sakinah yang pertama tama adalah tentang terjaga dari kemaksiatan. hadirnya istri menjaga suami dari hal yang keji, dan hadirnya suami menjaga istri dari hal yang dimurkai.
ustd Salim A Fillah (via khanumsafira)
Sade Olutola
AnasAbdin
Mike Driver
YOU ARE THE REASON
styofa doing anything

JVL

Janaina Medeiros
wallacepolsom
sheepfilms

tannertan36
Peter Solarz
Alisa U Zemlji Chuda
Cosmic Funnies
RMH
Today's Document
dirt enthusiast

blake kathryn
Cosimo Galluzzi
i don't do bad sauce passes
Keni

seen from United States

seen from United States

seen from Italy

seen from Germany

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Russia

seen from Ireland
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
@putrilovepupu
sakinah yang pertama tama adalah tentang terjaga dari kemaksiatan. hadirnya istri menjaga suami dari hal yang keji, dan hadirnya suami menjaga istri dari hal yang dimurkai.
ustd Salim A Fillah (via khanumsafira)
Jangan Sampai Hanya Karena TELUNJUK DAN KAKI CELANA Kita Saling Berpecah. . Jika Hanya Karena Celana Seseorang Masuk Neraka, Apakah Amaliah Lain Tidak Mengantarkan Ke Surga.? . Jadikan Perbedaan Sebagai Hikmah, Bukan pemecah belah ummat, Karena Musuh Kita adalah Kafir..! Bukan Sesama Muslim.. . Oleh Ustadz Abdus Shamad, Lc MA (Ahli Hadits Pekanbaru Riau) Sumber: Fodamara http://ift.tt/2abHFMN
#BerbagiSemangat Jodoh itu misteri namun kematian itu sudahlah pasti | Ingat Mati . Semua orang belum tentu mendapatkan jodoh di dunia ini | Namun semua orang di dunia pasti akan mati . Silakan mencari, menjemput dan memantaskan jodoh untuk diri | namun jangan lupakan mati . Jangan lupakan juga memantaskan diri untuk mati | Karena sewaktu-waktu ajal bisa saja menghampiri . Jangan cuma galau karena belum mendapatkan jodoh untuk diri | Galaulah juga untuk persiapan sudah seberapa bekalmu untuk mati . Jangan terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk pujaan hati | namun malah melupakan mempersiapkan diri untuk mati . Jodoh pasti bertemu kok | Entah itu di dunia atau diakherat kelak . Yang tau akan misteri jodoh hanya Alloh | Dekati aja Sang pemberi jodoh . Jika jodoh tidak bertemu di dunia | Biarlah Alloh yang mempertemukan di surga . Jodoh dan mati adalah misteri | Hanya Alloh maha tahu dan yang meridho'i . Jodoh bisa dipertemukan di dunia atau di surga | Namun mati hanya ada di dunia dan untuk jembatan menuju kampung akheratNya . Jadi, boleh sibuk mempersiapkan diri untuk jodoh | Namun yang utama mempersiapkan mati untuk kembali kepada Alloh . Alangkah indahnya ketika bisa bersama jodoh di dunia dan di surga dikemudian hari | Namun sudah cukupkah bekal untuk ke surgaNya nanti . Ayo tanyakan pada diri sendiri | untuk selalu Ingat Mati . . Kontribusi oleh @nurazisk #duniajilbab
Benar, yang kita lawan adalah sebuah sistem kehidupan. Jika arus kata-kata yang hanya mengenai dunia perasaan saja tak kuat untuk hati kita tahan, bagaimana mungkin dalam dunia da'wah yang nyata ini kita bisa bertahan?
26 juli 2016 (via medina-diin)
Nasihat DR.Zakir Naik tentang perbedaan faham. Hal ini Berlaku Untuk Masalah Isbal, Cadar, Qunut dan Lainnya 😊😊 Keep Ukhuwah . We Are The One http://ift.tt/2as5BxP
HARI KEMENANGAN, KATANYA
Kamu boleh bersukacita, menyiapkan besok akan memakai baju apa. Aku tidak, ya aku juga bahagia tapi aku tidak perlu mempersiapkan apa-apa. Setiap orang berbeda dalam menyambutnya. Itu hak dan kebebasan.
Mereka bilang besok hari kemenangan, menang dari apa? Menang mengalahkan hawa nafsu. Hawa nafsu yang mana?
Ah, besok-besok juga kita masih melanggar saat berkendara di jalanan . Besok-besok juga kita masih melawan orang tua saat diberi masukkan. Setelah besok juga kita masih memaki, menantang orang merasa paling benar. Setelah besok kita ga berubah kok, masih menilai orang berdasarkan kegagalan dan keburukan.
