Ini ada artikel ttg pembenaran suatu hal yg jelas salah dan dilarang dalam semua Agama. Berikut beberapa bagian artikelnya : "Yang menarik adalah, jika LGBT adalah dosa, maka itu bukanlah satu-satunya jenis dosa terkait moralitas yang kita lihat dalam hidup sehari-hari. Meninggalkan ibadah wajib, seks di luar nikah, juga bentuk dosa. Tapi kita masih bisa berinteraksi secara santai dengan orang yang kita tahu meninggalkan ibadah, yang memiliki hubungan seks di luar nikah, yang minum alkohol, dll misalnya." Emang di Indonesia LGBT diapain sih? Biasa aja, ga da kekerasan kyk di Rusia. Yg mengecewakan dr LGBT itu ada meminta eksistensi berlebihan yg nuntut kesetaraan. Hehe emang dosa2 yg lain juga minta disetarain ya? Wong jelas2 dosa masa mau dianggep setara alias jadiin hal biasa. Aya aya wae. "Jika LGBT dihujat karena alasan ketaknormalan, apakah energi untuk melontarkan hujatan itu sama besarnya untuk perilaku “tidak normal” lainnya? Menolak Apa? Sentimen yang sifatnya pribadi adalah satu hal. Pada akhirnya, sentimen adalah karakteristik spesies manusia, karena kita bukan bangsa Vulcan seperti Spock. Yang selalu tricky alias rumit adalah, pertama, seberapa jauh kita membolehkan sentimen pribadi (atau kelompok) menjadi dasar penilaian kita kepada orang lain." Yg ditolak itu gaya hidupnya dan penyebaran perilaku menyimpang dgn mencari pasangan yg blm tentu juga HOMO. Lagian klo dr sentimen pribadinya ada banyak hingga menjadi suatu kelompok masyarakat yg jumlahnya besar, apa trus ga bs jd dasar penilaian? Toh standarnya jelas Kitab Suci yg hingga kini tidak bisa dibantah kebenarannya (Al Quran). "Sebagai contoh, beribadah itu wajib menurut agama. Makan babi itu haram untuk orang Islam dan Yahudi." Sorry, Agama Kristen juga melarang makan Babi, begitu juga sains membenarkan bahwa makan babi itu bakal mengundang banyak penyakit. "Apakah maksudnya seseorang yang memiliki orientasi non-heteroseksual tidak bisa eksis atau diakui negara, dan implikasinya tidak memiliki hak untuk mendapat keamanan, pendidikan, kesehatan pekerjaan dan sebagainya?" Bukan gitu maksudnya. Toh sampe skrg LGBT tdk ada diskriminasi saja, kecuali mereka menunjukkan eksistensinya di depan umum atau di media TV apalagi sampe propaganda menunjukkan bahwa "LGBT itu Normal loh", itulah yg bikin LGBT sangat ditolak oleh masyarakat Indo. Rakyat tau ada klompok LGBT, tp ga perlulah menunjukkan diri, cukuplah menjadi hal yg tabu agar nilai norma LGBT tetap pada nilai yg salah dan jangan coba2 untuk dijadikan Benar karna jika begitu maka nilai2 di masyarakatlah yg akan dirusak.