Kemarin kita melihat di timeline kita bertebaran ungkapan kasih sayang dari berbagai kalangan, sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu semua, karena cinta ini universal dan dapat diekspresikan dengan berbagai cara. Namun kali ini aku ingin menyampaikan suatu kasih sayang yang terkadang luput dari mata kita namun ternyata kasih sayang itu adalah kasih sayang dengan tingkatan paling tinggi. Sudahkah kita menyadarinya? Aku akan membawamu sedikit berkisah terkait kisah yang mungkin saja kamu alami.
Seorang anak merasa kesepian, tiap harinya ia merasa ayahnya terlalu sibuk bekerja, saat matanya terbuka dia tidak menemukan sesosok laki-laki tegap itu, begitupula ketika ia memejamkan mata, tidak terlihat tanda-tanda kehadiran dari sesosok laki-laki yang disampaikan ibunya adalah seorang ayah baginya. Matanya melihat jauh ke langit dan memori akan kisah seorang kawan yang dijemput dan diantar oleh ayahnya ke sekolah membuat dirinya semakin membenci sesosok laki-laki itu. Puncaknya adalah ketika ia meminta dibelikan mobil hotwheels, namun ia hanya menemukan mobil-mobilan murahan di balik bantal tidurnya. Ia merasa bahwa sudah tidak ada alasan ia harus menyukai sesosok laki-laki tegap itu. Semenjak hari itu sesosok laki-laki itu akan selalu dia tentang apapun keputusannya.
Seorang ayah harus berjuang keras untuk bisa menghidupi keluarganya, di kantor dia terkenal adalah orang yang paling rajin, namun yang menjadi masalah adalah perusahaan tempat dia bekerja adalah perusahaan yang tidak manusiawi memperkerjakan buruh-buruhnya, Gaji karyawan di bawah taraf UMR, apabila mau sesuai dengan UMR setiap karyawan diminta bekerja hingga 20 jam sehari, tidak ada pilihan lain bagi dirinya “ah gapapa deh kerja 20 jam sehari, yang penting anak dan istri saya terpenuhi kebutuhannya”. Bermodalkan 4 jam istirahat setiap harinya dia tetap memiliki ritual tersendiri, dicium kening anak kesayangannya itu sesaat sebelum berangkat kerja atau sesaat setelah pulang kerja.
Namun dimalam itu berbeda, dia pulang lebih larut dari biasanya, kemarin istrinya menyampaikan sang anak menginginkan sekali mempunya mobil-mobilan hotwheels, dengan kekuatan yang tersisa malam itu dia terpaksa mencari uang tambahan dengan cara mengamen, hasil uang itu dia gunakan untuk membeli mobil-mobilan sederhana, sepanjang jalan dia yakin anaknya akan menyukai mobil-mobilan hasil mengamen malam itu, sesampainya dirumah ia melakukan ritual seperti biasa dan menaruh mobil-mobilan itu dibalik bantal tidur anaknya. Hatinya lalu mengucapkan, ayah sangat kangen bercanda dan bermain bersamamu nak. Namun sekelebat logika dia menyampaikan “hei! Sadar! Kalau kamu bermain dan bercanda dengan dia, lantas kamu mau kasih makan dia apa? Mau bayarin dia sekolah dari mana?” sedetik itu pula ia menarik senyum dari mulutnya dan menguatkan tekad dalam dirinya untuk lebih giat bekerja.
Seorang wanita merasa dia sudah diujung tanduk untuk mempertahankan rumah tangganya, dia merasa tidak tahan lagi melihat perilaku suaminya yang tidak pernah peka dan terlihat egois. Malam hari ini adalah hari ulangtahunnya, dia akan memberikan kepada suaminya untuk mencoba membahagiakan dirinya untuk yang terakhir sebelum dia benar-benar memutuskan untuk meminta perceraian kepada suaminya. Jam telah menunjukkan pukul 11.50 WIB dan tidak seperti biasanya suaminya belum pulang dan belum sekalipun mengucapkan ulang tahun walau hanya sekedar melalui ponsel pintarnya. Pikirannya melayang kemana-mana, semua emosi berkecamuk menjadi satu, dia teringat akan memori masa lalu dimana suaminya mencoba membatasi komunikasi dengan dirinya ketika mereka baru benar-benar menikah.
