Baru saja saya mempublikasikan " Kala Ku Bisa Bersajak dari cerita saya Untuk Yang Pertama . http://my.w.tt/UiNb/WGDkQsJFYt
No title available
Three Goblin Art
Jules of Nature

No title available
almost home
DEAR READER
I'd rather be in outer space 🛸
ojovivo

if i look back, i am lost

shark vs the universe

JBB: An Artblog!
we're not kids anymore.
taylor price
trying on a metaphor
Today's Document

⁂
sheepfilms

pixel skylines
Stranger Things

#extradirty
seen from Singapore

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from India

seen from United States

seen from Germany

seen from Portugal
seen from Malaysia

seen from United States
seen from France

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Malaysia
@pipitsu-blog
Baru saja saya mempublikasikan " Kala Ku Bisa Bersajak dari cerita saya Untuk Yang Pertama . http://my.w.tt/UiNb/WGDkQsJFYt
Untuk Yang Pertama (di Wattpad) http://my.w.tt/UiNb/SYMSuKf0Wt
Baru saja saya mempublikasikan " Empirium Malam Kelam dari cerita saya Untuk Yang Pertama . http://my.w.tt/UiNb/5Y9pDCsYWt
Baru saja saya mempublikasikan " Malu dari cerita saya Untuk Yang Pertama . http://my.w.tt/UiNb/oFQftAFXWt
Baru saja saya mempublikasikan " Dua Filosofi dari cerita saya Untuk Yang Pertama . http://my.w.tt/UiNb/jQXErPcXWt
Baru saja saya mempublikasikan " Doktrin Masygul dari cerita saya Untuk Yang Pertama . http://my.w.tt/UiNb/HKlzmXaXWt
Baru saja saya mempublikasikan " Awalan dari cerita saya Untuk Yang Pertama . http://my.w.tt/UiNb/afEXPTBRWt
Denting
Denting seolah tak mau berpaling Kala lara hati berbisik perih Maka bagaimana mungkin untuk berhenti Sendiri mungkin cara terbaik Tapi denting tetap tak mau berpaling Mungkin dia ingin tau Rasa kalbu yang perlahan membatu Karena tersayat Lalu mengering Tiada arti Denting seolah tak mau berpaling Kala luka tak kunjung mengering Maka bagaimana mungkin aku bisa mengobati Biar ku ratap semua hidup Yang hancur Biar ku ratap semua hati Yang beku Biar ku lebur semua arti Yang kini tiada berarti Bersama denting Ku sendiri Bandung, 30 Mei 2016 @pipitsu
Menghadaplah kepada Allah dengan hati luluh. Hindarkan dirimu dari sikap ujub dan angkuh. Pergaulilah manusia yang jahat dengan baik, karena pada hakikatnya kamu sedang bermuamalah dengan Allah yang Maha Besar. Ulurkan tanganmu kepada orang-orang fakir dengan sesuatu yang dikaruniakan Allah kepadamu. Lalu bayangkanlah, bahwa Allah-lah yang pertama kali menerima pemberianmu itu, sebagaimana dituturkan dalam berbagai ayat Al-Quran dan hadist Nabi. Kelak hatimu akan merasa sangat senang dan bahagia dengan Allah.
Habib Hasan Al Bahr - dari novel Ayat-Ayat Cinta 2, Habiburrahman El Shirazy
Tidak ada niat baik yang boleh dicapai dengan cara buruk, dan sebaliknya tidak ada niat buruk yang berubah meski dilakukan dengan cara-cara baik.
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu - Tere Liye
Berlarilah menuju asa yang kau citakan, berhentilah jika lelah mulai mendera, karena berhenti sejenak akan menambah kekuatanmu untuk meraih mendekati cita dan asamu.
@pipitsu
Matahari telah terlelap di balik gelapnya malam. Hanyalah rembulan yang menemani dengan bias cahayanya yang redup. Sempat benakku berfikir, tentang dunia dan kehidupan. Mencerna segala tema dan isi cerita tentangnya. Setiap hari melangkah, berjalan mengitari setiap keramaian lalu-lalang jalan, menuju tujuan tempat sumber nafkah. Setiap hari begitu. Tertaut oleh rutinitas, yang terkadang begitu-begitu saja. Apalah daya semuanya harus dijalani karena itu adalah pilihan dengan puncak utamanya kebutuhan kehidupan. Itu mungkin sebagian besar tentang uang. Yang diibaratkan sebagai penyokong kehidupan. Wajar. Tapi manusia itu punya satu titik keterbatasan. Yang didalamnya tertimbun rasa kepuasan. Titik-titik puas setiap individu beda. Untukku pun puas itu lebih ke hati dan batin. Tapi bagaimana jika batin ini berkata jenuh tentang rasa puas? Dan itulah yang aku rasakan saat aku sedang menulis ini. Malampun semakin larut. Pikiran dan emosi mengajak untuk kalang kabut. Jenuh itu manusiawi. Dan itu butuh obat. Obat yang merangsang hati itu untuk merasakan kepuasan kembali. Ingin rasanya perubahan itu datang dengan cepat tanpa terhambat. Namun terkadang sulit untuk diperbuat. Dan hatikupun dipertanyakan lagi, untuk apa aku hidup di dunia? Tujuanku apa untuk hidup didunia itu? Mungkin aku butuh bahagia Bahagia yang hakiki Kalau begitu hari ini dan kemarin serta kemarinnya lagi, aku tak bahagia? Bukan begitu, bahagia itu ada dan pasti didapat. Ketika aku lulus ujian, aku bahagia. Ketika aku naik kelas, aku bahagia. Ketika aku wisuda, aku bahagia. Ketika aku ulang tahun, aku bahagia. Ketika orang tuaku memberi hadiah, aku bahagia. Ketika aku mendapat pekerjaan, aku bahagia. Ketika aku menikah nanti, akupun pasti bahagia. Ketika nanti aku punya anak, akupun pasti bahagia. Ketika aku nanti punya rumah sendiri, akupun pasti bahagia. Ketika aku nanti menjalani masa tua dengan kejayaan, akupun pasti bahagia. Tapi ketika aku mati, apakah setelahnya aku akan bahagia? Dan kala titik akhir itu tiba, kebahagian sebelumnya itu mungkin akan sirna dan hilang bagai debu yang tertiup angin. Sekali lagi kalbu yang mengadu, pada malam yang sedikit syahdu. Balik lagi untuk mencari kebahagiaan hakiki. Dan bahagia itu hanya pada Allah. Semua akan terasa lebih, lebih, lebih bahagia dari kebahagiaan sebelumnya. Dan semua yang ku sebutkan panjang itu tadi, barangkali bahagia dunia. Karena bahagia kalbu, hanya dalam hati yang didalamnya ada Allah. Berjalan, bertindak dan bekerja hanya biasa jika untuk mencari harta kekayaan saja, tetapi berjalan, bertindak dan bekerja bisa jadi luar biasa jika dilakukan atas dasar ibadah untuk Allah. Bukankah "Bismillahirahmanirahim" itu awalan ucapan saat kita akan melakukan sesuatu? Dimana Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jika ikhlas hati karena Allah, pastilah Dia akan memberikan kasih dan sayangnya sehingga bahagia itu berada di puncak titik kepuasan manusia. Belajar untuk mendapat bahagia hakiki itu, mudah tidak mudah. Kuncinya adalah tetap istiqomah menanamkan nama Allah di hati, mengikuti kecintaanNya terus dan selalu. ❤💙