Jenis-Jenis Fotografi
Beragamnya jenis foto yang bisa dihasilkan terkadang membuat kita sendiri bingung mengenai ada berapa banyak sebenarnya jenis-jenis fotografi yang ada di dunia ini.
Menurut penulis, menjadi penting untuk mengetahui beragam jenis fotografi yang ada dalam kaitannya dengan tujuan untuk memudahkan seseorang dalam menemukan passionnya dalam dunia fotografi ini.
Juga penting untuk dijadikan sebagai bahan referensi mengenai jenis foto seperti apa yang bisa dijadikan bahan belajar bagi yang menekuni atau memiliki hobi fotografi.
Oleh karena itu, hadirlah postingan ini dimana akan ada 10 jenis fotografi yang bisa dijadikan inspirasi berdasarkan apa yang dipublikasikan oleh Karyadi dalam bukunya yang berjudul “Fotogrfai” tahun 2017 silam.
Ketahui juga:
Apa Itu Foto Polaroid? Memasarkan Jasa Fotografi Melalui Blog atau Website
Berikut jenis-jenis fotografi tersebut beserta definisi atau penjelasan singkatnya:
Fotografi Manusia yaitu semua jenis foto yang dipotret dimana objek utamanya yang diambil adalah manusia. Apapun itu yang berhubungan dengan manusia dan dianggap memiliki daya tarik dan nilai yang bisa divisualkan, maka bisa dianggap sebagai fotografi manusia. Pada jenis fotografi yang pertama ini, terdapat beberapa kategori dalam fotografi manusia itu sendiri mulai dari portrait, human interest, stage photography, sport, glamour, dan wedding photography.
Fotografi Nature. Bedanya dengan fotografi manusia, objek utama yang dipilih adalah makhluk hidup ataupun segala sesuatu yang bersumber dari alam mulai dari hewan, tumbuhan, gunung, hutan, dan yang lainnya. Dan bisa dikombinasikan antara makhluk hdup maupun tak hidup (bebatuan, pasir, dan sebagainya). Beberapa kategori yang ada pada jenis fotografi alam ini bisa berupa foto flora, foto fauna, dan foto lanskape.
Fotografi Arsitektur yaitu foto yang objek utamanya berupa bangunan dari berbagai sudut pandang baik dari segi konstruksi, desain, budaya sejarah dan seterusnya yang berhubungan dengan suatu bangunan fisik. Dari namanya saja, kita sudah tahu bahwa jenis foto ini memiliki peran di bidang arsitektur ataupun teknik sipil karena kedua bidang tersebut sangat erat kaitannya dengan konstruksi dan desain sebuah bangunan.
Fotografi Still Life. Aliran fotografi ini memiliki tujuan utama untuk menciptakan kesan bahwa suatu benda atau hal yang “mati” bisa tampak sangat “hidup.” Salah satu contohnya adalah fotografi makanan atau sekumpulan benda dapur dan sebagainya yang tidak bernyawa namun tampak benar-benar hidup. Bahkan, telah banyak yang menyajikan fotografi ini dengan membentuk benda mati tampak menyerupai makhluk hidup untuk memudahkan penyampaian pesan
Fotografi Jurnalistik. Dari namanya saja, kebanyakan kita pasti sudah tahu mengenai jenis fotografi ini dimana berbagai gambar yang dihasilkan digunakan untuk keperluan pers atau peliputan sebuah peristiwa. Ketika berbagai peristiwa yang diberitakan dalam bentuk teks disertai dengan informasi visual dalam bentuk foto mengenai suatu kejadian, maka akan lebih menguatkan isi berita yang disampaikan ke pemirsanya. Bahkan, antara isi berita dan foto yang aktual menjadi dua hal yang tidak boleh dipisahkan dalam suatu pemberitaan.
Fotografi Aerial. Pasti bukan hal yang asing lagi bagi kita mengenai hasil foto yang didapatkan dengan menggunakan drone, bukan? Itu adalah salah satu alat untuk membuat fotografi aerial ini. Fotografi ini berguna untuk kepentingan dalam banyak hal mulai dari survei kontruksi, militer, cuaca dengan fokus pengambilan gambar melalui udara atau angkasa.
Fotografi Bawah Air. Jika fotografi udara bukan lagi hal yang baru, sepertinya sama halnya juga dengan fotografi bawah air yang sering digunakan oleh para penyelam untuk mengabadikan segala sesuatu yang menarik baginya.
Fotografi Seni Rupa. Pernah lihat kan foto yang tampak jelas maupun tidak jelas apa objeknya atau terkesan abstrak? Itulah salah satu hasil dari jenis fotografi seni rupa ini dimana fokusnya adalah menyampaikan pesan secara artistik. Untuk foto jenis ini, biasanya dapat dengan mudah ditemukan di museum atau galeri seni yang memang murni menampilkan seni itu sendiri dengan berbagai pesan yang mendalam. Pada tahapan ini, fotografernya bahkan sangat terkesan sebagai seorang seniman asli lewat kamera yang digunakannya.
Fotografi Makro. Jenis fotografi selanjutnya lebih menekankan teknik pengambilan gambar atau objek jarak dekat. Bahkan, sudah banyak bermunculan yang namanya kamera dan lensa makro untuk mengambil gambar dari objek yang sangat kecil agar lebih jelas lagi.Hal tersebut salah satunya dimaksudkan tidak hanya untuk melihat suatu objek kecil dengan mudah, namun juga bisa memvisualisasikan detail dari objek yang dipotret.
Fotografi Mikro. Jenis fotografi yang terakhir ini bukanlah kebalikan dari fotografi makro. Namun, justru memiliki kesamaan dimana objek utamanya berukulan kecil. Bedanya, fotografi mikro fokus pada objek yang berukuran mikroskopik atau sangat kecil. Jika fotografi makro contohnya adalah semut, maka fotografi mikro adalah apa yang menjadi bagian dari isi tubuh semut itu sendiri atau bagian lainnya yang lebih kecil yang tidak dapat dengan mudah dilihat mata. Fotografi ini sangat berperan penting untuk digunakan dalam dunia atau bidang sains untuk keperluan penelitian. Dan tidak jarang, pengambilan gambarnya pun bisa menggunakan mikroskop.
Demikian jenis-jenis fotografi berdasarkan sumber diatas beserta penjelasan singkatnya. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan karena untuk penjelasannya sendiri, penulis menambahkannya sesuai dengan pengetahuan penulis sendiri. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian.














