Revie Buku Tuhan Maha Romantis
Penulis : Azhar Nurun Ala
Penerbit : Lampu Djalan
Tahun Terbit :2017
Deskripsi Fisik : 202 hlm; 18 cm
Genre : Romansa
Teruntuk : Remaja 18+
“Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang mulia”
Merupakan buku yang penuh kenangan nih, karena didapat dari gaji pertama penulis. hehehe. Dan tentunya berkesan, karena buku ini nggak segampang itu dapetinnya, huhu. Diterbitin secara indie sama penulisnya, jadi nggak ada di bookstore biasanya. Cuma bisa PO langsung ke penulisnya, sesuatu deh novel ini, hehe. Dan sejak saat itu saya mulai tertarik dengan bang Azhar, eh maksudnya tulisan-tulisannya.
why ?
Karena tulisannya itu ringan. Di novel ini bukan romansa yang anak remaja sekarang gitu. hehe. Ada sempilan nasehat juga. Nah inilah kenapa lebih diperuntukkan untuk remaja 18+, karena ada sedikit lebih banyak (eh gimana) nasehat tentang pranikah. Tentang bagaimana cara menjemputnya. Tentang bagaimana seharusnya menjadi lelaki yang sebenarnya.
Rijal, sosok lelaki yang tidak gegabah. Tahu betul bagaimana memperlakukan wanita. Ia jatuh hati pada perempuan yang sedang membacakan puisi Hujan Bulan Juni. Uniknya, dia adalah perempuan yang sama dengan sosok yang selama ini membantunya dalam mengurus perkuliahannya.
See, unik ya cara Allah. hehe. Nah, namanya juga cerita, pasti ada konfliknya dong ? Konfliknya dimulai saat Rijal akan melamar Laras pasca sidang skripsi Laras. Namun ternyata perempuan yang ditunggu tak nampak batang hidungnya. Ya, begitu saja. Perpisahan tanpa kata. Nyesek nggak sampe sini ? Hahaha
Alur ceritanya Mundur - Maju - Mundur - Maju Cantiik *ehh hehe
Nggak asik lah ya kalau diceritain detailnya. Nanti kalian nggak mau baca. hehe. Yang jelas bukan hanya itu konflik dalam novelnya. Jadi yuk baca yukk.. Insya Allah akan ada hikmah yang bisa dipetik dari perjalanan kisah Rijal dan Laras. Masalah metik-metik mah itu tergantung masing-masing ya kan ? Mau milih yang mana, ibarat metik buah, mau milih buah mana yang paling bagus. Hehe.
Yang jelas dari saya, Allah itu benar-benar romantis. Caranya mengatur kehidupan manusia, mempertemukan, memisahkan, menyatukan itu benar-benar hak prerogatifnya.
Nah satu bagian yang menjadi remainder bagi saya adalah cuplikan ini :
“A, ada dua hal yang membuat kita hari ini berbeda dengan kita bertahun-tahun yang akan datang: buku yang kita baca dan orang-orang yang kita temui. Buku yang kita baca akan membentuk pola pikir kita, orang-orang terdekat kita akan membentuk karakter kita. Bacalah banyak buku, temui dan tumbuhlan bersama orang-orang hebat --- orang-orang yang melakukan banyak perubahan besar dan orang-orang yang kamu kagumi.”
Dan saya mengalaminya sendiri. Sebegitu berpengaruhnya kedua hal itu. Hingga membentuk diri saya sekarang. :)
Jadi, tertarik mau baca nggak nih ? hehe
ditunggu yaa... Jazakallah Khair sudah membaca review-review-an ini hehe.
Selamat bertumbuh! Salam Literasi !














