuatu yang acapkali menguras hati. Ketika keyakinan yang di awal terlihat begitu kokoh, lantas menjadi goyah akibat terus bergelut dengan keraguan, rasa kecewa, bahkan keputusasaan.
Setelah penantian yang begitu panjang itu, ada titik di mana kesabaranmu mulai diuji. Rasanya seolah semua doa, usaha, dan harapan yang telah diupayakan berulang kali hanya akan berakhir tanpa kepastian jawaban lagi. Pada saat itulah, pertanyaan "Allah, harus berapa lama lagi?" mulai berbisik dalam benakmu, menggoyahkan keyakinan yang selama ini telah kuat terpatri.
Memang, ada saat-saat di mana perasaan lelah menjadi begitu mendalam, hingga kamu mulai mempertanyakan makna dari kesabaran itu sendiri. Entahlah, pada posisi ini tidak ada nasihat apapun yang menguatkan, selain jangan pernah lupakan bahwa Allah selalu melihat setiap tetes air mata, setiap keringat, dan setiap usaha yang telah kamu lakukan.
Allah tidak pernah membuatmu menunggu tanpa alasan. Penantian ini mungkin adalah cara-Nya untuk membersihkan hatimu dari segala keraguan, atas segala prasangka, hingga kelak yang tersisa hanyalah ketulusan dan kepercayaan penuh kepada-Nya. Kamu dipersiapkan, dibentuk, dan dibimbing agar ketika akhirnya saat itu nanti tiba, kamu sudah cukup siap, baik dalam menerima maupun memberi cinta yang sejati.
Penantian akan pasangan hidup bukan hanya tentang menunggu seseorang hadir, tetapi tentang bagaimana kita memantaskan diri, membersihkan hati, dan terus memperbaiki ikhtiar. Karena pada akhirnya, yang kita tunggu bukanlah sekadar pasangan, melainkan amanah besar dari-Nya yang membutuhkan kesiapan hati, jiwa, dan pikiran yang utuh.
Maka, di tengah mungkin mulai riuhnya kepalamu atas semua keraguan, tetap bersabarlah. Karena penantianmu bukanlah tanpa arti. Dia yang kamu nanti pun sedang dipersiapkan, seperti halnya dirimu. Percayalah, ketika saatnya tiba, segala penantian ini akan terbayar dengan keindahan yang tak ternilai, dengan cinta yang diridhoi-Nya, dan dengan rasa syukur yang tiada batasnya.
Ternyata ia sederhana: jangan fokus pada hasil, nanti kamu tak mulai-mulai untuk berubah.
Fokus sajalah dulu pada perubahan kecil yang kau bisa, maka dengan sendirinya ada hasil yang kau dapat.
Bekasi, 12 Juni 2023
“Jangan Bersedih”
@edgarhamas
Tsur, goa itu sempit seakan tak punya ruang tuk kau bisa merenggangkan otot-ototmu. Gelap, jika kau melihatnya, kau takkan percaya bahwa dulu ia pernah jadi persinggahan dua tokoh teragung sepanjang sejarah manusia, 3 hari lamanya.
Rasulullah ﷺ dan sahabatnya, Abu Bakr Ash Shiddiq. Keduanya bertolak dari Makkah menuju negeri Madinah. Namun kafir Quraisy tak membiarkannya. Diumumkanlah oleh pembesar Quraisy, “siapa yang bisa membawa Muhammad kembali ke Makkah, hidup atau mati, maka baginya 100 ekor unta!”
“Kala itu, ketika Aku dan Rasulullah ﷺ di Goa Tsur”, tutur Abu Bakr sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik, “kaki-kaki orang musyrikin sungguh berada di atas kepala kami. Maka aku bilang pada Rasulullah; kalau mereka mengangkat kaki, kita pasti akan terlihat.”
Saat-saat mencekam antara hidup dan mati. Bayangkan, dua manusia hebat itu dikejar oleh puluhan pemburu berpengalaman dan ‘pembunuh bayaran’, belum lagi penunggang kuda tangguh dan ahli pencari jejak terbaik di Makkah.
Namun, jika kamu disana, kamu seketika akan menjadi manusia paling tenang.
Ya, paling tenang, ketika jiwamu berdesir mendengar suara indah baginda Rasulullah ﷺ berbisik padamu,
“wahai Abu Bakr, apa pendapatmu tentang dua orang (Rasul dan Abu Bakr), kemudian Allah hadir menjadi yang ketiga?”
Lagi-lagi suara agung itu berbisik tepat di hadapanmu, sembari yakin dan sama sekali tak ada guratan ketakutan,
“…jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
(QS At Taubah 40)
Allah menutup kisah Rasul dan Abu Bakr di Goa Tsur dengan firman-Nya, “Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
Kita, diajak berpikir tentang; betapa Mahabesar Allah yang skenario-Nya selalu istimewa. Allah ingin kamu tahu, bahwa jika dunia berkumpul untuk menghabisimu, sungguh itu takkan mengkhawatirkanmu selagi akidahmu yakin. “Jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita.”
Jangan bersedih. Hidupmu sedang tak mulus, hubunganmu dengan orang-orang yang kau cinta sedang pupus, cita-citamu tak kunjung lulus. Ketika masalah demi masalah menghantammu, “jangan bersedih, Allah bersama kita.”
Namun, sedihlah kamu! Sedihlah terus! Kalau bersama Allah kamu tak mau. Galaulah terus! Bimbanglah terus! Jangan tanya kenapa, Tuhan saja kau tak pernah meminta, pada nikmat saja engkau kufur, pada hidup saja kau banyak mengeluh.
“Jangan bersedih”, adalah janji-Nya untukmu yang senantiasa yakin dan sabar dalam ketaatan. Namun jika kau berpaling, mau kau kumpulkan emas setinggi gunung, mau kau keliling dunia tetap saja begini, “Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS Al An'am 125)