Kita memang sedang beredar dalam garis kehidupan masing-masing, berotasi pada orbit yang telah ditentukan. Hanya satu yang membedakan, keyakinan menuju langitNya yang Maha Luas.
cherry valley forever
No title available

tannertan36

Andulka
todays bird

PR's Tumblrdome
noise dept.

No title available

oozey mess
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Origami Around

Janaina Medeiros

JBB: An Artblog!
taylor price
I'd rather be in outer space 🛸
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Game of Thrones Daily

❣ Chile in a Photography ❣

JVL

No title available

seen from Germany
seen from Türkiye
seen from Singapore

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands

seen from T1
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Greece

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Switzerland
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@rizkaamaliar
Kita memang sedang beredar dalam garis kehidupan masing-masing, berotasi pada orbit yang telah ditentukan. Hanya satu yang membedakan, keyakinan menuju langitNya yang Maha Luas.
Hai Tumblr, lama tak bersua. Rasanya sudah hampir 1 tahun lebih aku tak menyapamu, bahkan mengunjungimu pun tidak. Hmm, entahlah sepertinya 1 tahun ini aku terlalu sibuk dengan mereka (instagram, WA, telegram, bahkan tiktok walau hanya sedekar scroll) yang mengalihkan perhatianku padamu.
Tapi, kini aku mulai sadar bahwa mereka itu semakin lama semakin membosankan. Malah terkadang semakin membuatku insecure, ya karena disana aku bisa melihat orang-orang saling membanggakan dirinya, memperlihatkan kehebatannya, sedang aku sampai saat ini masih bukan siapa-siapa.
Tumblr, kau tau saat aku menulis ini rasanya aku merasa bahagia, karena saat aku bercerita kau seperti sedang mendengarkan dan menyimak setiap perkataanku dengan senyuman tulus. Terima kasih ya karena sudah mau menampung keluh kesahku.
Maaf karena sudah terlalu lama aku melupakanmu:')
Kamu pernah ngalamin rasa sedih? Biasanya apa sih yang membuat kamu sedih? Dan gimana cara kamu buat menghilangkan kesedihan itu? Sebagai manusia, rasa senang, sedih, marah, atau kecewa bisa datang silih berganti. Karena kehidupan ini tak selamanya indah. Boleh aja sih kita merasa sedih, kecewa, galau atau marah. Tapi ingat ya jangan sampai berlarut bahkan sampai men-diaknosis bahwa diri kamu terkena mental illness. So, salah satu cara menghilangkan kesedihan yang sedang kamu rasakan adalah berbagai cerita dengan orang lain dan yang terpenting adalah serahkan semuanya pada Allah Azza Wa Jalla. Karena, ujian dan kesulitan datang bukan untuk menjadikan hati ini lemah namun melatih hati agar kuat. Saat kenyataan tak sejalan dengan harapan, ingatlah bahwa Allah telah menyiapkan rencana hebat-Nya. #islamicqoutes #cartoon #illustration #iqomic #digitalpainting #hijrah #likeforlikes #art #moslem #molemdesign #likeforfollow #selfreminder #selfhelp #healing #reminder #smile #mentalhealth #sabar #pemudahijrah #care #positivevibes #kartunmuslimah #selfcare https://www.instagram.com/p/B73WfF0haPsEqCmFFmPYE6XkWg-WwVO1677hqU0/?igshid=1lmn7fuogw06x
Tak apa, jika saat ini semua impian belum tercapai..
Stop, iya berhenti salahkan dirimu. Aku tau diri ini memang salah, lantas apakah dengan terus menyalahkan diri semua waktu yang terlewati kala itu akan kembali lagi? Apakah dengan terus bersedih mimpimu akan tercapai? Dunia masih terus berputar kawan dan waktu akan terus berjalan. Masih ada waktu untuk memperbaiki apa yang salah, selagi nafas ini masih bisa kau rasakan. Masih ada waktu untuk memulai yang baru, berhentilah meratapi hidupmu dan menyalahkan keadaan. Aku tau ini sangat berat, kita memang perlu punya rencana tapi ingat Allah lah sebaik-baik perencana. Percayalah hidupmu pasti akan baik-baik saja. Bahkan akan jauh lebih bahagia dari apa yang kau rasakan saat ini.