Lalu yang mana yang dikatakan menang mengalahkan hawa nafsu? Kalau itu tidak bisa merubah prilakumu?merubah cara berpikirmu? Tidak ada bedanya.
Besok yang berbeda hanya keluarga-keluarga memakai baju-baju muslim bagus yang seragam. Warnanya yang sama. Bahannya sama. Seperti karnaval.
Besok yang berbeda hanya foto salaman dan makanan akan berseliweran menjadi profil yang membanggakan. Buat kamu itu kebanggaan. Buat mereka bisa jadi itu impian yang tidak kesampaian.
Tapi itu hak dan kebebasan, bukan urusanku.
Besok bagiku bukan kemenangan karena tidak ada yang dikalahkan. Tidak ada yang perlu dirayakan. Tidak harus berlebihan. Aku masih menjadi manusia yang penuh hawa nafsu. Aku tidak pantas untuk berpesta kemenangan. Aku malu untuk bersukacita. Silahkan saja kalau kamu.
Dalam keliaran hidupku, aku hanya ingin terus bersujud. Agar dalam belenggu hawa nafsu, aku tahu batasan. Untuk tidak kebablasan. Untuk tidak terlempar jauh dari rumah NYA. Dan itu tidak perlu kemenangan.
Bogor, 16 Juli 2015 Takbiran 1436H
[Sunnah yang banyak orang belum tau atau dilupakan]
🌾Memandang Telunjuk Ketika Tasyahud
Ketika shalat, kita dianjurkan untuk mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud. Akan tetapi, khusus ketika tasyahud, kita dianjurkan mengarahkan pandangan mata ke arah jari telunjuk yang diisyaratkan ketika duduk tasyahud. Dalilnya adalah hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bagaimana cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan tasyahud. Dalam keterangan Ibnu Umar itu dinyatakan,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dan beliau berisyarat dengan jari telunjuk ke arah kiblat, serta mengarahkan pandangan mata kepadanya (telunjuk itu). (HR. an-Nasai 1160, Ibn Hibban 5/274, Ibn Khuzaimah 719. Al-A’dzami mengatakan: Sanadnya shahih).
Semoga kita dimudahkan untuk mengamalkan semua sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, terutama sunah ketika shalat
Allahu a’lam
======🍃======
🌎 www.salamdakwah.com 📺 SalwaTV https://goo.gl/aRjNzn
Romantis
Sepasang suami istri pernah saling berjanji, jika kelak salah seorang dari mereka lebih dulu meninggal, maka yang paling berhak memandikan jenazahnya adalah sang istri atau suami tersebut. Kata masing-masing,
“Sebab engkaulah yang paling berhak menyentuh auratku…”
Ternyata kisah romantis tersebut benar-benar pernah terjadi pada masa Rasulullah. Rasulullah pernah mengutarakan keinginan untuk mengurus jasad istrinya kepada salah seorang belahan jiwanya, yaitu ‘Aisyah. Meski ternyata, Rasulullah lebih dulu pergi dan jasad beliau ketika itu diurusi oleh para shahabat radhiyallaahu ‘anhum. Namun demikian, romantisme beliau telah terekam jelas melalui lisan istri tercintanya itu.
Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kembali dari Baqi’. Beliau menemuiku ketika aku sedang sakit kepala. Saat itu aku mengaduh (karena sakitnya kepalaku), “Duh kepalaku…”
Beliau bersabda, “Saya juga Aisyah, duh kepalaku…” (Beliau bermaksud menghibur ‘Aisyah)
Kemudian beliau pun bersabda,
“Namun tidak jadi masalah bagimu jika engkau wafat sebelumku. Sebab akulah yang akan mengurusi jenazahmu, memandikanmu, meng-kafanimu, menyolatimu, dan aku jualah yang akan memakamkanmu.” (HR. Ibnu Majah, dan dinilai hasan oleh Al-Albani)
Begitulah suami istri, berusaha saling menjaga, tak sekadar menjaga urusan dunia, namun terlebih akhirat. Suami mengingatkan istri untuk menjaga auratnya dengan sempurna, terlebih ketika ia keluar rumah. Mengingatkannya untuk menghindari tabarruj (bersolek). Mengingatkannya untuk tidak memajang foto diri di media sosial. Protektif? Iya. Bukankah ini tanda cinta?
