Sebenarnya banyak sih drakor keren yang perlu di review, but for this time, let me review this korean drama. "Mouse". Drama yang diperankan oleh Lee Seung Gi ini, bergenre Action, Crime, Mystery. Menceritakan tentang kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh seorang psikopat, menjadi keresahan seluruh masyarakat Korea Selatan. Keseluruhan drama ini kemudian menceritakan tentang pengungkapan psikopat-psikopat yang meresahkan Korea Selatan ini.
(selanjutnya mengandung spoiler)
Bagi yang sudah menonton, pasti tahu betul bagaimana perasaannya dicampur aduk dengan asumsi-asumsi siapa psikopat yang menjadi pembunuh di kasus episode pertama.
Kita disuguhkan dengan dua tokoh,
- Sung Yo Han: Si dokter jenius dengan sikap dingin dan penuh dengan misteri.
- Jung Ba Reum: Si polisi ramah dengan sifat polos dan ceroboh
Terlihat jelas bagaimana Ba Reum berusaha digambarkan bahwa karakteristik nya yang lemah, sangat tidak memungkinkan untuk menjadi psikopat. Namun, penggambaran itulah yang membuat kebanyakan penonton justru menebak Ba Reum lah psikopatnya.
Sampai akhirnya, perasaan penonton dimainkan dengan plot-plot yang menunjukkan bahwa Ba Reum bukanlah pelakunya. Hingga keagresifan yang ditunjukkan Ba Reum pun, diceritakan sekitar 4-5 episode bahwa itu penyebab dari hasil operasi otak antara Ba Reum dan Sung Yo Han.
Semakin kita digiring dan dibuat percaya bahwa Ba Reum bukan pelakunya, tiba-tiba, DANG! Ba Reum ternyata adalah PSIKOPAT YANG SEBENARNYA!!!
Lalu, hasil dari operasi otaknya dengan Sung Yo Han ternyata malah membuat Ba Reum memiliki emosi (seperti yang diketahui, psikopat tidak mempunyai emosi)
2-3 episode terakhir, sangat menyayat hati. Apalagi banyak yang menantikan kisah Bong Yi-Ba Reum bisa berakhir bahagia. Juga kisah cinta Yo Han dengan Hong Ju yang harus berakhir menyakitkan karena kesalahpahaman.
Nasib Yo Han bisa dibilang tidak beruntung, karena ia sudah mendapat kecurigaan dari awal, atas asumsi tak berdasar, hanya karena dia anak Han Seo Jun. (apalagi ternyata dia bukan beneran anaknya)
Plot Mouse bisa dibilang agak berputar-putar karena terlalu banyak misteri yang harus dijelaskan satu-satu. Sehingga bisa dibilang agak terlalu memaksa dan malah tidak fokus. Di episode terakhir-terakhir pasti banyak yang mikir, "HAH? Gimana??? Apaan sih?", karena adanya keterlibatan organisasi hitam yang ingin memanfaatkan keberadaan psikopat, hanya demi bisa meluluskan RUU aborsi bayi dengan gen psikopat. Tapi, episode terakhir pada scene Jung Ba Reum berbicara dengan Jung Jae Hoon di gereja bagi saya adalah scene paling ciamik karena benar-benar menyentuh hati.
"Doa mu dikabulkan oleh Tuhan. Kamu bukan monster lagi"
Ditambah dengan narasi, bagaimana Tuhan memberikan emosi ke Jung Ba Reum adalah sebagai bentuk hukuman atau justru menyelamatkan dia dalam ketersesatan, menjadi dialog terbaik selama episode Mouse.
Misteri-misteri yang ada di drama Mouse sangat menarik walau beberapa ada yang terlihat disturbing. Cukup membuat penasaran, tanpa ragu terus memencet tombol next episode.
Oh! Scene menarik selanjutnya menurut saya, adalah ketika Go Moo Chi tampil di acara Sherlock HongJu dan melihat saudaranya menjadi korban pembunuhan, akting Lee Hee Joon di situ patut diacungi jempol. Melihat scene itu, membuat hati ini agak sesak dan muncul perasaan aneh.