Saat seseorang menangis, kita memiliki respon alami dari diri kita untuk segera menenangkannya, untuk membuat tangisannya segera berhenti.
Saat seseorang marah, kita segera berusaha meredakannnya, atau jika terpaksa kita mengambil jarak darinya karena sesuatu hal yang membuatnya marah kepada kita.
Kita tidak nyaman melihat emosi negatif yang ditujukan seseorang kepada kita. Berbeda saat dia tertawa, kita nyaman-nyaman saja, dan membiarkannya untuk tertawa lepas.
Seolah dalam dirinya, dia hanya boleh menunjukan emosi-emosi positifnya saja. Harus bisa menekan dan mengendalikan emosi negatifnya di hadapan kita.
Kita begitu mudah terpancing ketika seseorang menunjukan emosi negatifnya. Kita selalu menganggap bahwa emosi negatif adalah sesuatu yang harus dilawan, emosi negatif adalah musuh kita.
Padahal keduanya adalah bagian dari diri kita, bagian dari diri seseorang yang tidak mungkin bisa kita hindari dari kehidupan kita.
Hanya saja, menyadari luapan marah, ungkapan perasaan sedih, dan kekecewaan, kita perlu lebih bersabar lagi untuk memahaminya.
Belajar memeluknya, menyambutnya kapan saja, seperti saat kita menghadapi perasaan yang menyenangkan.
—ibnufir
"That trust in Allah, is what saves you."
Shaykh Hamza Yusuf
Berdamai dengan Diri Sendiri
Menutup mata, menarik nafas panjang, lalu tersenyum, meski sambil berderai air mata, itu akan mampu menenangkan hatimu.
Tak perlu berharap orang lain meminta maaf atas khilafnya. Tak perlu juga mencari cara untuk membalas perbuatannya. Apalagi berdoa agar keburukan menimpa dirinya. Jangan.
Sebab segala luka dan kecewa adalah tanggung jawabmu sendiri.
Kamu hanya perlu yakin pada suatu Firman; bahwa jika kamu mengingat-Nya maka hatimu akan tentram.
Iya. Mengingat-Nya. Bukan mengingatnya.
—@irmaliswt
Masih ingat ga sih kalo media sosial Instagram dan WhatsApp sempet down beberapa waktu lalu?
Yap, satu bulan lalu tepatnya tanggal 14 Maret 2019 dan kejadian itu terulang kembali hari ini tanggal 14 April 2019. Wah kebetulan tanggalnya sama loh. Itu kebetulan atau sengaja ya? hehe
Hari ini, warga net digegerkan lagi oleh kabar yang beredar bahwa media sosial Facebook, Instagram, WhatsApp mengalami masalah. Ada yang tak bisa unggah foto, video atau status dirinya di Instagram. Beuh, heboh betul langsung cari-cari informasi, "wah, kenapa ya kok gabisa upload dan bla bla bla."
Hello, sadar ga sih kalo kita itu udah kecanduan sama media sosial. Rasanya sehari aja ga buka atau main IG atau WhatsApp itu gabisa ya, tangan rasanya gatel aja. Tapi, ada tapinya nih kalo yang buka untuk kerjaannya dia sih masih bisalah ya dimaklumin cuma yang kaya saya ini nih yang gaada ada kebutuhan khusus di media sosial, main media sosial cuma atas dasar kebutuhan untuk memuaskan diri.
Ini menjadi pertanyaan besar apakah saat ini media sosial sudah membuat candu penggunanya?
Apakah buka medsos itu lebih penting dari buka Al-Qur'an?
Reminder banget sih ini perihal diri sendiri juga belum bisa jauh dari HP. Dari hal-hal kecil kayak gini sih ternyata kalo kita sadari Allah lagi ngingetin kita, "Coba taro hpnya dulu terus buka Al-Qur'annya".
Percaya deh, pasti disetiap kejadian ada hikmah yang bisa diambil.
Yuk sama2 perbaiki diri jadi lebih baik :))
- Jakarta, 14 April 2019
Saat banyaknya draft nasehat yang tersimpan tapi malu untuk ditampilkan. Bukan karena ingin banyak yang melihat atau membacanya, tapi karena sadar bahwa yang layak mendapatkan dan membaca lebih dulu adalah aku, penulis kata yang malu dengan tulisannya, tersebab hatiku lebih butuh untuk dikuatkan dan rawat, untuk setiap harinya.
