Single child syndrome. I always felt like I had to be the strong, capable one in front of my parents. I never cried to my dad about my problem, not even once. Sometimes it feels like I skipped the part of life where I got to just be a little girl.
But when I met him, that little girl in me finally found a safe place. I can cry over the tiniest, silliest things and he'll still hold me and comfort me. I can share all my insecurities, worries, and struggles, and he simply listens.
With him, the little girl in me finally feels safe.
Kemarin kami akhirnya bisa jogging bareng. Seperti biasa malemnya dia nanya aku lagi, cuman mau mastiin kalo janji sebelumnya tetap akan direalisasikan. Janjian pukul 19.00 di lapangan banteng jogging bareng buat pertama kalinya dan setelah batal karena hujan. Sempat gak yakin juga karena kemarin siangnya sempet hujan deras. Tapi semesta kali ini mendukung kami untuk menemukan waktu bersama. Tidak ada kegiatan berbeda seperti sebelumnya, tidak ada gombalan-gombalan lainnya, hanya obrolan sehari how we spent our days at work or how life's going. Melihat bagaimana dia yang selalu update kehidupannya, dia yang selalu ngabarin apapun yang dia rasain, dia yang selalu menunjukkan perasaannya tanpa ragu.
Caranya dengan selalu memastikan aku menyampaikan apapun yg kurasakan. Selalu memastikan aku nyaman dengannya.
"kalau udah mulai capek atau pusing bilang ya"
pas lagi beli pocari sweat dari mesin dan harus scan QR dua kali, dia ambil yg satu dan untuk botol kedua yg keluar dia gak biarin aku yg ambil, "kamu yg ini aja, biar aku yg ambil" hmm cuman ambil pocari ajapun ga dibolehin wkwk tapi lucunya aku merasa diberikan princess treatment banget dan yahh aku suka. Biasanya kalau minuman botol itu mendarat dimeja makan kami, dia langsung bukain. Tapi kemarin sengaja minta dia yg bukain karena gak mau maksa buka, biar dia aja hehehe walau sebenarnya bisa aja aku buka kalo dipaksa, tapi malam itu aku milih ask for help to him.
Then banyak cerita-cerita seperti biasa dan dari kerandoman curhatku pengen refreshing, akhirnya jumat kami mau nonton bareng. Ah sepertinya yang kuharapkan berhasil. Senangnya karena dia mendukung dan pengen aku menikmati apapun yang aku lakukan. Dia gak mau aku stress atau gak enjoy ngerjain. Karena dia tau juga kalau pekerjaanku cukup padat. Dan dia pernah bilang, dia senang dilibatkan dalam hal apapun. Dia senang aku minta atau ask him anything, tapi harus dengan notes mintanya pun yang berhikmat dan gak semena-mena wkwkwk.
Lalu kami pulang, waktupun udah menunjukkan pukul 21.25 wib ya shayyy lapangan banteng udah rada sepi juga. Si perempuan ini dengan sibuknya bales2 WA masih harus mendengar ceritanya si abang. Dalam setiap kami jalan, dia pasti membiarkanku jalan duluan dan dia yang dibelakang, dia membukakanku pintu, dia langsung ngomong kalau nanti yang pesan tiket nontonnya itu dia aja.
Di parkiran motor, saat kami mau pulang, dia lagi pake helm, jaket dsb. Bukain pengait helm buat aku. Karena si perempuan gila ini sibuk banget bales2 WA ya dia suruh aku buat ngancingin pengait helmnya. Tapi karna dia lihat si perempuan ini sok sibuk ngetik, dia si paling inisiatif tapi masih harus nanya ini "atau mau aku yg kancingin?". Bang! gak usah nanya kalo hal2 kayak gitu, kancingin bang, adek mau dikancingin helmnyaa.. wkwk dan akhirnya si perempuan ini menyodorkan kepalanya dan si abang mendekat buat ngancingin itu pengait helm. Ampun manja banget gueeee.. tapi seneng wkwk
trus kita pulang deh dan banyak cerita cerita dan dia selalu ngabarin udah nyampe kos atau belum. Thank God