YA ALLAH CAPEK BANGEEETTTTTTT
Xuebing Du
One Nice Bug Per Day
Sweet Seals For You, Always

tannertan36
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Kaledo Art
No title available

Andulka
he wasn't even looking at me and he found me
trying on a metaphor
Jules of Nature

祝日 / Permanent Vacation
Show & Tell
YOU ARE THE REASON
Lint Roller? I Barely Know Her
occasionally subtle

❣ Chile in a Photography ❣

No title available

No title available
todays bird
seen from Ecuador
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Ecuador

seen from Türkiye

seen from United States
@rozechildz
YA ALLAH CAPEK BANGEEETTTTTTT
Mari adukan semuanya ke yang Maha Mendengarkan.
Bukan sebagai bentuk kelemahan, tapi sebagai bentuk penghambaan.
Karena pada akhirnya, kita hanyalah hamba yang penuh sangka, perasaan, dan pemikiran.
-Ra
Hikmah hari ini.
Baru aja baca My Bias Gets On The Last Train: 41-42. Dan ceritanya... Duh 💔
.
Untuk teman-teman yang belum mengerti, kadang ada satu momen dalam hidup kita (bersama orang yang sangat kita sukai di masa itu, bahkan bisa dibilang patah hati terbesar kita) yang terlalu sakit untuk dikenang. Bukan, bukan karena prosesnya menyakitkan, tapi karena kita belum cukup dewasa saat itu, dan semua hal terjadi begitu saja. Banyak penyesalan dan pertanyaan dalam hati, seperti : "jika aku melakukan hal yang berbeda, apakah hasilnya akan sama?" dan ribuan pertanyaan lainnya.
.
Lalu suatu saat, saat kita sudah mulai berjalan di kehidupan baru kita, saat ada sosok baru yang mengisi hati kita, tiba-tiba orang tersebut kembali membawa ribuan kisah sedihnya dan berusaha memperbaiki hubungan denganmu. Saat itu terjadi, duniamu berhenti. Kepalamu penuh dengan tanda tanya yang tiada akhirnya: "kenapa dia kembali?". Mungkin banyak faktor yang bisa terjadi, namun satu hal yang pasti: Mereka kembali ke kamu saat menyadari bahwa sosokmu tidak ditemukan di orang lain, dan yang mereka rindukan adalah sosokmu, bukan dirimu.
.
Gentlemen, selalu ingat hal ini: "Kamu tidak akan menemukan jiwa yang sama dua kali; bahkan pada orang yang sama." Kamu sudah jadi orang yang berbeda, dan dia masih terjebak dalam nostalgia yang sama. Jika saat itu kamu sudah memiliki pasangan baru, selalu cintai pasangan yang bersamamu saat kamu belum menjadi apa-apa. Mengapa? karena mereka mencintaimu karena dirimu, bukan karena tidak ada orang lain yang bisa memperlakukan mereka sebaik dirimu.
.
Jangan pernah kamu menurunkan harga dirimu untuk menjadi sebuah pilihan kedua, bahkan "ban cadangan" yang bisa digunakan kapan saja saat rencana dia gagal. You're worth more than diamonds.
Kabarku?
A little crazy actually
I took my time to wondering when I went wrong
Yang dicari hilang, yang dikejar lari.
Dan yang ditakutkan sudah terjadi.
#
After some exhausting battles with my thought, I conclude that I went leisure for too long.
When I reflect on my past, I just a fighter with nothing to lose.
No bullshit excuse, no second option, no support whatsoever.
Just fighter who had a dream; to had a better life. To had a greater future.
#
When I got everything; stages, diamonds, a really nice steady life, I forgot who am I.
I became a lazy fat ass who overconfident with past achievements.
At that time, I don't give a fuxk who, where, and when I am face with.
Frickin distruction, emotion, or confrontation: I eat them all.
Either I avoid it, befriend it, or completely destroy it.
I got what I want, and if I didn't want what I can't.
