No title available
$LAYYYTER
𓃗
Noah Kahan
Fai_Ryy
todays bird

Product Placement
Sade Olutola
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
Mike Driver
cherry valley forever

❣ Chile in a Photography ❣
occasionally subtle

No title available
One Nice Bug Per Day
taylor price

titsay
No title available
tumblr dot com

seen from Germany
seen from United States

seen from Russia
seen from Germany

seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from Switzerland
seen from Brazil
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from Spain

seen from Netherlands
seen from Sweden
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Sweden
@porcupine173
Dia dan Rahasianya
Tidak ada yang tau
Bagaimana bunga itu mekar di taman yang tidak subur
Tidak ada yang tau
Bagaimana pohon itu menahan daunnya yang gugur
Tidak ada yang tau bagaimana
Ombak itu yang perlahan berdebur ke tepian
Tidak ada yang tau
Bagaimana awan itu bergerak dengan perlahan
Tempat yang hanya ia ketahui
Suara yang hanya ia dengar
Semua itu terkubur dalam nurani yang ,
merindukan arti dari rasa
menginginkan gelora dari
Hidup
Dan semua itu
Hanya dia yang tau
Besar Dalam Badai
Kesunyian dan kedamaian tidak pernah jadi tempatku
Cahaya terang atau kehangatan tidak pernah jadi hak ku
Kenyamanan yang selama ini kau nikmati, hanya angan bagiku
Ketenangan yang selama ini kurasakan,hanya
Kilat sebelum guntur
Semilir angin sebelum beliung
Ombak kecil sebelum gelombang besar laut
Untuk berdiri di atas kaki sendiri, saat tanah terguncang
Untuk berpegang pada diri sendiri, saat ditarik angin ke jurang
Untuk berusaha mengambil nafas, saat dibawa arus gelombang
Di hidup ini, saat kau bersulang
Aku sibuk menerjang
Persimpangan
Suara yang menderu itu,
Bukan tekad hati yang dengan lantang kuseru.
Ada hari dimana isi hati dan kepala ini Beradu,
Berhenti sampai kapannya ku tak pernah tahu.
Ada kata-kata yang tercekat di mulutku,
Ada perasaan yang membara di hatiku.
Tapi semua ditahan oleh logikaku.
Tiada jalan lurus yang bisa kususuri
Saat raga dan batinku diselimuti sepi
Dalam pikiran, aku lelah mencari
Dalam hati, aku lelah menanti
Setiap langkah terasa semu kutapaki
Walau letih aku tidak bisa berhenti
Bagai gunung tinggi yang kudaki
Namun puncaknya tak pernah aku temui
Saat pikiran berkecamuk dalam ragu
Di mulut aku hanya bisa diam membisu
Ada dua jalan yang bisa kutuju
Satu yang memang jalan hidupku
Lainnya, jalan yang terlihat lebih hidup,
namun kian diburu waktu
Diriku kini, tidaklah utuh
Hening adalah Kata
Ada jarak yang kutaruh rapi,
karena tahu batas.
Ada rasa yang tak kuberi nama,
karena tahu tempatnya.
Tapi jika tatapmu itu sebuah pertanyaan,
maka biar senyumku jadi jawabannya.
Jika kehadiranmu itu isyarat,
maka biar diamku ini jadi sambutannya.
Karena kadang,
yang paling jujur
tidak selalu lantang.
Kadang,
yang paling menyentuh
hanya
bicara dalam diam.
“Pantai yang Menunggumu”
Aku adalah pantai
terhampar luas, diam, tak pernah beranjak.
Menunggumu datang seperti ombak
yang tak pernah benar-benar menetap,
tapi selalu kembali,
meski sebentar.
Setiap langkahmu di pasirku,
meninggalkan jejak yang tak ingin kuhapus.
Tapi angin, waktu, dan ombak lain
selalu datang… dan aku hanya bisa menerima.
Kadang kau datang tertawa,
membawa cerita soal langit dan laut.
Kadang hanya diam,
tapi cukup untuk membuatku hangat.
Aku tak bisa memanggilmu,
tak bisa menahanmu di sini.
Tapi hatiku…
selalu pasrah setiap kali kau pergi,
dan berharap tanpa suara
agar kau kembali,
sekali lagi saja.
Sebab rinduku bukan badai,
ia adalah pasir,
diam, lembut, tak bersuara,
tapi menyimpan jejakmu
Selamanya
Senja dan Bayangannya
Aku bukan ingin menggenggam keindahanmu, senja
Apalagi untuk memiliki mu, dan berjalan berdampingan dengan masa
Aku tidak ingin jatuh tenggelam dalam lautan ungu-jingga
Biarlah terpisah gradasi yang mimpi dan yang nyata
Biarlah dia bergerak layaknya awan, dengan perlahan
Biarlah terbuka jalannya menuju pintu yang,
Hanya untuknya
Istimewa untuknya
Menyamai Indahnya
Karena nyatanya bukan aku kan
Harusnya bukan aku tujuannya
Bukan aku tempat berlabuhnya
Bukan aku pula tempat menanggalkan rasanya
Karena,
Apabila aku mencintanya, menggenggamnya,
Memilikinya
Tidak,
biarlah aku bersemayam di malam