Belajar Efektif? Ini Tipsnya!
Belajar, satu kata yang menjadi tugas utama bagi para pengenyam pendidikan di sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, bahkan di tingkat perguruan tinggi. Belajar, bukan hanya sekedar membaca, melainkan ada proses menerima informasi, menginterpretasikan informasi dan menyimpannya di dalam otak. Namun kadang kala, seseorang bingung bagaimana seharusnya ia belajar. Gangguan kantuk, godaan timeline media sosial seperti Twitter, Path, Instagram selalu muncul disaat seseorang meniatkan dirinya untuk belajar. Alhasil, proses belajar tidak terlaksana saat itu. Lalu, bagaimana cara belajar yang efektif dan benar? Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar menemukan cara belajarmu yang tepat.
Tentunya hal yang harus kamu lakukan pertama kali adalah menentukan waktu belajar yang kamu inginkan. Terkadang, beberapa orang dapat belajar efektif saat siang hari, beberapa ada yang sore hari bahkan ada yang belajar saat dinihari. Umumnya, belajar dilakukan saat malam hari sebelum tidur. Waktu untuk belajar tentunya harus disesuaikan dengan mood dan ketersediaan jam kosong dalam keseharianmu. Berikut contoh skenario dalam mengatur waktumu untuk belajar.
- Misalnya kamu pulang sekolah jam 2 siang, maka bersantailah sejenak untuk me-refresh otak dari kepenatan di sekolah. Jam 4, kamu bisa membantu orang tua untuk membersihkan rumah lalu kemudian mandi. Jam 5, kamu bisa mulai untuk belajar santai (membaca pelajaran yang tadi dipelajari saat di sekolah) sambil menunggu waktu maghrib. Selepas maghrib, bisa menghabiskan waktu bersama keluarga sambil makan malam dan menunggu isya’. Setelah isya’, barulah kamu mulai belajar. Siapkan segala keperluan belajar di meja belajar. Ingat! Belajar dilakukan di meja belajar agar tidak mengantuk karena posisimu akan duduk tegap. Simpan handphone-mu dalam keadaan silent atau turn off di lemari agar tidak tergoda dengan bunyi notifikasi dari chat messenger atau social media yang kamu miliki. Setelah itu, silahkan belajar hingga maksimal pukul 22.00 WIB (waktu belajar tergantung keinginanmu untuk bangun pada jam berapa, idealnya, waktu tidurmu adalah 6 jam). Berarti ketika kamu memutuskan untuk tidur jam 10 malam, kamu harus bangun jam 4 pagi. Ambil wudhu, shalat malam lalu dilanjutkan mengaji sambil menunggu subuh. Setelah subuh, mandi, lalu bersiaplah untuk berangkat ke sekolah. Sambil menunggu waktu berangkat sekolah, kamu bisa memanfaatkannya untuk membaca kembali apa yang kamu pelajari.
- Jika kamu pulang sekolah jam 4 sore, maka bersantailah sampai tiba waktu isya’. Sambil menunggu hingga waktu isya’, kamu bisa mengobrol bersama keluarga, membaca novel atau melakukan hobimu yang lain untuk me-refresh otakmu. Setelah isya’, mulailah belajar hingga pukul 22.00 WIB. Nah disini, kamu harus sedikit mengorbankan waktu tidurmu untuk belajar (disarankan untuk tidak lebih dari 1 jam). Jadi kamu bangun tepat pada pukul 3 pagi. Jangan lupa shalat malam dan mengaji. Sambil menunggu subuh, kamu bisa belajar dengan lebih fokus saat jam pagi seperti ini. Selanjutnya lakukan hal yang sama seperti skenario pertama.
Waktu belajar ini sangat fleksibel, tergantung kesediaan waktumu dan seberapa niat kamu untuk belajar. Dan dalam mengatur waktu, yang terpenting adalah seberapa rela kamu mau mengorbankan beberapa waktumu untuk belajar :)
2. Tentukan metode belajarmu!
Setiap orang tentu mempunyai metode belajar yang berbeda-beda. Metode belajar yang kamu lakukan belum tentu cocok jika dilakukan oleh orang lain, begitupun sebaliknya. Nah menentukan metode belajar menurut saya tidak mudah. Perlu ada beberapa kali percobaan dan sempat mengalami kegagalan saat mencoba beberapa metode. Namun, kegagalan merupakan suatu proses menuju keberhasilan, kan? Berikut tiga jenis metode belajar yang mungkin salah satunya sesuai dengan yang kamu sukai.
- Auditori, merupakan metode belajar yang fokus terhadap indera pendengaran. Orang dengan tipe belajar ini cenderung mampu menangkap informasi pembelajaran melalui teknik ceramah, rekaman suara, presentasi di depan kelas dan percakapan sehari-hari. Apabila kamu merasa mudah menangkap pembelajaran dengan suara, maka kamu dapat merekam apa yang gurumu sampaikan di depan kelas untuk didengarkan kembali saat dirumah.
- Visual, merupakan metode belajar yang fokus pada indera penglihatan. Orang dengan tipe belajar ini cenderung mampu menangkan informasi pembelajaran melalui teknik visual, seperti diagram, grafik, gambar, film dan instruksi yang tertulis. Biasanya, orang dengan tipe ini akan menggunakan strategi mind map, catatan tertulis, peta konsep, dan sebagainya.
- Kinestetik, merupakan metode belajar yang fokus pada keaktifan dan keterlibatan dirinya dalam proses pembelajaran. Orang dengan tipe belajar ini mampu dengan mudah menangkap informasi pembelajaran melalui pengaplikasian secara langsung, seperti bekerja di laboratorium, study tour, mencatat tulisan di buku, dan sebagainya. Strategi yang biasa dilakukan oleh orang dengan tipe belajar ini adalah mencatat secara aktif saat berada di kelas.
Ketiga tipe ini bukanlah hal yang mutlak dimiliki salah satunya. Seseorang dapat memiliki dua diantaranya, atau bahkan ketiganya.
Fokus! Saat belajar, tentunya seseorang harus fokus agar kinerja otak tidak terganggu dengan pikiran-pikiran yang tidak berkaitan dengan pelajaran. Saat kamu sedang dalam kondisi yang tidak mendukung untuk belajar, seperti sakit, sedih dan sebagainya, kamu dapat memotong jam belajar kamu menjadi lebih sedikit agar otak tidak terlalu terbebani dengan pikiran dan emosi yang kamu rasakan. Saat sudah bisa kembali fokus, maka kamu dapat melanjutkan pembelajaranmu seperti biasa.
4. Berolahraga dan berekreasi!
Olahraga dan rekreasi merupakan aspek penting (menurut saya) dalam keberhasilan belajar. Hal ini dikarenakan kedua aktifitas ini mampu menyegarkan kembali otak yang penat akan informasi pembelajaran yang masuk secara terus menerus saat di sekolah. Selain mampu menyegarkan otak, olahraga mampu membuat seseorang dapat lebih fokus saat belajar.
"Belajar bukanlah proses yang instan. Kegagalan yang dialami bukanlah kerugian. Tergantung kau mempersepsikan. Apakah itu ancaman, ataukah jalan untuk menuju kesuksesan :)" - Adiasya (2014)