“Berapa lama lagi kau harus menahan sakit sendiri hingga kau tersadar bahwa ia bukan yang tepat untukmu?”
—
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola

gracie abrams
Keni
Show & Tell
Today's Document
tumblr dot com

titsay

Love Begins

Game Changer & Make Some Noise

Product Placement

tannertan36
I'd rather be in outer space 🛸
KIROKAZE

PR's Tumblrdome

roma★
No title available
No title available
Mike Driver
Game of Thrones Daily

seen from Sweden
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Venezuela

seen from Singapore
seen from Türkiye
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
seen from Brazil
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Spain
@pi2ttttt-blog
“Berapa lama lagi kau harus menahan sakit sendiri hingga kau tersadar bahwa ia bukan yang tepat untukmu?”
—
“Bagimu aku hanyalah seorang teman yang sudah terlanjur nyaman. Dan sialnya, aku hanyalah seorang teman yang sudah terlanjur sayang.”
—
Kali Ini
Kali ini aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memperjuangkanmu dalam diam. Dia menerbitkan cahaya rindu setiap pagi, untuk memastikan tak ada sisi yang termakan oleh gelapnya sepi. Dan senyummu, adalah penggerak romansa hatinya, tanpa perlu tambahan kafein untuk meningkatkan detak pada tiap detiknya. Apakah kau menyadari? Aku yakin tidak. Kali ini aku juga akan bercerita, mengenai seseorang yang merawat rasa untukmu sendirian. Dia merangkai simfoni rindu setiap siang, untuk mengalahkan nada sumbang hampanya hari. Dan tawamu, adalah nyanyian terindah yang pernah didengarnya, tak bisa ia hentikan karena terus terngiang pada relungnya. Apakah kau mengetahui? Sepertinya tidak. Kali ini pun aku akan bercerita, mengenai seseorang yang memelihara asa padamu dalam kelam. Dia menyatukan kepingan angan setiap malam, untuk menerangi tiap sudut kisah yang olehmu tak pernah terfikirkan. Dan tatapmu, adalah refleksi terbaik dari sebuah harapan, tak pernah ia lupa akan rasa dari dua bola teduh yang menyamankan. Apakah kau memahami? Aku rasa tidak. Kali ini, apakah aku masih boleh bercerita? Apakah aku masih dapat tempat untuk didengarkan? Apakah kau percaya bahwa dia itu adalah aku? Jawabannya, tentu saja, tidak. Karena kau tak ingat di mana menaruh peduli, kau pun lupa untuk menghargai, kau bahkan tak tahu sudah berapa lama aku di sini. Jadi, bagaimana jika aku bertanya apakah aku boleh pergi? Aku harap jawabanmu tetap tidak, karena dengan senang hati aku akan bertahan di sini. Lagi.
Leleh 😊😣😭
Kita memang sama-sama jatuh. Namun bedanya, aku terjatuh dalam cinta sendirian, sedangkan kau memilih jatuh dalam ketidakpedulian.
biarkan saja aku berjuang dengan doaku, siapa tahu takdirmu bisa dipatahkan, lalu akhirnya aku yang menjadi pilihan.
- ichwaans
Aku memang harus mengenalmu untuk belajar bahwa ego adalah batu yang masuk ke dalam sepatu. Ia jelas menyakitkan, jelas mengganggu. Kita takbisa jalan jauh dengan keadaan kaki seperti itu. Mesti dikeluarkan, walau kita harus lebih dulu menghentikan perjalanan.
Desi P. Lestari
Aku tidak menunggumu, sungguh.
Aku hanya berharap kamu mengerti
Aku tahu rasanya hati yang patah sebab menyimpan cinta dan rindu yang tak tersampaikan. Namun, do'a datang untuk menenangkan: keduanya pun reda berganti rida.
Cinta Platonik
Kamu pasti pernah merasakan bagaimana mengagumi seseorang dengan tiba-tiba. Entah itu karena kamu tanpa sengaja melihatnya berlatih bola basket, membantu kedua orangtuanya berjualan, memiliki prestasi yang baik, bahkan sekadar alasan bahwa dia orang yang dingin, mampu membuat kita menaruh hati kepadanya.
Namun, seperti kata pepatah, tidak semua hal bisa kita dapatkan, begitu pun timbal balik dari perasaan suka, naksir, atau cinta kita. Kadang-kadang penolakan mentah-mentah menimpa kita seandainya berani mengutarakan perasaan kita kepada seseorang itu.