#
So now, what's the point in griefing a failures?
The world don't care.
Once more, The. World. Do. Not. Care.
Either I keep eating dirt or shallowed alive.
Or I get up, dress up, show up, and never give up.
#
Live your life. Sometimes the wrong bad turn takes you down like a frickin Rollercoaster.
But who cares?
The only defeat you'll ever have is death. Until then, all failures is psychological.
And then, you'll never lose. Either you earn, or you learn.
#
So, maybe, I wanna dance for one last time, eh?
Either this madness consume me, or I'll overcome this things alive.
Well? Whatever. Just do it.
#
No more mr nice man. No more mr yes sir.
Eat, or be eaten.
Memilih Pasangan Hidup
Setiap orang jelas memiliki valuenya masing-masing. Dan ketika kita bicara value, ini bisa bertentangan satu sama lain. Hanya saja, tulisan ini tidak ingin mempertentangkan itu. Penulis akan menggunakan sudut pandang orang pertama yang bersumber pada pengamatan, karena ini hal yang dirasa berlaku secara universal. Ada tiga hal yang mau kutulis, di luar soal bagaimana hubungan ia dengan Tuhannya. Aku mau nambahin beberapa aspek yang menurutku sangat krusial untuk dipertimbangkan secara mendalam.
Pertama, cara bicara dan apa yang dibicarakan. Karena dua hal tersebut mencerminkan isi kepalanya. Kalau kamu mendapati orang yang suka bergunjing, sindir menyindir, memfitnah, berkeluh kesah, berkata kasar, dan berbagai macam pembicaraan buruk. Pikirkan ulang untuk memilihnya sebagai pasangan hidup. Mungkin ia bisa jadi fit sama kamu, tapi apakah itu yang kamu harapkan saat kalian menjadi orang tua dan mendidik anak? Sampai sekarang, dalam berbagai kesempatan dan pengamatan. Kenapa anak-anak yang kutemui bisa sekasar itu, bisa senegatif itu, salah satunya dampak dari bagaimana bahasa dan cara bicara sehari-hari orang tuanya. Apalagi saat di level orang tua menganggap pembicaraan itu sebagai hal yang biasa, bukan hal buruk.
Bagiku, lebih penting mengajarkan anak bisa berbahasa yang baik alih-alih bisa banyak bahasa. Karena kalau ia bisa menggunakan bahasa yang baik, tahu tata bahasa, tahu kapan penggunaan dan cara menggunakannya dalam beragam situasi. Itu jauh lebih penting daripada ngajarin dia bisa bahasa macem-macem. Nanti kalau sudah besar, ia bisa belajar bahasa-bahasa yang lain. Kedua, hubungannya sama harta. Ini sebuah hal yang mungkin tidak bisa secara kasat mata dilihat, tapi bisa diamati jika sudah mengenal. Bagaimana cara pandangnya terhadap uang. Apakah segala sesuatu diukur dari uangnya. Apakah uang jadi tujuan hidupnya. Apakah pengambilan keputusannya sangat bergantung dengan ada tidaknya uang. Dan berbagai percakapan yang bisa kamu simpulkan sendiri, ini orang dikit-dikit nyingung duit. Mulai pertimbangkan lagi. Uang (harta) penting, tapi bukan segalanya. Tidak semua hal didunia ini diukur dengan uang. Nanti kita lupa untuk bisa belajar ikhlas, bisa belajar tulus. Mengira semua hal pasti ada maksud dan tujuannya. Melakukan sesuatu karena ada maunya. Karena nanti anak-anak pun akan belajar cara hidup dan cara berpikir kita sebagai orang tuanya. Dan saat itu, saat kita mulai berhitung. Semuanya akan jadi transaksional. Ketiga, bagaimana ia ngehargai dirinya sendiri dan ngenal dirinya sendiri. Orang-orang yang pandai menghargai dirinya sendiri akan mudah respect sama orang lain. Bisa membuat keputusan-keputusan penting untuk dirinya dengan lebih mudah. Nanti, saat kita jadi orang tua. Ada banyak sekali keputusan yang bakal diambil, aku nemu banyak sekali orang tua yang membuat keputusan yang bagiku aneh, bahkan cenderung tidak masuk akal untuk hal-hal yang amat sederhana. Penilaian ini memang subjetif, tapi jika mau dilihat secara objektif pun tetap aneh.