Segitu dulu review dari saya. Apa scene favoritmu di drama Mouse ini? Jangan lupa berikan penilaianmu atas drama ini. Enjoy and Happy Watching :)
Sekarang mari kita bahas series Thailand yang lagi hype, "GIRL FROM NOWHERE", yang pada tahun 2021 ini baru saja mengeluarkan season kedua nya. Series Thailand yang dibintangi oleh Chicha Amatayakul ini, menceritakan tentang kisah seorang perempuan bernama Nanno, yang entah berasal darimana, datang berpindah-pindah sekolah untuk mengungkap rahasia dan keburukan baik dari sekolah ataupun siswa itu sendiri. Nanno yang bisa dibilang merupakan "The Devil" ini mempunyai kekuatan tidak bisa mati dan dapat mengendalikan semuanya, bermaksud untuk menghukum dosa-dosa. Series ini mendapat banyak perhatian karena ceritanya yang unik dan menarik, juga hampir relateable di kehidupan nyata, tak hanya itu, namun series ini juga dikemas dengan cinematography yang menyenangkan mata, sehingga sangat nyaman ditonton, walaupun sebagian cerita terkesan disturbing.
Mari kita bahas Season 2 nya!
Untuk season dengan episode pendek, yaitu hanya berjumlah 8 episode, banyak yang mengaku kecewa dengan season 2 nya ini. Mungkin karena cerita dan adegan nya yang lebih Gore dan sadis dibanding season 1. Terlalu banyak adegan yang agak lebih disturbing dan kejam untuk dilakukan anak sekolahan. Banyak yang harus mati dan dibunuh. Too much blood, mengingat season 1 kebanyakan hanya memberi penghakiman yang ringan.
Bisa jadi karena adanya tambahan tokoh, yaitu Yuri. Salah satu perempuan yang bisa dibilang, menjadi saingannya Nanno. Banyak rencana Nanno yang berusaha dihancurkan oleh Yuri. Bahkan Nanno sendiri pun terlihat agak terintimidasi oleh keberadaan Yuri. Hal ini menyebabkan image dari karakter Nanno melemah, sebagaimana dalam season ini Yuri ibarat diberikan peran Antagonis, which is it supposed to be Nanno's role.
Kemungkinan terakhir karena munculnya keraguan dalam hati Nanno. (selanjutnya mengandung spoiler)
Pada episode 7 - JennyX, ketika Jane mengatakan ke Nanno, "apakah kesalahanku begitu berat sampai harus dihukum seperti ini?", Nanno merasakan keraguan dalam tindakannya. Menurut Yuri, keraguan dalam hati Nanno itulah yang menyebabkan luka pada leher Nanno tidak sembuh, dan menjadikan Nanno manusia biasa.
Sekali lagi, image building Nanno di Season 1 adalah peran antagonis dengan kekuatan unlimited yang memberikan penghukuman dan penghakiman untuk orang-orang berdosa. Lalu tiba-tiba ia menyadari perbuatannya? Dan merasa bersalah?
Untuk seluruh adegan sadis dan kematian yang ditunjukkan pada season 2, mungkin disebabkan karena development character dari Yuri. Karena untuk penghakiman dari Nanno sendiri, jarang sekali ada yang mati, makanya season 1 terlihat lebih ringan dibandingkan season 2 ini.
Cinematography dari season 2 yang disuguhkan oleh directornya juga lebih estetik dan nyaman dilihat, dibanding season 1. For my favorite, episode 6 - Liberation dan episode 8 - The Judgement adalah scene-scene yang ingin discreenshot, adegan saat Nanno ditusuk mati juga, menggambarkan sisi kepahlawanan dari angel of death kita ini, it is so aesthetic for someone's death.
