Dalam beberapa minggu, aku akan pindah rumah. Sebenarnya ke tempat yang belum pasti (ini sungguhan wkwk), singkat ceritanya kami belum mendapatkan rumah baru untuk ditinggali, jadi sementara menumpang di rumah eyang. Seperti biasanya, pindahan jadi momen paling melelahkan, sekaligus nostalgia. Lelah karena harus mengeluarkan barang-barang dari lemari, menyusunnya satu per satu di dalam kardus dan container. Kalau kardus habis, pakai koper. Kalau koper penuh, mulai panik, karena harus menunda beberes satu hari sampai mendapatkan kardus baru. Itu capek lhoo 😢 Nostalgia... karena menemukan banyak barang-barang bersejarah. Ada yang dulu sempat kukira hilang, bahkan ada yang aku ngga ingat kalau pernah punya. Kalau pernah nonton anime atau film-film fiksi, adegan ketika menyentuh sebuah benda kemudian benda nya mengeluarkan cahaya, dan menyajikan kenangan atau flashback kepada orang yang menyentuh beda tsb, itu benar-benar kualami. Semua benda yang kupegang seperti mengeluarkan cerita masing-masing, membuka ruang memori di kepalaku. Reaksiku beragam, ada yang senyum-senyum sendiri, ada yang mengetuk pelan kepalaku sambil berkata "Ngapain sih aku dulu?!", ada juga yang bikin mata berkaca-kaca........ Pada akhirnya, benda-benda itu kusimpan dalam sebuah kardus, dan akan kubawa ke rumah yang baru. Beberapa memang kueliminasi, ketika aku merasa sudah selesai drngan benda itu (jahat wkwk). Waktu beres-beres ini, ibu selalu bilang, "Tutup mata aja udah kalau milih barang tuh. Yang ngga bakal kamu pakai lagi, sisihkan. Ngga usah mikir nanti bakal kepakai lagi. Ngga kepakai sekarang, singkirkan." Memang kadang berat kalau harus menyingkirkan benda-benda yang kita suka, tapi bakal jadi sampah kalau disimpan: bunga uda layu yang kudapat saat wisuda S1 misalnya 😂😂 seriusan ini masih kusimpan. Dengan berat hati, harus kubuang juga setelah 4 tahun bertahan di kamar. Kamar yang kutempati selama 8 tahun itu kini kosong, hanya tinggal kasur dan lemari, tanpa barang-barangku, tanpa aroma kamarku biasanya.. sedih juga, mengingat di kamar ini aku biasa meluapkan emosi dan menumpahkan berliter-liter air mata...... But life must go on....