Seperti kembali ke rumah aman
Saat tempat lain terlalu riuh dan sesak
Stranger Things
todays bird
One Nice Bug Per Day

祝日 / Permanent Vacation
dirt enthusiast
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available

Andulka
Cosimo Galluzzi
Alisa U Zemlji Chuda

roma★

tannertan36
cherry valley forever
TVSTRANGERTHINGS

Origami Around

izzy's playlists!

★
NASA
YOU ARE THE REASON
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Kenya

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from India

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Poland

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
@puputs-stuff
Seperti kembali ke rumah aman
Saat tempat lain terlalu riuh dan sesak
Rumah Sakit
18 Agustus 15 tahun lalu
Pertama kalinya mamah masuk rumah sakit untuk operasi tumor rahim. Pertama kalinya juga saya merasakan menginap di rumah sakit. Saat itu sehari sebelum ulang tahun bapak. Tak ada perayaan. Tak ada juga yang ingat mengucapkan selamat. Pertama kalinya saya merasa harus bertanggung jawab pada diri sendiri. Sebelumnya, segala sesuatu disiapkan dan dibantu mamah dan bapak. Saat itu saya tak bisa minta tolong mamah untuk mengikatkan rambut. Tak bisa pula mengganggu bapak dengan minta diikatkan tali sepatu. Saya masih ingat bagaimana hari saya terasa berbeda. Melewati rute yang berbeda untuk menuju sekolah, karena harus berangkat dari rumah sakit. Juga malam-malam yang riuh oleh para tetamu saat harus mengerjakan PR.
Agustus 2016
Seminggu setelah sidang skripsi. Pagi hari di kampus, mamah menelepon pada jam yang tak biasa. ‘Kamu tenang ya. Sabar,’ ia mengantarkan sebelum kabar sebenarnya. Seketika saya khawatir menanti kalimat selanjutnya, namun juga siap dengan kabar apa pun. 'Bapak dirawat di rumah sakit,’ kata mamah berbisik. Seolah suara keras bisa menambah ketakutan saya. Satu jam kemudian saya sudah di angkutan umum menuju kampung. 'Jangan beri tahu mas dan tetehmu,’ pesan mamah, paham dua anaknya jauh lebih sensitif dan mudah panik. Seolah bungsunya adalah anak tegar. Teman saya selama 8 jam perjalanan hanya janji dan doa yang seminggu sebelumnya saya sampaikan ke bapak lewat sambungan telepon sambil terisak haru setelah sidang skripsi. 'Tetap sehat, supaya bisa lihat cucu-cucu bapak tumbuh besar. Dampingi kami membesarkan mereka.’ Doa yang terlalu egois, meminta bapak tetap sehat puluhan tahun ke depan, demi kami yang takut tak mampu melakukannya tanpa beliau.
2017
Bapak masuk rumah sakit lagi. Tapi tak seorang pun dari kami diijinkan pulang. 'Tidak parah,’ kata mamah.
Mei 2018
'Dek, kamu pulang ya. Temenin mamah,’ pinta bapak lewat panggilan telepon. Saya lemas, entah karena kabar tersebut atau puasa. Saya berhenti menghitung berapa malam dalam hidup saya yang dilewati dengan menginap di rumah sakit. Mobil travel mengantar saya sampai depan gedung tempat mamah dioperasi. 'Usus buntu,’ kata bapak. Saudara dan tetangga duduk menunggu di luar ruangan. Antara menemani bapak dan menunggu saya sampai. Setelahnya mereka pulang, mengingat malam semakin larut. Ruang inap yang diisi belasan orang mejadi sangat akrab. Jika dua tahun lalu ada mamah yang menemani saya tidur di lantai sebelah tempat tidur, kali ini saya sendiri. Ada genangan di pelupuk mata mamah tiap pagi saat saya mengelap badan beliau dengan handuk basah. Juga dada saya yang sesak menahan haru. Seolah ada proyektor dalam kepala yang menampilkan cuplikan kehidupan saya sejak kecil.
26 Juli 2021
Sambungan telepon lainnya dari mamah, 'Dek doain bapak ya. Bapak lagi isoman di rumah.' Hasil antigennya reaktif.
31 Juli 2021
Hasil PCR bapak keluar, positif. Saat merasa runtuh karena takut akan hantu comorbid, bapak bilang 'Tenang aja, ga usah takut. Gak cuma kita kok yang gini. Yang lain juga banyak yang kena.'
Sebentar saja
Aku ingin berhenti pura-pura kuat
No one told me this before. Thank you for pull me up from my too comfortable bed. I never really thought about it.
Like we said, none regrets allowed.
Selamat tanggal 1
Banyak hal yang terlewati tanpa diabadikan dalam pengingat
Banyak kecamuk yang ditelan sendiri dan terlupakan
Kini
Satu punya arti baru
Rindu
Satu decade
Aku sudah bebas sejak lama
Penanda 'satu'mu pun berganti
Ada hitungan lain yang lamat-lamat kurapal
Seolah mantra yang tak pernah ada habisnya
Hei..
Pagi ini aku ingat
Kau menyambut satu hitungan penggenap
Doa awal terlampir
Selagi aku ingat
Entah esok atau lusa
Lagi butuh bahan buat nangis. Rasanya lelah jadi tidak ekspresif.
Terima kasih untukmu yang berapa bulan lalu sudah rajin bekerja. Hari ini bebanku jadi tak terlalu banyak. Masih ada pasokan energi lebih untuk besok hari.
Untuk Keong di hari kemarin dari Keong hari ini
All the experiences we’ve had have shaped us into the people we are today. 💪
Loading Penguin Hugs | Instagram | Patreon
Kau selalu jadi kejutan semesta paling manis.
Satu
I struggle with mental health too. We’re all figuring it out, and there’s no shame in that. 💛
Loading Penguin Hugs | Instagram | Patreon
Seperti pulang.
Lelah jangan hinggap dulu!
'Kalau kau dilahirkan lagi, kau ingin menjadi apa?'
'Akar pohon'
Pagi ini banyak yang lupa Untuk memanggil suster dengan segera 'Jangan sampai ia habis,' pesannya Tapi kami lupa Sampai-sampai selang infus berisi udara Kami lupa tak seperti botol-botol sebelumnya Ah, betapa lawakan tua membuat kita terlena
30 Mei 2018