Kemampuan untuk membuat keputusan yang baik adalah bekal yang krusial saat jadi orang tua. Karena waktu anak-anak kita masih kecil, kitalah yang akan membuatkan keputusan untuk mereka. Menemukan orang yang mengenal dirinya dan menghargai dirinya sendiri jadi sesuatu yang menurutku perlu untuk diupayakan. Selain kita juga berusaha untuk jadi seperti itu. Seseorang yang tak bisa membuat keputusan justru akan merugikan dan merepotkan orang lain, entah anaknya sendiri, pasangannya, atau bahkan orang-orang di sekitarnya. Semoga membantu :) (c)kurniawangunadi
You don't love her anymore. You love the possibilities that you might have had if you can turn back a time and make a different decision. You always wonder if that is the case, will the result change?
It's okay. Take your time. The world could end sometimes; so your feelings too.
-Ra
[Selasa, 24 September 2024.]
Bahwa dari hidup yang gelap sunyi, kamu mendistraksi dalam cahaya dan bunyi. Menatap cakrawala berjuta rasa, bunga abadi terpatri dalam jiwa. Terimakasih sudah hadir ke duniaku yang sementara, cinta. Mari menari bersama fana, suka, pesta, cinta, dan asmara; hanya berdua, seakan hidup selamanya.
-Ra.
Mewujudkan Mimpi di Umurmu Kini
Takut ya? Lebih menakutkan daripada bertahun yang lalu? Saat mimpi dibenturkan sama realita dewasa, bekerja dari pagi hingga petang, bahkan kadang jarang pulang. Harus membiayai diri sendiri, sebagian yang lain ikut membiayai keluarga, adik-adik, bahkan saudara jaug. Saat tanggungan diri seolah-olah hanya bertumpu pada diri kita. Mimpi kita terasa semakin tak nyata, jauh tak tergapai. Takut untuk mengubah lajur hidup, karena penuh ketidakpastian. Takut mengubah arah, karena takut ditertawakan.
"Buat apa susah-susah ke sana, padahal yang sekarang sudah pasti. Cari yang pasti-pasti saja!" Ujar mereka.
Aku tahu hatiku bilang apa, tapi otakku tak bisa menerima. Bahwa hidup yang sementara ini, jangan hanya memikirkan diri sendiri, katanya. Tapi hatiku bilang, kalau tidak bahagia, tiada ketenangan, buat apa dipertahankan?
Aku ingin sekali mengikuti kata hatiku. Tapi aku sangat takut tak bisa membeli makan besok. Takut tak bisa hidup nyaman. Takut sekali seperti tak bertuhan. Astaghfirullah hal adzim.
Kalau aku meniliki diriku berpuluh tahun lalu, aku tak sebahagia itu. Apakah aku bisa hidup dengan pilihanku? Apakah aku bisa menjalani hidup ini tanpa harus berpikir materialistik? Ya Allah, anugerahkan kepadaku rasa cukup, anugerahkan kepadaku keberanian. Anugerahkan kepadaku rasa aman. Bahwa menjadi hambamu, aku tahu takkan Kau biarkan kekurangan, takkan kau biarkan tersesat di jalan. Sebagaimana Engkau anugerahkan kepadaku saat aku kecil dulu, untuk berani bermimpi, mudah bahagia, dan tak melihat dunia ini dari sudut pandang uang. Sehingga aku merasa sangat berkecukupan :) (c)kurniawangunadi
Someone said:
"Are you crazy? You wasted half a year in Pare! It was a very long time to suspend your career!
Then I said: "Why not?"
And here we are. Bismillah.
