
❣ Chile in a Photography ❣
Sade Olutola

Jimmy Eat World
untitled
Cosimo Galluzzi
Cookie Run:Kingdom Official!
No title available

blake kathryn
Color Me Curious
Game of Thrones Daily
No title available
art blog(derogatory)
Today's Document
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
KIROKAZE

shark vs the universe
$LAYYYTER

ellievsbear
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from Türkiye

seen from Australia
seen from Canada
seen from United States

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Georgia
seen from United States
seen from Vietnam

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Peru

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from India

seen from Australia

seen from Philippines
seen from United States

seen from China
@ririsdehantari
💙
Fa inna ma’al usri yusro
-Al-Insyra 5-
Love it anyway 😃. Love when she said “Men that work hard don’t have abs 😂😂 They have one Ab. One Big Ab 😅😅”
And yess, “Rich in the things that matter” 🙃💙
Bersyukur itu bukan hanya tentang nikmat yang bertambah, melainkan juga nikmat yang tak dicabut. Apa yang kita miliki, itulah yang semestinya lebih dulu kita syukuri.
Taufik Aulia
However, more or less, I miss u still 💔
Menoleh sedikit ke belakang untuk belajar, bukan untuk mengingat 💛
The perfect cure for worry is prayer
Not a leaf falls but that He knows it 🙂 (6:59)
One day, one at a time 🤍
Pelajaran yang paling susah lulus nya: Letting Go :’)
La Tahzan. Innallaha Ma’ana 🤍
Berdua Saja. Maka Jadilah!
Sebuah Cerpen Fahd Pahdepie*
Abdullah nama tukang sapu itu. Setiap hari tugasnya membersihkan pelataran selatan Masjidil Haram. Para tamu Allah yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia tak pernah berhenti memenuhi masjid, bertawaf mengelilingi Ka’bah. Berdesakan di depan pintu Multazam, berebut ingin mencium Hajar Aswad.
Tahun ini, petugas kebersihan itu berusia 60 tahun. Tak terasa sudah 42 tahun ia bekerja membersihkan tempat paling suci bagi umat Muslim itu, sejak usianya 18 tahun. Ia bekerja 12 jam sehari, kadang lebih jika sedang musim ramai.
Di sela-sela waktu istirahat, kadang ia menyempatkan diri shalat menghadap Ka’bah, mencari poisisi yang paling pas untuk tepat menghadap Multazam, tempat yang dipercaya di mana doa apapun akan dikabulkan di sana, meski ia harus melakukannya dari kejauhan.
Sering ia berdoa sambil menangis. “Ya Allah,” ujarnya lirih, “Setiap hari aku membersihkan pelataran rumahMu. Semoga suatu hari kita bisa hanya berdua saja di sini.”
Kali itu ia menatap sekeliling, jutaan jamaah dari seluruh dunia, beragam warna kulit dan bahasanya, memenuhi Masjidil Haram. Orang-orang bertawaf hingga area luar. Bahkan di atap masjid. “Tapi aku bahagia orang-orang masih memenuhi rumahMu, merinduMu, biarkan saja aku yang menyapu dan membersihkannya. Sampai habis usiaku.” Ada senyum yang terbit di bibirnya.
Usai shalat, Abdullah kembali bekerja. Ia sisir seluruh pelataran Selatan. Kadang ia ke sisi lain, membantu temannya, Mustafa, yang usianya lebih tua darinya dan kadang keleahan.
“Kau baik sekali, Abdullah. Tak usah repot-repot. Biarkan aku yang menyelesaikannya. Pelan-pelan.” Ujar Mustafa. Agak tergopoh.
Abdullah tersenyum. Sambil mulai menyapu. “Jamaah terus berdatangan.” Katanya. “Aku tak tahan melihat lantai masjid ini kotor dan berdebu. Izinkan aku membantu.” Sambungnya.
Keep reading
A mystery, indeed. My website – My Facebook page – See me on LINE Webtoon!
😂 lmao
I am in crisis. Raise me my Almighty 🙏🏻 I beg You
Oh my eternal maintainer. By Your mercy I seek help. Please ease my difficulties and grief.
💙 . . . . . #ceiling #lookingup #blue #design #creation