Begitulah review singkat dari Girl From Nowhere Season 2 ini, selanjutnya jika penasaran bisa langsung tonton di platform Netflix. Berikan juga penilaianmu terhadap series ini. Enjoy, Happy Watching :)
Kali ini saya akan membahas sebuah anime berjudul "Assassination Classroom". Anime ini bergenre Action & Comedy.
Menceritakan tentang kehidupan murid-murid SMP Kunugigaoka, Kelas E, yang mempunyai misi khusus yaitu membunuh gurunya yang seorang monster bernama Koro-sensei. Ia mengancam akan menghancurkan bumi pada bulan Maret, ia mempunyai persyaratan khusus yaitu ingin mengajar Kelas E SMP Kunugigaoka dan hanya merekalah yang berkesempatan untuk membunuhnya. Sejak itu Kelas E yang awalnya dikucilkan sebagai kelas buangan memulai hari mereka sebagai seorang pembunuh yang membawa misi harus membunuh gurunya.
(selanjutnya mengandung spoiler)
Anime komedi ini menampilkan alur komedi yang ringan dan tidak dipaksakan. Mengalir dan bahkan tak sengaja dapat membuat kita tertawa terbahak-bahak. Selain itu, anime ini juga mempunyai penyelesain konflik dengan pesan moral cerita yang berbeda-beda di setiap episodenya. Hebatnya, semua 26 muridnya diceritakan dan diberikan karakter yang berbeda-beda. Hingga tokoh sampingan pun mendapatkan jalan ceritanya sendiri. Sungguh anime ini bisa dibilang sebagai salah satu anime paling hangat karena membuat kita menjalin beberapa ikatan ke tokoh yang tidak hanya tokoh utama, tapi juga dengan tokoh pendamping. Koro-sensei digambarkan dapat menganalisis masing-masing muridnya secara berbeda-beda dan memaksimalkan kekuatan dari masing-masing tokohnya membuat kita dapat merasakan kehangatan dan kepedulian dari koro-sensei.
Walaupun bergenre komedi, tetapi anime ini jauh sekali dari kata happy ending. Jelas kita tahu selama 2 season ini bagaimana kehangatan, keluguan dan kewibawaan koro-sensei dalam mengajar murid-muridnya. Namun, membunuh tetaplah menjadi misi dan opsi mereka. Scene ketika koro-sensei mengabsen murid-muridnya untuk yang terakhir kali, bagi saya merupakan pukulan telak yang tak dapat dihindarkan. Bisa dibilang perasaan perih, sakit, kehilangan dapat saya rasakan bersama 26 murid lainnya. Anime yang bisa buat saya nangis sesegukan.
Brilian, mungkin bisa saya tambahkan untuk memuji anime ini. Menontonnya membuat saya merasakan ikut menjadi bagian dari salah satu murid SMP Kunugigaoka. Yusei Matsui sebagai author awal dari assassination classroom, saya acungi jempol sebagai bentuk apresiasi dapat membuat cerita yang ringan namun tetap berkesan.
Tanpa banyak berbasa-basa lagi, silahkan tonton, karena saya full recommended untuk anime ini.
Jangan lupa berikan penilaian dan komentarmu atas anime ini. Enjoy and happy watching <3
I would say this film is a never ending quarrel love story.
Diperankan oleh Malcolm (John David Washington) seorang film maker dan kekasihnya Marie (Zendaya) yang baru saja pulang dari premiere film karya Malcolm. Hubungan mereka diuji setelah apa yang terjadi selama premiere film.
Film ini mendapatkan rating 6,7 / 10 di IMDb dan 68% rating di Rotten Tomatoes based on audience score dan 57% based on tomatometer. Walaupun terbilang mendapatkan rating yang kecil, namun film ini cukup menggambarkan perdebatan cinta secara nyata, terhadap hal sepele. Dikemas dengan dialog yang nyata dan mungkin relatable bagi sebagian orang, film ini menarik untuk ditonton karena kita bisa mengetahui dua isi pikiran tokoh yang cukup complicated. Marie dengan kecenderungan overthinking nya dan Malcom dengan kecenderungan idealismenya.
