seen from Moldova
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States
seen from Russia

seen from Russia

seen from United States

seen from Moldova
seen from China
seen from Austria

seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from China
seen from Germany
seen from China

seen from Moldova
seen from United States
seen from Moldova
Memasarkan Jasa Fotografi Melalui Blog atau Website
Artikel ini sebenarnya merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai perlukah seorang fotografer membuat sebuah blog atau situs? Meskipun bukan hal yang wajib, namun pada tulisan tersebut saya mengingatkan satu hal penting yaitu besarnya jangakauan pasar yang bisa dimasuki oleh seorang fotografer untuk menjangkau lebih banyak lagi konsumen melalui mesin pencari seperti Google.
Ibaratnya begini, ketika kita membutuhkan jasa fotografi dan kita belum menentukan tempat atau fotografer mana yang akan kita gunakan layanannya, kemungkinan besar kebanyakan kita melakukan pencarian menggunakan Google.
Dari hasil penelusuran yang ditampilkan di Google mengenai jasa fotografi tersebut, seberapa sering anda menemukan bahwa salah satu hasil pada halaman 1 Google merupakan link yang menuju halaman media sosial seorang fotografer atau studio foto?
Mungkin akan ada 1 link di halaman atas pencarian menuju halaman Facebook fotografer atau studio foto, tapi kemungkinananya sangat kecil. Kebanyakan hasil yang dimunculkan adalah link menuju situs atau blog yang memiliki informasi mengenai jasa yang kita butuhkan.
Atau paling-paling, hasil paling teratas adalah paket studio foto dan layanan terkait lainnya yang bersumber dari Google Maps untuk memaksimalkan pencarian yang bersifat lokal agar anda bisa mendapatkan layanan fotografi yang terdekat dari tempat tinggal atau lokasi dimana anda melakukan pencarian.
Hal ini penting untuk saya sampaikan karena ketika blog atau situs anda bisa tampil di halaman 1 Google, maka peluang untuk mendapatkan konsumen pun lebih banyak. Hasil pencarian didominasi oleh website mengenai jasa fotografi, sedangkan halaman Facebook tertentu yang meskipun menawarkan hal yang sama, peluang untuk muncul di mesin pencari sangatlah kecil.
Semakin banyak yang akan melihat layanan anda di Google, maka semakin banyak pula konsumen yang berpeluang untuk menggunakan jasa anda.
Bagaimana jika blog atau situs fotografi anda tersebut dikombinasikan dengan pemanfaatan sosial media? Maka akan semakin besar pula jangakauan yang bisa anda raih karena anda bisa menjangkau pengguna sosial media, juga mereka yang melakukan pencarian informasi layanan menggunakan Google.
Pada tahap ini, jika anda adalah seorang fotografer yang dengan kemampuan tersebut berniat untuk mendapatkan lebih banyak konsumen, bukankah jiwa bisnis anda akan mengatakan bahwa anda membutuhkan platform berupa blog atau website?
Tujuan utamanya 1,yaitu meningkatkan peluang untuk mendapatkan lebih banyak pengguna jasa fotografi yang anda tawarkan.
Bahkan, dengan sebuah situs, anda juga bisa membangun brand diri anda sendiri sebagai fotografer profesional dan juga membangun brand untuk bisnis tersebut dalam waktu yang bersamaan.
Hal yang perlu saya ingatkan lagi adalah, kebanyakan kita saat ini seringkali sudah melakukan pencarian informasi menggunakan hp. Bisa dilakukan kapan saja dan diaman saja selama internet tetap terhubung dan hp tidak lobet.
Itu juga yang dilakukan oleh calon pelanggan anda. Jika mereka membutuhkan jasa fotografi, mereka akan mencari anda menggunakan Google.
Entah itu blog atau website, platform tersebut bukan lagi hal yang baru bagi para pebisnis untuk memanfaatkan besarnya jumlah pengguna internet dalam mengembangkan bisnisnya.
Kabar baik lainnya adalah, katakanlah anda menawarkan jasa fotografi di daerah anda tinggal dan masih belum banyak yang memiliki website.
Misalnya anda bertempat tinggal dan menjalankan bisnis di Kota Ambon. Anda pun tahu bahwa banyak pesaing jasa fotografi di sekitar kota tersebut yang semuanya belum memiliki website. Jika anda menjadi orang pertama yang melakukannya dan ada yang mencari jasa tersebut di Google dengan mengetikkan “Jasa fotografer di Ambon,” besar kemungkinan situs anda akan tampil di halaman 1 Google karena belum ada situs yang menawarkan hal yang sama.