Pernahkah kamu melihat kelemahan dirimu sendiri ? Saat ternyata menasehati sahabat dan teman jauh lebih mudah melontarkan kata-kata indah dan menyejukkan, sedang kamu dan ketakutanmu lebih besar lagi banyak dari apa yang temanmu keluhkan padamu.
Yang terbaik adalah ia yang haus akan nasehat kehidupan, belajar dari jurang saudaranya agar ia tidak terjerumus kedalamnya, dan menyadari bahwa kelemahan dirinya haruslah diobati, bukan dibiarkan hingga menjalar dan memakan semua kelebihan.
Dan beruntunglah kamu yang mempunyai teman untuk mengingatkan dan mengajak pada kebaikan, menandakan bahwa ia ingin bersamamu menuju surga, bersama-sama. Karena tidak semua yang tampan lagi menarik hatimu mau mengajak dan membimbingmu, dan tidak semua yang cantik parasnya mau diajak meniti jalan kehidupan dan bersabar diatas cobaan. Jadilah yang bisa memimpin dan mau untuk dibimbing.
Berdoalah agar dipertemukan dan dipasangkan dengan jodoh dunia akhirat, bukan hanya dunia dan terpisah diakhiratnya. Soal urusan hati siapa yang tau bukan ?
Untuk semua catatan harian yang tersimpan, aku yang bersyukur menemukanmu, teman perjalanan, hingga surgaNya. Amin.
@jndmmsyhd
Kamu marah?
Kamu marah dengan perlakuan orang lain terhadapmu?
Kamu marah karena perkataan mereka yang tidak menyenangkan?
Kamu marah karena apa yang kamu harapkan nyatanya tak sesuai dengan keinginanmu?
Hai, sadarlah kita tak dapat memaksakan bahwa setiap keadaan harus sesuai dengan keinginan kita, bahwa apa yang dilakukan orang lain harus selalu membuat kita senang, bahwa segala sesuatunya akan berjalan sesuai dengan apa yang kita mau.
Nyatanya tentu kita tak bisa berbuat semaunya kita harus sadar bahwa orang lain tak bisa membaca hati kita. Yang kita butuhkan adalah kita harus bersikap lebih sabar dalam menghadapi segalanya, lebih berlapang dada atas sikap yang mungkin saja tidak mengenakkan. Karena kita tak hidup sendiri di dunia ini.
Ingat, ada banyak hati yang harus kita jaga.
Cobalah bersikap dewasa dengan tidak selalu membawa perasaan dalam setiap perbuatan.
Cobalah menerima dengan ikhlas, jangan mengedepankan ego, karena orang lain juga tak akan peduli dengan apa yang kau rasa.
Mungkin saja saat ini disini ada yang mau menerimamu dengan kondisi yang mudah baper, tapi kita takkan tau nanti disana di tempat yang berbeda dengan orang yang berbeda apakah ia akan menerima kita jika kita selalu menggunakan perasaan?
Kepada Sang Pemilik Pagi
Sudahkah kita bersyukur hari ini?
Bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Nikmat yang luar biasa, bahkan sekaya apapun kita takkan mampu membelinya dengan uang.
Nikmat apakah itu?
Ia adalah nikmat kehidupan.
Bersyukurlah..
Pagi ini Allah bangunkan kita dalam keadaan sehat.
Pagi ini kita masih bisa bernafas. dengan paru-paru yang sempurna.
Pagi ini kita dapat melihat indahnya dunia.
Pagi ini kita dapat merasakan sejuknya udara pagi.
Pagi ini kita dapat tersenyum kepada oranglain.
Pagi ini kita dapat mengerjakan semua aktivitas kita.
Dan pagi ini Allah masih memberikan kita kesempatan untuk berbuat kebaikan.
Tapi masihkah esok atau lusa kita bisa melakukannya lagi? Merasakan nikmat kehidupan dari Allah.
Saat ini selagi kita masih diberi waktu oleh Allah, manfaatkanlah waktu itu dengan sebaik mungkin untuk bekal di akhirat kelak.
Rasanya rasa syukur pun tak mampu membayar semua nikmat yang telah Engkau berikan disetiap pagi.
Don't forget to say Alhamdulillah :')
Lihat Sekelilingmu, Jangan-jangan Mereka Butuh Kamu
@edgarhamas
Cobalah sesekali kamu duduk di halte dan simpan sejenak gadgetmu di tas. Lalu, pandangi orang-orang yang berlalu-lalang datang dan pergi, dengan raut wajah beraneka dan busana yang bermacam-macam. Ada ribuan kehidupan di samping kanan-kiri depan-belakangmu, lengkap dengan pikiran dan keluh kesahnya.
