Seringkali makanan enak bukan hanya tersaji di restoran-restoran yang megah dan modern. Rumah makan yang ada di tempat-tempat yang agak “tersembunyi” kadang memiliki keunikan dan rasa tersendiri. Salah satunya Rumah Makan Gajahmada 65 ini. Rumah makan ini ada di kawasan pecinan Semarang, tepatnya di jalan Petudungan.
Rumah makan Gajahmada 65 masih mempertahankan suasana kuno seperti layaknya bangunan-bangunan di daerah pecinan Semarang. Baik suasana eksterior maupun interior dipertahankan seperti aslinya.
Menu spesial dari rumah makan ini adalah nasi timnya. Dimana nasi tim rumah makan Gajahmada 65 ini mengingatakan akan chocolate lava cake. Kok bisa? Ciri khas dari chocolate lava cake adalah lelehan cokelat panas yang keluar ketika kue dipotong. Nasi tim di rumah makan Gajahmada ini punya sensasi yang hampir sama. Bukan lelehan cokelat tentunya yang keluar, melainkan lelehan kuning telur yang dimasak setengah matang.
Nasi tim spesial dengan telur merupakan menu yang paling banyak dipesan oleh pengunjung. Apabila anda tidak menyukai telur setengah matang, telur di dalam nasi tim juga bisa dimasak hingga betul-betul matang. Sensasi lelahan kuning telur memang tidak akan anda rasakan jika telur dimasak hingga matang, tapi kelembutan satu telur utuh di dalam nasi tim tetap memberikan sensasi yang tidak kalah nikmat.
Selain nasi tim yang menjadi ciri khasnya, rumah makan Gajahmada 65 juga menyediakan menu-menu lain khas rumah makan chinese food seperti, mie ayam, nasi goreng, pangsit goreng, dll.
Rumah makan Gajahmada 65 ini merupakan salah satu tujuan kuliner yang paling tidak pernah mendapat sorotan, akan tetapi keaslian suasana rasa dan atmosfir yang diberikan menjadikan rumah makan ini menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda. Sebuah harta kuliner Semarang tersembunyi.
Food for Life: The Healthy Way by Ellaya Lifestyle
Kopi dengan sayuran.
Pernah ga sih lo kepikiran untuk sarapan sayuran dengan kopi?
Wortel atau bit bukan temennya minum kopi, Tapi Ellaya Lifestyle punya cara baru untuk memulai hari dengan sehat : cookies dengan nutrisi sayuran didalamnya. Of course, ini perfect coffee companion!
“Soalnya gue seorang lulusan teknik pangan,” jawab Ella, sang pencipta kue waktu gue tanya mengenai alasannya membuat kue-kue sehat ini. Ella pengen menyalurkan hobinya bikin kue dan pengetahuannya mengenai nutrisi dalam makanan. Selain itu, dia juga mau konsumennya hidup lebih sehat.
“Mamtha”
literally meaning “Kasih Ibu” dalam bahasa Sanskerta. Itulah jawaban Ella kalau kita tanya apa artinya. Ada filosofi menarik dibalik nama tersebut. Melalui kue-kue ini, Ella ingin teman- teman menikmati kue buatannya layaknya kue buatan ibu sendiri yang dibuat dengan penuh kasih sayang.
Bit, wortel, dan bayam. Dari ketiga sayuran itu, terciptalah tiga kukis sehat milik Ella. Secara tampilan ketiganya tampil dengan warna unik masing-masing sayuran. “Gimana rasanya?” Menurut gue, rasanya unik. Ella bilang, kue-kue ini sugar- reduced biar lebih sehat dan manisnya berasal dari sayuran itu sendiri. And really! Ada cita rasa manis wortel dan bit untuk masing-masing kue tersebut.
Kaya zat besi, serat, dan vitamin menjadi satu poin penting yang beda dari kukis buatan Ella. “Kalau gue bisa ngemil dan dapat tambahan nutrisi sebagai bonus, kenapa engga?” Itu sama kaya jaman sekarang beli kamera baru dapet tongsis. And that’s why, kukis-kukis ini layak banget buat dicoba.
Ssst.. ada Infused Water juga!
Ternyata, usut punya usut, Ellaya Lifestyle juga memproduksi infused water dalam kemasan botol kaca cantik 300ml.
Sebagai kelanjutan dari misi Ella membawa konsumennya menjadi sehat , selain makanan, air minum pun menjadi perhatiannya. What kind of fruits and minerals included?
Mungkin lo harus investigasi Ella untuk tau lebih banyak. Cek instagram doi di @ellaya_lifestyle!
Rajanya Leker, ini julukan yang pantes banget disandang sama Leker Paimo. Penjual kue leker yang berjualan di depan SMA Kolese Loyola, Jl. Karanganyar 37 Semarang ini bisa dibilang punya leker yang tiada duanya.
Sebagian besar dari kita mungkin sudah familiar sama jajanan yang satu ini. Kue leker, kue yang dibuat dari adonan tepung terigu encer yang dimasak di atas wajan berputar, isinya coklat meses, keju, kacang, pisang, bahkan mungkin kombinasi dari semuanya. Kue leker citarasanya manis, ringan, dan renyah, pas banget buat temen minum teh botol (apapun merknya). Bisa dibilang jajanan depan sekolah ngga lengkap tanpa penjual leker.