At 1:30 AM, I asked myself
So, why?
Why did I fought so far for something that my family never had before?
Why did I, who came from a low-class family, had the nerve to change my fate?
Then I found this gem.
So, even if you can't beat the fear, just do it scared.
You'll pass. You always be.
Ra.
Update:
I didn't make it.
Huft.
[Drought thought: Harga menjadi Dewasa]
Tiba-tiba "dor", kamu ketembak.
Semua terjadi begitu cepat, dan kita tidak bisa mengelak.
Terdiam dan membeku, mematung dan membisu.
Sesuatu tersebut datang tanpa diduga dan disangka,
Mengorek luka lama kita,
Yang membuat kita kaget, sedih, marah, dan kecewa.
Dan saat itu, pikiran jahat dan kalut memenuhi pikiranmu.
Moodmu langsung hancur tak karuan,
Suasana hatimu berat penuh beban.
Dan kamu merasa bodoh, dimanfaatkan, dan terkhianati oleh hal yang selama ini kamu perjuangkan.
Kamu merasa ditinggalkan, hilang harapan, dan sakit yang tak tertahankan.
And, it's not easy to overcome that feeling especially since you heard that from someone you know can be loved and trusted, and you just got caught in rollercoaster emotions.
Pada akhirnya, ketika sudah menjauh dari keramaian, pergi ke tempat aman, dan berkontemplasi, kamu tersadar bahwa kamu gak bisa mengendalikan semua hal, terutama kata dan pikiran orang lain (meskipun itu dari orang terdekat kamu sendiri)
Dan yaa, pada akhirnya yang bisa kamu lakukan adalah mengendalikan reaksi serta ekspektasimu.
You just accept it like a man. Caught the bullet, stopped the bleeding, and tried to live again, because life won't stop and wait for you whatever you feel at the moment
So yeah you just need to get up, dress up, show up, and never give up.
Well, it's easier said than done, right?
Nevertheless, there's always a new blank page tomorrow, right?
Let's move on and live in the moment.
#################################
Yeah. I also hate myself when I can't let go of my ego because I value my relationship more than anything. What a stupid people pleaser.
Ra.
Been in this stage, and you know what? It was pain.
Living hurts, dying moots.
You hurt me so much that I plead and scream and crawl.
Almost been crazy, but somehow I survived.
At some point, there were so much "what if" in my heads.
Nevertheless one thing that I was sure, I won't suffer that hell twice.
I might lost that lifetime chances with a beauty, however time flies, and now I'm dancing with an angel.
I still value you as part of my life's story, but I hope our path never be crossed again; in this timeline, or another lifetime.
########################
World really tends to ruin beautiful things, yeah?
Ra.
An Update On Gaza: What You Should Know
[Chocovaluate: Kecewa]
Pada akhirnya,
Memang Dia-lah yang maha membolak-balikan hati manusia,
Surya gemerlap yang dulu pernah tergambar,
Malam yang kelap nan kini tlah terhampar.
Simpati dan empati seluas langit,
Menjadi benci dan muak bak walang sangit.
Kini, manusia macam apa lagi yang bisa kupercaya?
Ah, aku lupa,
Bahwa imam Ali pernah berkata,
Bahwa beliau pernah mengalami banyak cobaan hidup. Dan yang paling berat adalah berharap pada manusia.
Tapi, sebagai makhluk sosial yang sebatang kara,
Bukannya sudah sewajarnya aku bergantung pada spesiesku yang lainnya?
Padahal ekspektasiku sudah dijaga,
Kok rasa sakitnya masih luar biasa?
Sekali lagi, aku ditegur oleh sang pemilik semesta,
Melalui cara yang tidak dapat aku kira,
Melalui jalan yang tidak dapat aku duga.
Semoga Dia selalu sayang dengan hamba-Nya yang durjana,
Dan semoga Dia selalu berkenan membimbing kita yang terlena,
Allah.
Padamulah aku bersujud,
Dan padamulah aku kembali.
