Salah satu celotehan dari seorang sahabat kepada saya yang memiliki hobi mendaki gunung. Menurut pribadi yang senantiasa lemah dan selalu akan terlihat sangat lemah dibandingkan kekuasaan Allah ini tentu jelas akan menjawab lebih berat mendaki gunung, karena sudah jelas apabila gunung memiliki medan kemiringan dan ketinggian yang tidak mudah untuk dilewati, berbeda dengan masjid-masjid yang ada di sekitaran rumah, kampus, kantor atau bahkan pusat perbelanjaan sekali pun. Tetapi ternyata pernyataan tersebut untuk saat ini tidak sesuai dengan fakta, karena dari beberapa pengalaman dan diskusi berat dengan beberapa sahabat memakmurkan masjidlah yang saat ini ternyata lebih berat tantangannya ketimbang mendaki gunung yg tingginya ribuan meter diatas permukaan laut, entah apa yang terjadi sebenarnya saat ini. Sesuatu yang terlihat mudah menjadi sulit dilakukan dan begitu pula sebaliknya, apakah syetan telah berhasil menduduki jiwa dan raga kita ? Jika tidak, lantas mengapa ? Namun jika iya, lalu tindakan apa yang akan kita ambil ? Tanpa maksud menyerang pihak manapun, mari kita sama-sama interospeksi diri untuk terus memahami makna hidup kita yang hakiki. Karena kita saat ini sedang berjalan pulang menuju rumah (akherat) dan pilihlah sendiri rumah yang baik (syurga) atau yang buruk (neraka) yang akan kita pilih, apabila sudah menentukan pilihan rumah mana yang akan kita tuju, jelas akan terlihat pula jalan mana yang akan kita lalui dan mengetahui tantangan dari setiap jalan. Dan bagi yang suka mendaki gunung, maknai pendakianmu untuk melihat kebesaranNya dan jangan maknai pendakianmu untuk menaklukanNya.