24 Months
Banyak yang mesti dikorbanin dan banyak juga yang mesti diperjuangin.
Mengambil S2 adalah sebuah pilihan. Entah kenapa saya berani ambil pilihan itu mungkin karena bokap selalu mendoktrin saya sedari kecil “dek, selalu ambil pilihan yang berbeda dari orang lain” bahkan doktrin itu sampai sekarang selalu saya jaga. Bokap selalu bilang, jangan pernah melihat orang lain, ‘bodo amat’ itu perlu. Permasalahan saya adalah ketika teman teman sudah bekerja, bahkan sudah memiliki anak, saya masih sibuk dengan dunia perkuliahan (zona nyaman). Kalo dibilang berat, iya berat. Tekanan batinnya sangat luar biasa. Tapi itu semua sudah saya lewati hingga tahap ini.
Seberat apapun, dan sebanyak apapun tugas kuliah, bila itu jurusan yang kita inginkan ya fun-fun saja malah justru menikmatinya.
Kata orang hidup itu berasal dari pengalaman pengalaman, hidup juga terdiri dari pilihan yang tidak bisa kita ambil semua pilihan itu. Bersyukur dan menjalani-nya dengan ikhlas.
Ambil sedikit cerita;
Pertama, cerita Pete Best, mungkin ga banyak yang tau dia siapa. Dia adalah drummer band legendaris the beatles sebelum ringgo starr. Pete Best paling rupawan dibanding teman teman The Beatles lainnya. Dipecat karena rupawan dan tidak mau merubah gaya rambut. Apa yang kemudian dilakukan oleh Pete Best? Rupanya, tidak ada kisah "kebangkitan kembali atau titik balik" dari Pete Best. Dia hanya meneruskan perjalanan hidupnya sebagaimana orang-orang disekitarnya. Berkeluarga, dan seterusnya. Tapi, rupanya hal ini membuat Pete bahagia. Bahkan dia sempat mengatakan bahwa dia akan sangat menyesal sekiranya dulu dia tidak dikeluarkan dari The Beatles. Pete menganggap bahwa memiliki keluarga, bisa bersama dengan keluarga, bermain dengan anak anak adalah sebuah kebahagian yang tidak dapat diambil dari teman teman The Beatles nya, mereka yang sibuk rekaman, jarang pulang kerumah, tour keliling dunia, dan mereka jarang bertemu keluarga, hidup mereka hanya habis di jalan dunia.
Cerita Kedua, cerita Dave Mustaine, gitaris band Metallica pada saat itu, dikeluarkan secara sepihak dari band rock tersebut. Dia dikeluarkan tanpa ada peringatan sebelumnya. Dave hanya diberi ongkos untuk kembali ke kediamannya. Padahal, dalam waktu dekat band tersebut akan melakukan rekaman. Selama perjalanan, Dave tentu dihampiri rasa sedih. Tapi kesedihan itu tidak berlangsung lama. Sewaktu sampai ke kediamannya, dia melupakan semua kesedihannya dan bertekad untuk membuat band baru dengan personel yang lebih andal. Akibatnya apa? Dave merekrut personel baru dan membuat "sendiri" band-nya yang kemudian dikenal dengan nama Megadeth. Dikeluarkannya Dave dari band tersebut rupanya membakar semangatnya untuk bangkit!! Megadeth-pun terkenal sebagai salah satu band metal yang terbilang sukses. Tapi apa yang terjadi? Kesuksesan Megadeth rupanya tidak membuat Dave merasa cukup sukses. Dia selalu menjadikan Metallica sebagai standar kesuksesannya. Selama tidak lebih sukses dari Metallica, berarti belum sukses. Pemikiran Dave adalah bahwa bagaimanapun dia tetap menjadi seseorang yang dikeluarkan dari Metallica, bahkan sempat diwawancarai oleh tv ternama pun, Dave masih selalu kecewa dikeluarkan Metallica.
Intinya adalah tinggal kita memilih diantara dua pilhan tersebut dalam menjalani hidup, ingin menjadi Pete yang bersyukur (hidup sederhana) setelah melalui permasalahan atau Dave yang selalu mengerutu dan membanding bandingkan dengan kesuksesan orang lain, padahal dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan (terkenal dan kaya raya).
Jadi, jangan pernah melihat kebahagian orang lain, bahagia kita yang ciptakan sendiri bukan dengan melihat standar kebahagiaan orang lain.
Terimakasih Semarang, terimakasih Undip, terimakasih Covencove, Magister Ilmu Lingkungan, angkatan 52 dan teman teman S1,
dengan pengalaman pengalaman yg ada didalamnya selama 24 bulan belakangan ini
Sekali lagi Terimakasih Semarang atas kesederhanaannya dan suka dukanya, Terimakasih untuk orang orang yang telah hadir di kehidupan saya dan bercengkerama dengan saya.
Terimakasih telah mempertemukan saya dengan orang orang hebat
Perjalanan itu berbicara tentang sebuah langkah, itu artinya sekarang saya perlu ber-Terima Kasih kepada mereka yang telah menemani (Bapak, Mama, Kakak, Ka Selly, dan Nona (Juffrouw) Ocii)
“Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas."? Bukan begitu eyang Pramoedya Ananta Toer?
Semarang, 29 Agustus 2019. 04.29