(selanjutnya mengandung spoiler)
Semua perselisihan dan perdebatan dimulai dari tindakan Malcolm yang lupa mengucapkan terima kasih kepada Marie saat harus mengucapkan pidatonya di premiere film miliknya. Marie merasa hal sepele tersebut memicu berbagai macam hal dan intrik dalam hubungannya, menyebabkan hilangnya rasa kepercayaan kepada Malcolm dan membuat dirinya mempertanyakan perasaan dan hubungannya dengan Malcolm. Seperti yang saya bilang di awal, this film is a never ending quarrel love story, karena selama 1 jam 46 menit, yang mereka lakukan hanyalah bertengkar, berbaikan, kemudian bertengkar lagi.
Marie akan saya bilang sebagai seseorang yang mood swing, dan Malcolm akan saya bilang sebagai seseorang yang punya anger management issues. Sebenarnya dalam film ini, Malcolm benar-benar diuji oleh semua overthinking Marie atas satu masalah kecil. Sepele, namun mampu membuat pertengkaran yang tiada akhir. Kiss and fight then kissing again then fighting again, yang Malcolm inginkan hanyalah istirahat panjang sembari menunggu review kritikus LA Times, dan yang Marie inginkan hanyalah penjelasan mengapa Malcolm lupa menyebutkan nama Marie dalam pidatonya.
Ada satu hal yang menarik saya dalam film ini, yaitu dialognya yang bisa menyentuh dan relateable bagi sebagian orang. Bagaikan pertengkaran yang benar-benar terjadi di dunia nyata :
Marie : "You know Malcolm? I feel like once you know someone is there for you, and once you know they love you, you never actually think of them again"
Malcolm : "You know what I just realized, Marie? It's not about justifying your existence. It's not. It's about you being so scared and so selfish that you have to break me down. Second guess everything I do. Am I mediocre. Can I do this without her? I don't know, I better ask Marie. Maybe Marie will know the answer. Where's Marie? I need Marie. That's a cut. Marie, where did you go? Did you see that performance? What'd you think? You liked it? Yeah, me too. God forbid I'm secure enough in my opinion that I don't need you. That's what this all is about. You just need a reason to be needed, because if I don't need you, then what the hell am I doing with you, Marie? You want control because you can't imagine the reason I'm with you is because I love you. I just love you, baby. I don't need you, but I love you. That there's somebody on this planet that just loves you."
Dialog yang diucapkan Malcolm terlebih lagi seperti merepresentasikan semua isi hati pria yang tidak pernah diungkapkan setelah mendapatkan pertanyaan "why did u love me?", jujur saya sedikit tertohok dengan pernyataan Malcolm, and I think this answer is what every girl needs. The boys just don't know how to say it. Well, lucky you, Malcolm just represent it.
Di akhir cerita akhirnya Marie berhasil menyentuh kelemahan Malcolm dan membuat Malcolm tertohok sehingga tak dapat berkata apa-apa lagi kecuali sorry. Tapi mereka hanyalah menjadi Malcolm dan Marie yang sepertinya berdebat sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Sebenarnya hubungan antara Malcolm dan Marie ini harus dicontoh. komunikasi yang mereka lakukan terjadi secara dua arah, dimana Marie mendengarkan argumen Malcolm dan begitu juga sebaliknya, tidak ada yang saling menyela. Sehingga perasaan Marie dan Malcolm sama-sama tersampaikan. Walaupun akhirnya berujung pada perdebatan hingga pagi, setidaknya Malcom tahu apa yang Marie rasakan, dan Marie tahu apa yang Malcolm rasakan.
Film ini mungkin terkesan boring ketika ditonton, tapi dialognya kedua tokoh luar biasa. Tak lupa, big applause untuk akting kedua tokohnya. Berikan pendapatmu juga atas film ini, berapa rating yang akan kamu berikan untuk film ini?