Istri mengingatkan suami untuk menjaga shalat wajibnya di masjid. Mengingatkannya untuk membawa pulang rizki yang halal. Mengingatkannya untuk tidak jelalatan. Bawel? Iya. Bukankah ini juga tanda cinta?
Maka, adakah sejoli yang lebih romantis, hangat, dan harmonis daripada rumah tangga Rasulullah?
Tentu saja jawabannya tidak ada.
Mengapa?
Karena, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 22)
Allaah, bimbing kami agar menetapi jalan sebagaimana jalan orang-orang shaleh seperti mereka… :’)
Julaibid
~ adalah nama sahabat yang tak pernah dicari oleh para sahabat Rasulullah صلى الله عليه و سلم ketika ia tak datang ke majelis ilmu. Ia pun tak terkenal diantara kalangan para sahabat yang lain. Dalam segi dunia, ia sungguh pas pasan dan kekurangan, fisiknya pun tak menarik, harta tak punya. Singkat cerita, atas ijin Allah, ia menikahi gadis yang sungguh cantik jelita, dan dengan harta yang melimpah.
namun ketika panggilan jihad itu datang dari kekasihnya صلى الله عليه و سلم , padahal saat itu adalah saat malam pertama ketika menjadi pengantin baru, panggilan jihad itu ia penuhi.
Ketika beliau wafat pun tak ada yang mengenali dan mencarinya, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bertanya, “siapa yang tidak ada diantara kalian?”, para sahabat menyebutkan para sahabat yang gugur di medan jihad tersebut, tak disebut pula nama Julaibid didalamnya. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bertanya lagi, “siapa yang tidak ada diantara kalian ?”. Para sahabat menyebutkan banyak nama kecuali Julaibid, kemudian Rasul berkata, “namun aku tak menemukan Julaibid”. Kemudian para sahabat saling bertanya, “Yaa Julaibid, dimana Julaibid?”.
Yaa, Rasulullah صلى الله عليه و سلم mencarinya.
Namun Julaibid ditemukan wafat diantara 7 orang kafir, ia syahid fisabilillah, itu artinya ia telah membunuh 7 orang kafir yang saat itu menyerang dirinya, Rasul pun menangis ketika melihat jenazah Julaibid, namun tersenyum ketika melihat ke langit, para sahabatpun bertanya, “mengapa engkau menangis ya Rasul ketika melihat jenazah Julaibid dan tersenyum ketika melihat langit ?”
Rasulullah صلى الله عليه و سلم menjawab, “aku menangis karena aku berpisah dengan Julaibid, dan aku tersenyum melihat langit karena bidadari bidadari surga telah menantinya”
••• bahwa, tak masalah jika tak terkenal diantara penduduk dunia, namun terkenal diantara penduduk langit ~ •• bahwa, Allah tak melihat rupa dan fisik kita, Allah melihat hati dan amalan kita. • Julaibid tak terkenal diantara penduduk dunia, namun ia terkenal diantara penduduk surga.
🍃🍂💕
(via bersamadenganmu)
Berdirilah di atas kebenaran apapun kata mereka, mungkin kamu akan digibah, sabarlah, mungkin kamu akan difitnah, sabarlah, mungkin kamu akan dijauhi, sabarlah, mungkin namamu akan buruk di hadapan mereka, sabarlah, mungkin kamu akan dizalimi, sabarlah.. . saat itu kamu sedang di jalan Allah, mintalah tolong pada Allah, bertawakkal pada-Nya, Dia berkuasa atas segalanya
memory (via tofvik)
Terkenal di langit
Agar dikenal pnduduk langit, cara paling cepat adalah dengan mendatangi majelis ilmu syar'i.. . Nama-nama yang menggetarkan langit
Assalamu'alaikum Shobaahul Khaiyran Yaa Shaalihat Alhamdulillaah, hanya karena kemurahan الله engkau bisa tutup aurat, shalat tepat waktu, puasa sunnah, shalat sunnah, itu bukan karena kehebatanmu! Maka, jangan memandang rendah yang belum sepertimu. Tapi, untuk yang belum mampu beramal shalih jangan menunda dan putus asa. Malulah kepada الله bukan mahluk-Nya. Laa Haulaa Walaa Quwwata Illaa Billaah Semangat Pagi!!!
(via ummu-abdillah)