Memang benar pada saat itu posisi suaminya sedang ada kerjaan diluar kota namun alasan tidak menghubungi seorang perempuan yang baru saja menjadi istrinya adalah suatu alasan yang benar-benar tidak dapat diterima. Ditengah putaran memori masa lalu, terbersit difikirannya “hei kamu sadar ga sih? Dari dulu dia itu udah ga sayang sama kamu, kamu doang yang sayang sama dia, kamu harus sering menangis menahan rindu saat ditinggal dia, sedangkan dia? Balik-balik dari dinas Cuma cengegesan. Kamu inget gak ketika dia ulang tahun kamu siapin surprise tepat di jam 00.01, kamu habisin semua tabunganmu untuk beliin dia jam tangan favoritnya, tapi sekarang liat, sampai mau berganti haripun dia belum mengucapkan apa-apa ke kamu”. Tidak lama dari itu, seketika pintu terbuka pada pukul 00.30, suaminya menyelonong masuk kamar dan kemudian langsung menghempaskan diri di Kasur tanpa berkata apapun. Detik itu pula ia telah membulatkan tekad untuk meminta cerai kepada suaminya besok pagi.
Setelah dirinya berhasil menikahi wanita yang dia idam-idamkan, dia langsung berfikir bagaimana cara membahagiakan istrinya, bukan kepalang fikiran bapak muda ini berkecamuk. Pada saat itu dia telah diterima bekerja di perusahaan multi-nasional, dirinya sedang mengikuti program Trainee di perusahaan itu. Bertepatan 1 minggu dijalankannya pernikahan, kantor dimana dia bekerja akan memberikan test terakhir bagi para calon pegawai, 50 calon pegawai terbaik akan di tempatkan di kota metropolitan, sedangkan 1 peserta terbaik akan diberikan rumah. Pria muda ini sangat mengharapkan mendapat predikat peserta terbaik “ah kalo gue dapet peserta terbaik, gue pasti ini bakal jadi kado yang indah banget buat istri gue, gue ga tega liat dia harus ngontrak di kontrakan petakan bareng gue”. Berbagai upaya dia lakukan untuk mendapatkan peserta terbaik, diantaranya bertanya kiat-kiat menjadi peserta terbaik kepada peserta terbaik sebelumnya. Diantara kiat-kiat yang diberikan ada 1 hal yang sangat berat dijalankan “nanti selama pelatihan lu bakal ditempatin di hutan yang jauh dari pusat kota, tapi setiap orang disitu bakal dikasih kesempatan megang smartphone masing-masing untuk bisa diberikan “kemudahan” mencari jalan keluar”, kalo elu emang mau jadi peserta terbaik, jangan pake cara itu buat cari jalan keluar, cari berdasarkan naluri lu tanpa bantuan smartphone. Begitu tandas dari seseorang yang telah mendapatkan gelar peserta terbaik. Disatu sisi dia merasakan siksaan yang tidak dapat dideskripsikan, bagaimana ceritanya dia baru menikah namun dia harus tidak berhubungan dengan orang yang dia sayang, namun disisi lain dia berfikir lebih jauh “ini bukan masalah 1 atau 2 minggu. Mungkin aku harus sedikit bersabar untuk kebaikan jangka Panjang kita”.
