Kehidupan Orang Lain yang Tidak Sengaja Kubaca
Melihat kehidupan orang lain yang beberapa kubaca di tumblr-blog ini, rasanya kok berat-berat banget. Berandai kalau itu terjadi di diri sendiri, rasanya nggak sanggup. Tapi pun, kalau meminta orang lain menerima beban masalah yang kuhadapi, mungkin tanggapannya akan serupa juga. Urip sawang sinawang. Ada yang sedang kebingungan soal masa depan. Waktu beranjak, tak punya tabungan, belum ada pasangan, penghasilan pas-pasan, pekerjaan yang rentan, dan banyak hal lain. Ada yang sedang dititik terendah. Kehidupan keluarga yang dimimpikan, tercerai berai. Ada yang karena selingkuhan, ada yang karena kekerasan, ada yang karena bosan. Pada nggak takut sama Tuhan. Ada yang sedang masih berkutat mencari jati diri. Berusaha mengenal diri sendiri lebih baik, meski beberapa kali berujung salah jalan. Namun, di saat yang sama, diselimuti ketakutan untuk membuat keputusan-keputusan besar. Takut sama risiko yang nanti akan dijalani, seolah-olah jika salah memilih jalan, tidak ada putar kembali.
Sebenarnya ada. Hanya saja, telinga kita lebih mendengar kata orang-orang. Karena kata mereka, umur kita sia-sia untuk memulai lagi dari awal. Memang apa salahnya memulai lagi dari awal? (c)kurniawangunadi