Bismillaahi Miris ya ketika Boy/Girl Band produk Kafir dikatakan tentara Dajjal, para muda-mudi Tanah Air yang notabene Muslim-Muslimah seperti cacing kepanasan membela mati-matian. Miris ya, ketika Celana cingkrang, jenggot, baju longgar, rok longgar, gamis, kerudung panjang, cadar yang Asli Syariat Rasulullaah Muhammad صلى الله عليه وسلم dikatakan sebagai simbol teroris, dikatakan sebagai bentuk tidak up to dats, dikatakan sebagai orang berlebihan dalam agama, dikatakan bahwa itu hanya budaya Bangsa Arab, tapi Mayoritas Muda-Mudi tanah air ini yang notabene Muslim-Muslimah bungkam, bahkan berperan aktif sebagai penyumbang bensin. Miris ya, ketika kerudung yang tujuannya adalah sebagai penutup Muslimah justru sebagai mainan baru dunia mode, justru muda-mudi yang mengaku Muslimah menjadi regu sorak makar kaum kuffar. Miris ya, ketika anak-anak kecil disibukkan menghafal al-Qur'an, muda-mudi Islam disibukkan dengan Band, Nyanyi, dan audisi-audisi kecantikan dengan label ‘Islam’. Miris ya, ketika mendadak Ustadz/Ustadzah jadi selebriti hanya karena sering nongol di TV membawa acara siraman rohani, tapi mengabaikan nilai islami itu sendiri. Di mana tabarruj adalah biasa, di mana ikhtilat adalah lumrah, di mana sebenarnya nilai islam? Siraman rohani bagian mana yang dituju? Miris ya, ketika saudara kita memperjuangkan agar lokalisasi dan narkoba diganyang tapi kebanyakan para Ibunda sang Madrasah Buah Hati justru larut dengan sinetron perusak aqidah. Miris sangat miris. Mulai dari diri sendiri, bencilah sebenci-bencinya pada kemungkaran, sebagaimana kau benci pada anjing dan babi! لا حول ولا قوة إلا بالله
(via ummu-abdillah)
Aku tak pernah berharap semua orang tau diriku .. Aku tak pernah berharap semua orang tau tentang kisahku .. . Cukuplah tau tentang namaku .. Cukuplah tau ‘sedikit’ tentang diriku .. Cukuplah hanya Allah yang tau semua tentang diriku dan tentang kisahku .. . Jikalaupun ada yang mengetahui banyak tentang diriku di masa kini maupun di masa lalu .. Bantu aku tuk menutupi aib-aib ku .. Bantu aku tuk menyemangati hijrahku .. . Jangan patahkan semangat yang telah aku bangun dengan susah payah sampai saat ini :“) Jangan! Karena kalian tak pernah tahu bagaimana usahaku tuk bisa sampai saat ini .. . . Kontribusi oleh @sthaslifah
Ketika Kematian Itu Datang
Pernahkah kau bayangkan wahai saudaraku, ketika dirimu berada di hadapan KEMATIAN?
Malaikat maut tepat berada di atas kepalamu, nafasmu tersengal, mulutmu terkunci, anggota badanmu lemas, matamu terbelalak, di sekitarmu penuh dengan tangis dan air mata, nyawamu meregang, namun dirimu tak dapat menghindarinya.
Saat itu, telah datang ketentuan Allah, lalu nyawamu diangkat ke langit. Kebahagiaan atau kesengsaraankah yang akan kau dapat?
Pernahkah engkau memikirkan SAAT-SAAT KEMATIAN sedangkan engkau tetap dalam keadaanmu saat ini? Lebih mencintai hawa nafsu daripada akhiratmu?
Lebih menyukai gelak tawa yang melalaikanmu dari rasa takut kepada Allah daripada memikirkan akhiratmu?
Lebih mencintai harta yang kau dapatkan dari pekerjaan yang mendatangkan kemurkaan Allah daripada keselamatan akhiratmu?
Lebih senang melanggar larangan-Nya daripada mentaati-Nya?
Mengaku cinta kepada-Nya tapi mengutamakan selain-Nya?
Bisa jadi dirimu akan berkata dalam hatimu: “Tentu saat itu aku akan mengucapkan LAA ILLAAHA ILLALLAH.” Tidak mungkin, wahai saudaraku, jika dirimu masih tetap lalai dari (mengamalkan) kebenaran hingga tiba saat-saat kematianmu.
Engkau tidak akan mampu mengucapkannya, bahkan akan berharap agar dihidupkan kembali, atau diberi kesempatan sekali lagi. Saudaraku, tahukah engkau kapan hari kematianmu?
Di mana engkau akan mati? Demi Allah, engkau tidak akan tahu! Firman Allah Ta'ala:
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ “
… hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mu'minuun: 99-100)
( Via Abu Muhammad Herman )