Dalam dadaku terasa sangat sesak, penuh dengan penyesalan
pikiranku menemui titik jenuhnya
mengapa semua ingatan tentangmu selalu muncul?
mengapa aku tak bisa melupakanmu?
selama ini dan sejauh mungkin aku telah pergi darimu
mengapa masih aku tak mampu melupakan raut wajahmu?
sudah sangat lama dari saat ini waktu kita memulai dan mengakhiri kisah kita?
kenapa masih selalu kamu yg dipikiranku?
dan mengapa hanya aku?
mengapa kamu bisa mengabaikanku dgn mudah?
apa yg telah kuperbuat sebelumnya?
hidupku sekarang tidak karuan,
aku terus menjalani hari demi hari tanpa tahu apa yg kucari
aku tak pernah lagi mengharapkan hari setelah hari ini setiap harinya
selalu dipikiranku “mati adalah jalan keluar segala ini” yg membuatku lebih baik
tapi aku takut kamu tidak akan menangis utkku
bahkan lebih parah kamu tidak tahu sama sekali
dulu saja kita begitu mantap merencakan hari2 yg akan datang dalam hidup kita
mungkin salahku terlalu menyakininya hingga aku lupa belajar merangkaii hari tanpa dirimu
dan aku yg sangat bodoh
menjauhkanmu saat aku benar2 butuh kamu
menyuruhmu pergi
mengakhiri kita memulai aku tanpa kamu, kamu tanpa aku.
terkutuklah selalu jiwa yg mendiami raga ini!!!