Malam itu memori itu terlintas kembali dalam ingatannya, hari ini adalah hari yang telah dia persiapkan jauh-jauh hari, ulang tahun orang yang selalu dia perjuangkan, dia sudah mempersiapkan hadiah yang dia buat sendiri selama 1 bulan penuh. Hadiah yang bahkan dirinya sendiri tidak mempercayai dia bisa membuatnya, hadiah ini akan ditutup dengan voucher liburan Bersama di pulau impian istrinya, Maldives. Dia telah berusaha menyisihkan 50% dari tabungan pribadinya untuk membeli paket liburan ini. Ditengah jalan dia melihat ada anak kecil menyebrang secara tiba-tiba, sepeda motor bututnya berusaha menghindari bocah itu, sayangnya dia terpaksa berjibaku dengan dalamnya gorong-gorong jalanan ibu kota,setelah itu semuanya hitam. Bangun-bangun dia merasa pusing dan berada di ruangan yang asing, namun dia mengetahui baunya, ya ini adalah rumah sakit “begitu gumamnya”. Dia melihat jam tangannya telah menunjukkan pukul 11.40, smart phone keluaran 2012 nya terlihat retak dan tidak bisa menyala, tanpa berfikir Panjang dia langsung bangkit dan mencari kendaraan menuju rumahnya, dokter dan suster sempat menahannya namun dia berhasil lari menghindari mereka. Diatas angkutan umum, dia merasakan kesakitan yang teramat sangat dari dadanya, matanya berkunang-kunang namun dia berusaha memukul pipinya seraya mengatakan “ayolah ini hari terbaik istriku, aku harus bisa memberikan hadiah ini”. Upayanya berhasil hingga akhirnya pukul 00.30 dia sampai di pintu rumah, kini ia sudah tidak bisa berucap apapun dikarenakan rasa sakit yang luar biasa, dia mencari kamar dan menemukan istrinya disana, begitu bahagianya dia, dengan segenap Tenaga dia menhampiri istrinya yang sedang duduk dikasur sambal termenung, selangkah lagi menuju Kasur, badannya tak mampu lagi menopang kesadarannya, sebelum terucap kata “selamat ulang tahun istriku” dirinya telah tumbang dan tak bergeming.
Dirinya benar-benar tidak bisa apa-apa, entah siapa yang menyampaikan kepada kalangan pemuka agama sebelumnya bahwa dia dan keluarganya telah berpindah agama. Kedua tangannya di ikat dengan tali, badannya telah lebam babak belur karena bogem mentah yang melayang tanpa diketahui siapa pemiliknya. “sekarang tinggalkan agamamu, kembalilah ke agama nenek moyangmu!” ucap seorang yang berwajah bengis sambal menghunuskan pedang. Dia tidak pernah terfikirkan apabila efek dari dia meninggalkan agamanya begitu besar, dirinya dan kakak kesayangannya menjadi bulan-bulanan warga, dia selalu membenci kakaknya, ketika sudah jelas-jelas mereka dicaci maki dan disiksa oleh orang-orang sekitar namun kakaknya tetap berkata “sabar ya adikku, agama kita mengajarkan untuk selalu berlaku baik meskipun kepada orang yang menjahati kita”, kakaknya memang terkenal berbadan gelap dan memiliki postur tegap. Sebelum meninggalkan agama kami terdahulu dia selalu menjadi orang yang selalu diandalkan dalam berperang, namun semenjak kami memutuskan berpindah agama dia terlihat menjadi sesosok yang lemah dan mengasihi sekitarnya, padahal sudah jelas-jelas dia bisa melawan mereka.
Pada siang hari yang dipenuhi terik matahari ini aku diancam dibunuh beserta kakak-ku, dikelebat pikiranku aku berfikir “ah aku mengaku saja meninggalkan agamaku, dan nanti setelah aku dibebaskan aku merantau ke daerah lain dan kembali ke ajaran agamaku sekarang”. Disaat aku memikirkan rencana itu, aku melihat kakak-ku tetep kekeuh dengan keimanannya, dia ditimpa batu besar, aku meneriakinya dengan kencang “Hei kakak! Ikuti perkataan mereka, masih banyak waktu untuk kita beribadah dengan cara yang lebih tenang tanpa tekanan seperti sekarang”, dia memandangku dan hanya tersenyum, dia menyebut nama tuhannya dalam rintihannya, aku berontak dan berusaha menolong dia, namun orang-orang sekelilingku terlalu kuat dan memukul kepalaku, di sisi lain orang-orang itu berkata kepada kakak-ku “Cepat pindah agama atau kau akan mati detik ini juga”. Dengan tanpa penyesalan dia berkata nama tuhannya, dan saat itu juga sekelebat bayangan pedang menumpas kepalanya. Aku termenung dan tertawa, mengapa dia bodoh untuk tidak mendengarkan apa yang aku sampaikan.