Mungkin yang sudah pernah nonton series dokumenter "Don't f*ck with cats" persis tahu film ini, karena disitulah saya mengetahui film ini dan tertarik untuk menontonnya.
Menceritakan kisah seorang anak berusia 18 tahun bernama Frank William Abagnale Jr. (diperankan Leonardo Dicaprio) yang terlibat dalam penipuan cek dan menghabiskan sekitar 1,3 juta dolar, harus bermain kejar-kejaran dengan seorang petugas FBI bernama Carl Hanratty (diperankan Tom Hanks) yang sangat terobsesi untuk menangkap Abagnale.
Film ini mendapatkan rating : 8,1 / 10 versi IMDb dan 96% versi Rotten Tomatoes based on Tomatometer, 89% based on Audience Score.
(selanjutnya mengandung spoiler)
Bagi saya film ini menceritakan sebuah kenakalan remaja dalam skala besar. Melihat kehancuran keluarganya yang semula harmonis, sebagai seorang anak tunggal Frank Jr. berusaha untuk menyatukan kembali ayah dan ibunya, dimana baginya ibu dan ayahnya bercerai karena kebangkrutan yang dialami oleh ayahnya. Itulah mengapa Frank Jr. lari dari rumah dan memutuskan melakukan penipuan cek untuk mendapatkan uang. Ia berharap uang tersebut dapat menyatukan kembali ayah dan ibunya. Tak heran jika di keseluruhan film, Frank Jr. terus-terusan menelpon ayahnya dan memberikan uang untuk menarik kembali perhatian ibunya.
Frank Jr. tidak akan berhenti sampai ia dapat menyatukan kembali keluarganya. Dari sanalah kejar-kejaran antara Frank Jr. dengan Carl terjadi. Namun, Frank Jr. memutuskan untuk berhenti ketika ia akan memulai keluarga dengan Brenda (tunagannya), ia menelpon Carl dan memohon untuk berhenti mengejarnya, tetapi tidak bisa karena Frank Jr. bagaimanapun tetap harus ditangkap atas kejahatannya.
Kerinduannya terhadap keluarga yang harmonis, terlihat ketika ia tidak sengaja melihat orang tua Brenda sedang menari kecil saat mencuci piring. Perasaan sepinya ditunjukkan ketika setiap natal dengan berani Frank Jr. menelpon Carl untuk berbincang. Frank Jr. hanya ingin keluarganya kembali, ketika ia mendapati bahwa ibunya sudah bahagia dengan berkeluarga lagi, bahkan punya anak, barulah Frank Jr. menyerah dan ditangkap.
Bertahun-tahun setelah masa penjara, kepintaran Frank Jr. digunakan FBI untuk menjadi pemeriksa pemalsuan bagian keuangan. Frank Jr. pun diangkat menjadi salah satu anggota FBI.
Film ini menyenangkan ketika ditonton karena kita diberikan sensasi gemas saat Carl hampir menangkap Frank Jr., tentu saja Frank selalu berhasil kabur dari kejaran Carl. Kecuali terakhir ketika Frank benar-benar tersudut. Dengan happy ending yang disuguhkan, menontonnya benar-benar memberikan kepuasan, karena konflik dan resolusinya tertata dengan rapih.
Saya tidak tahu bagaimana pandangan orang-orang tentang film ini, tapi keseluruhan plot benar-benar menonjolkan sisi kecil Frank yang hanya menginginkan keluarganya utuh kembali.
Film ini akan menjadi rekomendasi yang bagus untuk ditonton ketika waktu kosong. Berikan juga komentar dan penilaianmu tentang film ini. So, Enjoy and Happy Watching <3
Di mulai dari film dengan rating tertinggi versi IMDb, "The Shawshank Redemption". Film ini merupakan film keluaran tahun 1994, yang dimana hingga tahun ini, posisinya sebagai film dengan rating tertinggi belum bergeser. Ratingnya di Rotten Tomatoes juga tinggi, sekitar 98% untuk audience score dan 91% untuk tomatometernya.