Seringkali orang yang berusaha berdandan sebaik mungkin tak bisa menutup kesedihannya sendiri. Yang berusaha tegak barangkali karena ia trauma diremehkan oleh orang. Yang mondar-mandir bisa jadi sedang memikirkan hutangnya yang banyak, dan anak-anak sekolah yang murung bersandar di jembatan sedang meratapi keluarganya yang broken home.
Seorang guru pernah bilang, bahwa pemimpin itu bukan lahir dari atas, tapi dari bawah. Bukan dari kastil mewah, tapi dari nadi masyarakat. Bukan masalah kaya atau cukup. Yang membedakan mental pemimpin dan bukan, adalah kemampuannya menyentuh dasar paling dalam dari fenomena hidup bangsanya, untuk mencarikan solusi paling baik bagi mereka.
Hal paling gundah dalam hidup manusia, adalah ketika mereka bingung harus mengadu pada siapa, dan kemana harus meminta pertolongan. Inilah yang dirasakan rakyat kita hari ini. Hidupnya sulit, tapi jauh dari taat. Dunianya sempit, dan ia tak sadar bahwa sujud memuaskannya.
Mereka tidak sepenuhnya salah, barangkali hanya karena belum ada yang membuka ruang dialog dengan mereka. Barangkali karena da'i-da'inya belum bisa terjun lebih membumi. Dan di saat yang sama, kita tidak sadar bahwa kita adalah orang yang berkewajiban menuntun mereka.
Padahal, setiap muslim pada dasarnya telah Allah berikan tugas untuk menjadi ‘natural hub’ antara manusia lain untuk mengenal Tuhan-nya. Dengan cara apapun itu —asalkan tak menabrak syariat— maka itulah ruang aksi bagi kita.
Coba lihat Sekelilingmu, jangan-jangan mereka butuh kamu.
Salah satu bentuk terkabulnya doa-doa mu adalah kau akan merasa tenang dengan hal-hal apa saja yang akan menimpamu nantinya.
Sebab kau paham bagaimana hakikat pasrah hanya kepada-Nya. Meski sakit yang kau rasa, meski tangisan selalu datang menyapa.
Namun hatimu damai atas apapun yang telah kau miliki ataupun yang telah kau lewatkan.
Ia memberikan kedamaian dan kebaikan pada hamba-hambanya yang telah Ia kehendaki.
Don’t Forget to Read Surah al-Kahf…
“Whoever reads Surah al-Kahf on the day of Jumu’ah, will have a light that will shine from him from one Friday to the next.”
(Narrated by al-Haakim and al-Bayhaqi, it was classed as saheeh by Shaykh al-Albaani in Saheeh Al-Jaami')
Dear Adults,
Whether you are an educator, parent, grandparent, aunt/uncle, or just a good friend and you are ever honored or blessed with the task of watching or being around someone else’s child and take notice of their good/positive behavior or words, PLEASE go the extra step and properly communicate that to their parents.
We so often second-guess ourselves and are riddled with doubt or fears about how we’re doing as parents and if our children are actually implementing all the values we’re teaching them. So when members of our “village” step up and offers us objective feedback (not just negative critiques) and let us know that we’re on track and shouldn’t worry so much, it can take off A LOT of pressure.
To be effective though, members of the village have to be willing to not only be mindful and present when they are around children, but to engage with them, watch how they behave around others, take note of things accurately and then relay that information back to their parents with as much detail as possible.
(Note: this level of focus is obviously going to require you to put away the phones and devices and actually *be* with the children!!)
