ALLAH.. gue belum menemukan istilah yang pas selain "kegalauan" untuk kondisi gue akhir-akhir ini. Gue, mahasiswa tingkat akhir yang sebentar lagi menyandang gelar pengangguran. hahah. Beberapa hari lalu setelah sidang skripsi, gue mengalami semacam keparnoan akan masa depan. Mungkin ini karna gue belum siap. Belum siap untuk berubah gelar dari mahasiswa menjadi "job seeker". Belum siap meninggalkan kondisi yang terlanjur jadi "zona nyaman" gue di tengah teman-teman yang luar biasa. Belum siap kehilangan masa indah jadi mahasiswa. Belum siap harus berpisah sama orang-orang yang membangun kehidupan gue sekarang. Belum siap untuk berhenti tertawa terbahak-bahak sama jokes yang bahkan gak lucu. Belum siap untuk menyadari betapa seriusnya hidup yang harus dijalani setelah ini. Belum siap ninggalin bogor dengan segala isinya!! Dari momen kuliah (telat,tidur di kelas, praktikum lapang, laporan), berbagai agenda rapat, berangkat gelap pulang gelap, ngenet di kampus, kehujanan, tarawih, sahur,buka puasa,shalat idul adha,kurban,tahun baruan,susah, senang, sehat, sakit, semuanyaaa di bogor. Well, gue memang orang yang overthinking untuk sesuatu, walaupun untuk sesuatu yang gak perlu. tapi ini memang yang gue rasain sekarang. Satu lagi tanggung jawab yang mudah-mudahan bisa gue penuhi dengan mengabdi. Kewajiban yang harus gue jalani setelah segala hak yang telah diberikan ke gue. Seperti gerbang yang akan mengantarkan gue kepada keputusan-keputusan lain atas hidup gue kelak. Seperti fase intermediet yang mempersiapkan mental gue jika kecemasan-kecemasan akan ketidak-siapan gue nanti jadi kenyataan dan akhirnya gue harus menjadi siap. Sungguh sebuah kehilanganlah yang membuat kita sadar harus bersyukur sama apa yang kita punya. Empat tahun terasa sebentar untuk menyelami kehidupan kalian dan mengijinkan gue untuk masuk kedalamnya. Apapun nanti jalan yang harus kita masing-masing lewati, gue berterimakasih sudah mau mendampingi gue melewati salah satu fase dalam hidup. TERIMAKASIH :") see you on top guys!