Terus apa yang bikin leker Paimo ini jadi rajanya leker? Ada beberapa alasan sebenernya kenapa kue leker bikinan Paimo ini bisa dibilang sebagai rajanya leker. Yang pertama adonan, kebanyakan leker identik dengan adonan tepung yang encer dan super tipis. Paimo punya adonan yang cukup kental, kulit kue leker punya Paimo ini 2x lebih tebel dari kebayakan leker. Bahkan bisa dibilang adonan leker Paimo lebih mendekati adonan crepes daripada adonan leker.
Faktor yang kedua itu isian alias feeling (maksud saya filling). Ketika kebanyakan penjual leker memberi isian ala kadarnya, Paimo termasuk royal soal memberi isian. Pisang yang dipakai pun ngga seperti penjual leker lainnya yang seringkali memakai pisang yang belum matang, pisang yang dipakai Paimo buat isian dijamin matang pohon!
Faktor isian ini juga yang bisa dikatakan jadi pembeda utama Paimo dengan penjual leker lainnya. Kebanyakan atau mungkin semua penjual leker (kecuali Paimo tentunya) punya isian yang citarasanya manis. Mulai dari pisang, coklat, kacang, karamel, susu kental manis, dan yang punya rasa ngga manis paling cuma keju. Di kios leker Paimo kita bisa menikmati isian lain seperti jagung manis dan selai yang sangat kecil kemungkinannya kita temukan di penjual leker lain.
Selain punya leker dengan citarasa yang manis-manis, Paimo juga punya leker dengan citarasa GURIH! Hah? Leker gurih? Yup Paimo punya leker yang isiannya telur, sosis, tuna, bahkan mozarella. ( ini leker apa pizaa sih? It’s lekizza…)
Leker-leker gurih ini yang sebenarnya menjadi ciri khas dan tujuan utama orang-orang datang ke kios leker Paimo. Kombinasi isian-isian gurih tersebut membuat leker paimo punya citarasa yang super unik. Kue leker dengan kulit manis tipis dipadukan dengan telur + sosis sapi atau tuna yang gurih. Selain itu untuk melengkapi citarasanya paimo menambahkan air bawang putih, daun bawang, dan sambel. Sambel yang dipakai Paimo juga bukan sambel sembarangan, sambel itu diracik sendiri dari bahan-bahan alami dan dengan citarasa yang dicocokan dengan kulit manis leker serta isian yang gurih.
Makan leker yang biasanya hanya sebagai makanan selingan akhirnya menjadi pengalaman yang berbeda ketika memakan leker buatan Paimo. Kombinasi kulit yang agak tebal dan bercitarasa kuat serta isian yang bermacam-macam dari rasa yang standar hingga berbagai isian gurih bahkan membuat leker paimo bisa kita nikmati sebagai menu makan siang.
Harga leker Paimo bisa dikatakan ngga murah juga, harga leker pisang coklat biasa memang masih Rp 1000,-, tapi kombinasi isian paling mewah seperti sosis + mozarella bisa mencapai Rp 15000,-, belum lagi jika ditambah telur + tuna dll. Harga yang lumayan premium ini ngga menghalangi orang-orang untuk mendatangi kios leker Paimo. Dalam sehari Paimo menghabiskan 10kg tepung terigu untuk membuat kira-kira 1000 buah leker. Leker sebanyak itu terus keluar dari wajan Paimo dan asistennya sejak pukul 10.00 hingga pukul 17.00. Pengunjung kios leker Paimo awalnya kebanyakan hanya dari murid-murid SMA Kolese Loyola, tetapi sekarang murid dari sekolah-sekolah lain, mahasiswa-mahasiswi berbagai universitas di Semarang, bahkan wisatawan luar kota jadi pengunjung setia Paimo.
Paimo sempat sesumbar kalau tamunya juga ada yang dari USA dan Eropa, tentunya saya ngga percaya dengan ucapannya tapi ternyata Paimo adalah salah satu dari sedikit objek yang sudah diverifikasi oleh TripAdvisor.com, sebuah perusahaan pembuat panduan objek wisata terkemuka di dunia.
Dengan segala kelebihan yang dimilikinya Paimo tetap mempertahankan bentuk kios dan gerobaknnya, serta tetap bertahan untuk berjualan di trotoar Jl. Karanganyar tersebut. Karena menurutnya kue leker sehebat apapun tetap harus menjadi jajanan yang merakyat, untuk itu dia ingin mempertahankan agar kiosnya tetap bisa dijangkau oleh siapapun.
Kalau melihat segala keunikan rasa, varietas menu, dan kualitas yang diberikan sangat layak Paimo dianggap sebagai benchmark penjual leker, bahkan mungkin menjadi benchmark jajanan di Kota Semarang. Banyaknya pengunjung dari berbagai daerah serta pengakuan dari TripAdvisor.com juga membuktikan leker Paimo bukan leker sembarangan. Paimo sang raja leker memang tiada duanya.