Dengan begitu, tidak masalah jika jasa fotografi anda baru saja berjalan 1 atau 2 bulan yang lalu sementara yang lainnya sudah berumur hingga belasan tahun. Pasar anda ada di internet dan bahkan tidak menutup kemungkinan, situs anda akan dikenal sebagai situs pertama yang menawarkan jasa tersebut secara online.
Tertarik?
Perlukah Seorang Fotografer Membuat Sebuah Blog?
Sebuah blog, seperti yang anda baca saat ini merupakan sebuah portal online yang bisa dimanfaatkan untuk berbagi berbagai macam informasi. Tidak terkecuali informasi mengenai fotografi itu sendiri sebagaimana yang saya lakukan ini.
Siapapun bisa membuat blog dengan mudah. Jika tidak tahu caranya, dengan kemampuan internet saat ini kita sudah bisa dengan mudah membuat blog dari berbagai sumber panduan yang bisa membimbing kita dengan mudah.
Jika anda adalah seorang fotografer, baik itu hanyalah menjadi bagian dari hobi ataupun pekerjaan utama, kira-kira perlukah hobi dan pekerjaan tersebut untuk memiliki blog sebagai portal fotografi anda sendiri?
Membuat blog bagi seorang fotografer itu perlu, tapi tidak wajib!
Sub-judul diatas sepertinya sudah bisa menjadi jawaban mengenai apakah seorang fotografer perlu membuat blognya sendiri. Meskipun sifatnya relatif, menurut saya sebenarnya agak penting untuk dimiliki ketimbang tidak sama sekali.
Bukannya apa-apa, hal ini karena adanya manfaat yang penting untuk didapatkan oleh seorang fotografer sendiri ketiak ia sudah memiliki blognya sendiri.
Ketika seorang fotografer membangun blog fotografi terbaiknya, ia kemudian memiliki media baru untuk menampilkan karya-karya terbaik yang dimilikinya sehingga portal tersebut bisa menjadi sebuah portofolio online atas apa yang menjadi pekerjaan atau hobinya.
Sebenarnya, menggunakan social media juga bisa mendapatkan manfaat yang sama, akan tetapi karena penggunaan platform pada dasarnya berbeda, maka hasil yang didapatkan pun akan menjadi tidak sama.
Jika seorang fotografer akan mengunggah setiap karyanya di sosial media, maka interaksi yang akan didapatkannya bisa jadi lebih mudah dalam waktu yang singkat. Akan banyak orang yang berkomentar dan memberikan like. Akan tetapi, sosial media juga berisi orang-orang yang akan menganggap bahwa apa yang kita lakukan itu remeh-temeh hingga berujung pada diskusi yang terkadang lucu dan tidak relevan lagi dengan karya yang kita upload.
Di blog juga demikian, namun persentase untuk itu bisa terjadi sangatlah kecil.
Manfaat selanjutnya adalah peluang karya seorang fotografer akan menjangkau lebih banyak orang lagi. Jika menggunakan media sosial, kebanyakan hanya akan menjangkau penggunaka media sosial saja. Sedangkan ketika membangun blog, pemirsa di sosial media akan tetap bisa dijangkau dengan membagikan link blognya maupun mendapatkan jangkauan pembaca yang datang dari mesin pencari.
Google sendiri merupakan salah satu mesin pencari paling populer di dunia ketika tulisan ini dibuat. Hal itu bahkan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Mengetahui hal ini, blog fotografi yang akan anda kelola nantinya pun akan berpeluang untuk dapat dilihat oleh lebih banyak orang lagi.
Selain itu, memiliki blog bagi seorang fotografer seolah akan menjadi portal resmi bagi diri anda sendiri. Lagi-lagi, hal ini bisa juga dimanfaatkan oleh sosial media, namun dalam hal membangun brand atau citra diri sendiri sebagai seorang fotografer profesional, blog akan lebih berguna ketimbang platform lainnya.
Dan hal yang juga bisa anda dapatkan adalah anda bisa menjadikan sebuah blog sebagai bagian dari strategi marketing berbasis digital jika anda ingin membagikan informasi fotografi sambil bertujuan untuk mendapatkan klien atau konsumen jasa anda.
Sama dengan jenis bisnis yang menawarkan layanan lainnya, jasa fotografi pun bisa anda tawarkan pada para pegunjung blog maupun situs yang anda kelola. Dengan begini, maka peluang untuk memasuki pasar yang jauh lebih luas di internet pun semakin terbuka lebar.
Namun saya ingatkan kembali, memiliki blog bagi seorang fotografer bukanlah hal yang wajib meskipun banyaknya manfaat yang bisa diperoleh baik untuk diri sendiri secara personal maupun sebagai lahan bisnis yang berkaitan. Ada juga orang yang sekedar hanya ingin berbagi tanpa peduli platform apa yang digunakan karena niat murninya hanya ingin berbagi.
Bagaimana menurut anda mengenai hal ini? Berutahu saya di komentar. Ingat untuk share, reblog dan like postingan ini ya. Terima kasih. Salam jepret!