Salah nggak sih kalau aku risih tiap dicubit pipinya? I mean, she is not even my close friend, or best friend, sister, or something like that. She is just a friend (or maybe a nephew too, I’m not sure) that I barely met. We just met when Idul Fitri or Idul Adha, itu pun nggak rutin tiap tahun. Kemaren terakhir ketemu pas nikahan sepupuku yang lain yang kebetulan tetanggaan sama dia (dan mereka juga keluarga mungki--omg sejauh inikah aku sama keluarga sampai nggak tahu dia keluargaku atau bukan). So, she is just someone that I KNOW, basically.
Terus, tadi aku nggak sengaja ketemu dia di RS. Papasan gitu pas aku mau masuk lift, dia mau keluar. Aku sambutlah dia dengan senyum lebar, salim, terus tos gitu. Asyiklah. Sampai tiba-tiba tangannya dengan lincah (uhuy) mendarat di pipiku. Dia mulai mencubit pipiku.
“Apaan sih, udah dong, jangan dicubit,” kataku dengan nada biasa ditambah senyuman, masih berusaha bersikap ramah.
“Duh tin, kenapa tambah gendut sihhh,” katanya tanpa melepaskan tangan dari pipiku--benar-benar bersikap congek pada warningku barusan.
Tersisa senyum kering di wajahku, aku mencoba menahan diri untuk tidak mengumpat.
‘Eh, sorry, aku body shaming ya, hahaha,” lanjutnya sambil tertawa riang. Aku meraih tangannya sampai terlepas dari pipiku, dia masih berusaha mencubitku lagi, tapi aku tepis. Pintu lift terbuka, aku masuk tanpa menoleh lagi.
Kenapa sih ada spesies manusia yang kalau lihat pipi tembem dikit langsung punya hasrat untuk mencubit? Apa segemes itu kalian, hah? Lagian aku udah gede loh, kalau bayi ya emang lucu dan gemesin, tapi kalau udah segede aku emang masih gemesin, gitu? Mungkin dia mikirnya aku kayak adiknya kali ya, kayak anak kecil karena pendek dan bermuka anak SMP, tapi tetep aja tidak membenarkan dia sembarangan mencubit pipi orang.
Nggak usah se-ekstrim mencubit deh, disentuh orang lain aja aku kadang risih. Tidak semua orang menganggap sentuhan itu hal yang biasa. Mungkin aku emang berlebihan ya, karena risih kalau dicubit bagian pipi kayak gitu. Rasanya kayak orang itu mentransfer debu yang dia bawa sejak tadi di tangannya ke wajahku, sekaligus merusah tatanan jilbabku. Dan itu ngebetein banget :(
Dia tipe makhluk hidup yang kalau liat kembang yang cantik dikit di rumah orang atau di mana pun bawaannya spontan (uhuy) langsung dipetik gitu kali ya? Nggak ngerti deh -_-
Lagian, apa urusan dia sih sama berat badan aku? Emang aku selama ini numpang makan di rumah dia sampai menumpuk berat badan? Atau dia aku porotin nyuruh traktir terus biar aku gendut? Nggak kan? Ngapain sih sok peduli kalau cuma buat komen berat badan orang? Emang dia kenal aku sejak kapan? Emang dia melihat setiap pertumbuhan aku sampai segitu yakinnya aku tambah gendut? Tau apa sihhh dia tuhhh -_____-