So, if you just report back to the parents and say, “They were great! Ahmad and Fatima were very well-behaved and nice,” that’s way too general. You’re not giving the parents specific details that they can positively reinforce with their kids. So instead try to tell them HOW they were well-behaved and nice, and HOW their behavior stood out and made an impression on you. You have to be really paying attention to do this.
If more of us did this, not only would it boost our collective and individual confidence as parents, but it would likely boost the esteem and confidence of our children, which is SO desperately needed today as more and more kids are suffering with self-esteem and self-image issues.
So, please make a concerted and sincere effort to do this. Let’s spread positivity (and peace of mind) to combat the continuous stream of negativity and worry that plagues the world of parenting and everyone in it.
Remember, the Prophet ﷺ commanded us to “Afshu-salama baynakum!” Spread peace among yourselves.
May we all be peacemakers and may our children follow suit. Amin.
Ustadha Hosai Mojaddidi
💙💙💙
Jujur, aku tuh bukan tipe orang yang suka nulis. Biasanya itu kalo nulis harus ada moodnya dulu, harus bener-bener kepaksa dulu baru bisa deh nulis dengan baik dan benar.
Dulu pernah sempet sih sebenernya buat nyoba-nyoba nulis ditumblr dan buat tulisan-tulisan galau yang alay gitu atau qoutes-qoutes sok romantis gitu.
Tapi ternyata ga berjalan terlalu lama karena kalo udah mulai sibuk sama aktivitas pasti udah lupa dan ga sempet buat nulis.
Aku pernah denger, katanya kita bisa nulis itu dan terasah buat nulis kalo kita sering nulis, gapapa tulisannya ga sebagus orang-orang, gapapa tulisannya jelak KKBBInya asal aja yang penting udah nyoba nulis aja.
Nanti tuh bakalan terbiasa sendiri buat nulis, (iya ga sih bener atau engga?). Dan katanya jangan lupa banyak baca karena dengan kita banyak baca kita akan banyak dapet kosakata baru dan pastinya banyak dapet ilmu baru.
Nah, sepertinya aku tertarik lagi nih buat memulai menulis lagi ditumblr ini, karena udah lama banget ga nulis jadi kalo tulisannya masih alay mohon maap yaa. Namanya kan masih belajar jadi ya pasti masih banyakan salahnya dibanding benernya hehe.
Dan kenapa ya aku tuh lebih suka nulis itu malem, ngerasa aja sih kalo malem-malem itu banyak inspirasi diotak yang ingin dikeluarkan lewat tulisan.
Semoga kedepannya bisa Istiqomah untuk menulis ya:')
Malam,
Padamu ku ingin bercerita.
Malam ini udara terasa dingin menusuk, desiran angin terdengar begitu lembut.
Rasanya situasi malam ini seakan membuatku ingin membuka lembaran masa lalu.
Teringat akan masa kecilku dulu, kala itu tiap malam saat ku mulai merasa dingin ibu selalu memberiku selimut hangat dan ibu selalu bercerita sebelum aku terlelap dalam peluknya. Ia tetap terjaga hingga putrinya benar-benar memejamkan mata.
Ya Rabb, aku rindu, rindu kehangatan yang selalu ibu berikan.
Kini raut wajah ibu sudah mulai menua, usianya sudah tak muda lagi hampir setengah abad sudah ibu menjalani hari-harinya. Ia lebih memilih untuk mengabdikan dirinya di rumah merawat ayah dan anak-anaknya.
Ibu, Ayah maafkan anakmu ini yang masih belum bisa membalas semua yang telah kalian berikan. Maaf aku karena belum mampu membahagiakan kalian. Malah terkadang kami pun masih menjadi beban untuk kalian, masih belum bisa menjadi dewasa ketika bersama kalian.
Ya Allah, tolong jagalah mereka, Ayah dan Ibu. Berilah mereka kesehatan selalu dan berkahilah sisa umur mereka. Panjangkan lah umur mereka sampai aku bisa membahagiakan mereka dan melihat senyum diwajahnya mereka.
رِضَى اللهِ فِى رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِى سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ
Artinya:
"Keridhaan Allah itu tergantung pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan orang tua" (H.R Tabrani)