Setelah dia mendapatkan ajaran agama dari seseorang yang menurutnya memiliki kepribadian dan perilaku yang baik, dia berusaha untuk mendalami agama itu, dia seperti mendapatkan suatu hal yang berbeda dari ajaran orang ini, dia merasa tentram dengan ajaran baru ini. Hatinya memiliki banyak masalah namun ketika dia membaca kitab suci yang disampaikan semuanya terasa mudah, setelah dia menimbang matang-matang dia memutuskan berpindah agama. Dirinya merasa bahwa didunia ini bukan hanya sekedar urusan mencari makan atau harta, namun manusia memiliki tugas lain yang lebih mulia. Dirinya yang dulu dikenal keras dan bengis kini perlahan mulai sadar bahwa menjadi orang yang sopan,baik, dan bersahaja adalah suatu nilai yang harus ada dari setiap manusia. Setelah kabar dirinya pindah agama tersebar, dia mendapatkan perilaku buruk, adiknya meminta dia melawan, namun dengan murah hati dia berkata “bagaimana caranya kita bisa melawan seseorang yang bahkan belum sadar bahwa agama yang kita anut adalah agama yang membawa kedamaian. Wahai adikku, cara yang paling mudah adalah memberikannya contoh”.
Namun pada siang hari itu semua berbeda,dia ditangkap Bersama adiknya dan dia ditimpakan batu besar ditengah-tengah gurun pasir, dia hanya berfikir, bahwa dia merasa bersyukur masih dapat diberikan pemahaman agama disaat dia masih hidup, dia tidak dapat membayangkan apabila hatinya tertutup seperti orang-orang yang menimpakan batu untuknya, mungkin hingga akhir hayatnya dia hanya hidup untuk mencari makan dan harta. Disisi lain adiknya berteriak kepadanya untuk sejenak meninggalkan agamanya, dia hanya tersenyum, “adikku, apakah kau belum mengerti tentang kebaikan tuhanmu kepadamu? Kita masih diberikan petunjuk untuk membedakan apa yang benar dan apa yang salah, aku tidak akan pernah rela untuk berpura-pura mengakui suatu hal yang salah, sedangkan aku telah mengetahui apa itu yang benar, aku benar-benar malu untuk memalingkan hatiku kepada kasih yang tuhan berikan kepadaku”. Beberapa detik kemudian dia melantangkan nama tuhannya dan saat itu pula kepalanya terpisah dari badannya.
Banyak kisah cinta dan kasih sayang yang tidak dapat disampaikan dengan sebuah kata, memang terkadang suatu hal yang disampaikan akan lebih mudah dimengerti. Namun sadarilah terkadang kita perlu untuk mengamati bentuk-bentuk kasih sayang yang tidak dapat disampaikan namun dilakukan dengan perbuatan. Generalnya rasa kasih sayang itulah yang terkadang menjadi spesifik dikarenakan kita memiliki suatu standar kasih sayang, kita menuntut semua orang untuk mengikuti standar kasih sayang kita, namun pada kenyataannya setiap orang memiliki standar kasih sayang masing-masing, mungkin kamu merasa dia belum berjuang, namun disisi lain dia merasa sudah mengorbankan segalanya. Kasih sayang tertinggi dari seorang manusia adalah ketika dia telah rela melakukan apapun untuk melampiaskan rasa sayangnya, layaknya seorang ayah yang berjuang untuk membahagiakan anaknya, seorang suami berdedikasi memberikan yang terbaik untuk istrinya, dan seorang hamba yang memberikan jiwanya kepada tuhannya. Pada akhirnya aku ingin menyampaikan bahwa yakinilah orang-orang terdekatmu mecintaimu, namun karena standar kasih sayang setiap orang berbeda banyak kasih sayang yang tidak dapat disampaikan kepada kita. Jangan sia-siakan mereka sebelum waktu menjemputnya atau memisahkan kalian.