Bayangan yang Datang Tiba-Tiba
Kala itu angin sore melewati bukit
Bukit yang ditumbuhi beberapa pepohonan
Tema warna bukit itu adalah orange
Karena saat itu musim gugur sedang menampakkan diri di negaraku
Daun-daun gugur menari mengikuti angin sore
Hingga jatuh di buku bacaan ku yang terbuka
Kuambil daun itu dan kuangkat hingga sejajar dengan hidungku
Dengan latar belakang langit sore yang blur akibat fenomena optis oleh mata
Tiba-tiba ada bayangan seseorang berjalan muncul dalam penglihatanku
Aku singkirkan daun itu ke kanan dan ke kiri untuk memastikan bahwa itu hanya salah lihat
Hingga kupejamkan sejenak dan kubuka mataku berkali-kali
Namun, bayangan itu tetap ada
Lama kelamaan bayangan itu semakin mendekat
Hingga akhirnya tampak seperti nyata
Hey! Aku masih menganggapnya bayangan ya!
Aku masih melihat lurus ke depan
Sampai ada kaki nyata ada tepat di hadapanku
Sebuah tangan menengadah dan muncul sapaan "Hey"
Aku masih diam, tidak membalas sapaan tersebut
Terlalu kaget tau!
Dia hanya terkekeh lalu duduk di sampingku
Di bawah salah satu pohon di atas bukit tersebut
"Hahaha terkejut?"
Aku masih menatap ke depan dalam diam
"Hey berbicaralah sesuatu!" pintanya namun kubalas dengan diam
"Oh ayolah katakan sesuatu, Don't u miss me?"
Dengan spontan aku menoleh melihatnya
Dia tampakkan senyum merekah pada wajahnya
Aku tak tau apakah itu senyum yang tulus atau ada maksud lain?
Aku pincingkan mataku sedikit menelusuri arti senyum tersebut
Tapi tak ada hasil konkret yang kudapat
"Why? Tampan? I know"
Kubuang mukaku berbalik menghadap ke depan kembali tetap dalam diam.
"Dih. Pede amat ni orang!" ucapku dalam hati
"Ugh! Fine! I miss you!"
Aku menoleh ke arahnya kembali
"Yes, I miss you!" ulangnya
"Ada apa? Ada apa denganmu?" akhirnya aku mengeluarkan suara
"Aku sudah bilang ke kamu kan barusan? Aku. Merindukanmu." jawabnya sambil tersenyum
"Basi. Udah ah. Sana! Ngapain sih ke sini?!"
"Nanti nyariin lagi kalo pergi" godanya
"Geer nya itu lho tolong ya dikendaliin. GGRRR!!"
Aku menutup buku bacaanku dan berdiri
Aku jalan meninggalkannya di bawah pohon
Aku mendengernya terkekeh geli
Bisa aku tebak dia senyum terkekeh geli padaku
Lalu aku dengar langkahnya menyamai langkahku
"Don't u miss me?"
"Nope! Totally not!"
"Kamu mau ke mana?"
"Ke mana aja. Lagian bukan urusan lo kan?
"Bagiku sih urusanku. Jalan yuk?
"Nggak!"
"Makin galak ya kamu? Gemesin"
"Emang," jawabku ketus
Lalu dia mempercepat langkahnya
Karna langkahku yang lumayan cepat
Aku mendadak menabrak sebuah dada bidang
"Adduuhh....!" kesalku sambil mengusap usap dahiku
"Makanya kalo jalan jangan sambil kesel gitu. Atau kamu salting ya?"
"Apaan sih! Minggir ngga?!"
"Nggak" jawabnya ringan
"HIIHH! Mau lo apa sih?"
"Ikut aku!"
Dia menarik lenganku tanpa ada persetujuanku
Ternyata dia membawaku ke mobilnya
Dia bukakan pintu untukku dan mempersilahkanku masuk
"Mau ke mana? Gue kan ngga bilang mau ikut lo!"
"Emang tadi aku nanya ya? Aku kan mengeluarkan pernyataan suruhan bukan pertanyaan"
"Ih enak aja nyuruh-nyuruh! Udah ah! Gue mau pergi"
Dia menghalangiku dengan badannya yang lebih tinggi dariku
"Aku ngga bakal biarin kamu pergi"
Aku hanya meresponnya dengan melipat kedua tanganku dengan sebal
"Please...Ikut ya?" mohonnya dengan muka puppy facenya
Aku melihatnya sejenak dengan mempertimbangkan apa aku harus ikut atau tidak
"UGH! Fine!"
"YESH! Silahkan tuan putri"
Lalu kami berdua memasuki mobil
"Makasih ya mau ikut jalan"
"Terpaksa."
"I miss you! I really mean it!" ucapnya dengan nada tulus sambil melihatku
Kutatap mukanya, entah aku bisa memercayainya atau tidak
Tapi kulihat ketulusan di mimik wajahnya dan nada bicaranya
Dia tersenyum kepadaku kemudian
Ketulusan itu ada di situ
Namun, aku tidak tau apakah aku memercayainya atau tidak
Apakah aku mengakuinya atau tidak
Aku hanya takut