Nah, untuk menghindari bagaimana sakitnya diabaikan dan ditolak, kita bisa memakai konsep Cinta Platonik yang pernah dibicarakan oleh filsuf terkenal Plato ribuan tahun yang lalu. Berikut keuntungan Cinta Platonik yang dikembangkan dari konsep filsafat Plato.
Tidak Diungkapkan
Memendam perasaan bukan hal mudah. Kita akan selalu gelisah karena hati kita sudah jatuh kepada orang tersebut. Kita ingin si dia mengetahui apa yang kita rasakan. Tapi memilih untuk tidak mengungkapkan adalah juga pilihan yang tepat, sebab kita tidak membebankan diri kita untuk mencari banyak cara untuk bisa memilikinya. Hanya Tuhan dan diri kita sendiri yang mengetahui kadar cinta kita. Yang kita rasakan hanya kebahagiaan.
Tanpa Nafsu
Kadang-kadang kita tertarik dengan fisik seseorang. Bisa karena wajahnya yang cantik dan tampan, atau tubuhnya yang nyaris sempurna. Itu membangkitkan nafsu kita kepadanya. Lantas kita berusaha keras dengan segala cara untuk mendekatinya. Bahkan kita pun berusaha membuat diri kita tampak lebih baik meskipun menghabiskan banyak uang. Nah, dengan cinta platonik, kita dituntut untuk menghilangkan nafsu. Kita mencintanya karena cinta itu sendiri. Bahkan ada ungkapan cinta platonik hanya memandang sebatas ujung rambut kepala hingga leher orang yang dicintai.
Tidak Ada Cemburu
Saat kita memutuskan untuk mencintai dengan cara cinta platonik, kita sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa kita tidak ada hak atas dirinya. Biarkan dia tidak mengetahui apa yang kita rasakan, biarkan dia mencintai siapa pun, dan biarkan dia bahagia dengan dunianya. Beratkah cara ini? Tentu saja. Dalam cinta biasa, cemburu itu wajar, tapi dalam cinta platonik, cemburu itu mengikis cinta. Ingatlah mengapa kita mencintainya? Sebab cinta, bukan sebab cemburu.
Tanpa Batas Waktu
Cinta platonik sejalan dengan cinta sejati. Ia akan terus terawetkan, lestari, dan tanpa batas waktu. Meskpun yang dicintai telah tiada atau tubuhnya dimiliki orang lain, cinta platonik akan tetap hidup. Sejak cinta platonik dipilih seseorang untuk mencintai seseorang lain, ia akan selalu bisa merasakan kebahagiaan karena rasa syukur bahwa ada seseorang yang selalu bisa ia cintai.
Tidak Kenal Lelah Berbuat Baik Kepada Banyak Orang
Kekuatan cinta platoniknya kepada seseorang akan ia gunakan untuk berkegiatan yang positif. Atas dasar cinta yang ia rasakan, ia akan membantu banyak orang yang membutuhkan. Sebab energi positif dari cinta itu mampu menggerakannya untuk mengerjakan apa pun yang juga positif. Ia pun menerbar senyum dan kebahagiaan dirinya kepada banyak orang. Menginspirasi anak-anak muda untuk selalu berpikir positif dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Amour Platonicus
Telanjur:
jika sudah saling terhubung, dia di mana, kamu di mana, dia sedang apa, kamu sedang apa, dia sekuat apa berhenti bicara padamu, dan kamu sekuat apa menahan ingin menyapanya, jatuh cinta selalu ada di tengah, ia menghubungkan, kalah semua jeda dan diam.
“Aku berjuang untuk membantumu melupakannya, kau berjuang untuk terus bisa kembali mendapatkannya. Kau tak pernah mengerti, akulah di sini yang sejatinya selalu peduli.”
— (via mbeeer)
“Bukannya aku masih belum ikhlas, tapi aku masih tak tau bagaimana caranya mencintai orang baru selain kamu.”
— (via mbeeer)
Sialnya, yg dirindukan adalah mahluk yg jelas-jelas mencampakkanmu.
Aku kadang benci pada kelelahan. Bukan hanya sebab rasa badan yang remuk redam. Alasannya, karena kelelahan seringkali membawaku pada kerinduan lain: rindu ketika kamu dengarkan, rindu ketika kamu kuatkan.
“Aku mulai baik-baik saja tiap kau tak ada kabar. Mulai tidak sering khawatir jika kau pergi tanpa pamit. Kau tak sadar, sikap acuhmu itu pelan-pelan mengajarkanku untuk mulai bisa terbiasa hidup tanpamu.”
—
“Di mana pun kau berada sekarang, kuharap kau tak lagi bersedih. Sehingga doa diam-diamku agar kau selalu bahagia tak terasa percuma.”
—
“Kau begitu ingin kuperjuangkan hingga pura-pura memilih pergi agar aku cari. Kau lupa, aku juga bisa lelah dan memilih untuk menyerah.”
—