Pertama kali tahu film ini adalah hasil dari kepo-in kategori Top Rated Movies versi IMDb. Muncul lah judul The Shawshank Redemption dengan nilai 9,3 dari 10, tapi saat itu belum ada keinginan untuk menontonnya. Karena waktu lihat poster awal, dikira semacam film exorcist atau film indie dengan latar perang dunia. Setelahnya, direkomen dan dibujuk rayu oleh seorang teman untuk menonton The Shawshank Redemption, barulah mendapatkan niat untuk menikmati film dengan rating tertinggi ini.
Film ini bercerita tentang seorang pria bernama Andy Dufresne yang harus masuk penjara atas tuduhan membunuh istri dan selingkuhannya. Andy bersikeras bahwa bukan dirinya yang membunuh, namun nasib berkata lain, semua bukti mengarah ke Andy. Dia pun divonis penjara seumur hidup di Shawshank Prison. Di sana ia beradaptasi dengan kehidupan di dalam penjara, dan keseluruhan film menceritakan tentang hal-hal yang dilakukan Andy selama ia bertahan di penjara.
Sederhana? Iya, ceritanya sesederhana itu. Anehnya penonton tidak akan bosan dengan alur ceritanya, penonton dibawa untuk ikut hidup beradaptasi di dalam Shawshank, dengan segala perbedaan konflik ceritanya. Kemudian bagaimana resolusinya? Penonton akan disuguhkan alur mundur yang bikin berdecak dalam hati. Jangan kaget, kalau secara otomatis Anda bergumam "ohhhh" saat antiklimaksnya muncul. Saking halus dan ringannya cerita ini, kita ingin mengatakan bahwa film ini plot twist tapi nyatanya tidak.
Kalau saya sangat suka bagaimana film ini nyaman ketika ditonton, namun masih bisa dibuat kagum dengan endingnya. Alurnya tidak ada yang dipaksakan, prolog dengan epilog tertata rapih, dialognya juga basis percakapan sehari-hari. Tergambarkan keputus-asaan dan sedikit harapan di dalam ceritanya. Bagi saya, film ini bisa mendapatkan review tinggi karena ceritanya yang sederhana namun tetap pintar dan bijaksana. Ten out of ten (10/10) jika harus merekomenkannya.
2021 ini film The Shawshank Redemption, bisa mulai dinikmati di Netflix. Jadi totally recommended, bagi yang ingin mengisi waktu luang, dan ingin tahu film seperti apa yang berhasil menempati posisi teratas di IMDb bahkan hingga sekarang.
Berikan juga komentar dan penilaianmu tentang film ini.
MOHON PERHATIAN ANDA, PINTU TEATER TELAH DIBUKA...
... Bagi anda yang telah memiliki karcis dipersilahkan untuk memasuki ruangan teater
Tumblr page ini akan berisi tentang review hasil tontonan yang saya tonton sebagai pengisi waktu. Saya bukan kritikus, saya juga bukan seorang ahli, hanya senang saja menonton dan mendiskusikannya dari sudut pandang saya sendiri.
Tidak hanya sharing film saja, tapi juga series, short movie, dokumenter bahkan anime sekalipun. Siapa tahu bisa jadi ruangan diskusi sekaligus bisa ikut merekomendasi sesuatu untuk ditonton.
Jujur, saya adalah seseorang yang pemilih ketika menonton sesuatu. Maka dari itu page ini berisi tontonan yang benar-benar ingin saya tonton. Bagus atau tidaknya maka itu akan jadi hasil akhir saya ketika memilih sebuah tontonan. Kalau bagus, berarti tontonan tersebut benar-benar bagus, kalau jelek berarti saya termakan rayuan trailer yang berhasil membuat saya penasaran hingga menunggu untuk ditonton. (applause for marketing team or PR team for such a good promotion strategy)
Sekian notes dari saya. Happy watching! <3
Belakang Pojokan Bioskop @pojokanbioskop - Tumblr Blog | Tumgag