Pare, 31 Januari 2024.
Ra
[Sangka Kala: Bernadya - Satu Bulan] - Series 1/2
#################################
Hari ini datangnya hujan,
Namun hujan tak hanya datang di pekarangan,
Tapi juga datang di ujung mata seorang kawan.
Sambil menunjukkan sebuah postingan,
Yang berisi sebuah kejutan,
Yang membuatku seketika paham akan apa yang dia rasakan.
Memori itu kembali berputar dengan hebatnya,
Aku sangat paham neraka seperti apa yang dilewatinya.
Disaat dia harus melawan dunia dan seluruh isinya,
Disaat orang-orang yang ia sebut teman pergi meninggalkannya,
Dia harus kehilangan rencana masa depan dan "rumah"nya.
Tragis, ya?
Saat itu,
Pujaan hatinya pergi begitu saja.
Memilih jalan berbeda,
Mengejar kebahagiaan menurut definisinya,
Namun parahnya, bersama kepergiannya, dia juga kehilangan sebagian dirinya.
Waktu itu, aku melihat matanya, dan bergumam,
"Dia masih hidup,
Tapi jiwanya sudah redup."
#################################
Kita tak temukan jalan,
Sepakat akhiri setelah beribu debat panjang,
Namun kau tampak baik saja,
Bahkan senyummu lebih lepas,
Sedang aku disini belum terima.
#################################
Akhirnya, aku memahami sesuatu.
Wajar rasa sakitnya sedalam itu,
Artinya waktu itu, cintanya tak sebercanda itu.
Ra.
P.S. Tuhan, nyesek banget ini lagu.
[Frasa tanpa nada #1]
Dan ternyata,
Pertemuan ini membuat hatiku berdegup kencang,
Membahas ketidakpastian atas keinginan dan impian,
Mengupas nisi lain dunia yang bersebrangan,
Mengejar apa yang selama ini kami cita-citakan.
Jalanku masih panjang, begitu juga dengannya.
Tapi, entah kenapa aku menikmati perjalanannya,
Rasa sakit, muak, sedih, marah, dan kecewa
Menjadi santapan jiwa-jiwa yang menderita.
Menikmati proses-prosesnya,
Sambil berdoa, semoga hasilku tak menghianati prosesnya.
Terima kasih sudah menjadi anugerah terindah di masaku yang lara,
Tanpanya, aku merasa bisa menggapai asa.
Dengannya, aku merasa bisa menaklukkan dunia.
[Sangka Kala: Takkan Terganti]
Malam ini, sebuah lagu membaku kembali pada kenangan.
Tanpa sadar, aku berjalan kearah jebakan.
Jebakan dalam yang bernama kesendirian,
Kesendirian yang menggerogoti hati dan pikiran.
Saat kutulusuri dengan seksama,
Dahulu, hidupku penuh dengan warna dan drama,
Cinta masa muda yang penuh dengan pesta rasa,
Digantung perasaanya sedemikian rupa oleh sang pujangga,
Hingga menjadi khatam atas pahitnya rindu dan manisnya cinta.
Kini, yang tersisa hanya cahaya dan kegelapan.
Hitam, putih, abu-abu, semua jadi keseharian.
Jatuh bangun melewati cobaan kehidupan,
Mencoba hidup dari sisa-sisa jiwa yang berserakan.
Saat ini, aku percayakan fase ini sebagai bagian dari kedewasaan.
Fase kesadaran untuk memprioritaskan diri, cita, dan harapan.
Membangun perlahan sebuah kastil bernama kemapanan,
Agar menjadi tempat yang aman untuk membangun kehidupan.
Dan jika saatnya tiba,
Mari kita bangun peradaban,
Berlayar dengan bahtera rumah tangga,
Untuk menggapai surga dan dunia.
#################################
Dear kamu.
Hanyalah dirimu,
Yang membuatku jatuh dan mencinta,
Kau bukan hanya sekedar indah,
Kau tak kan terganti.
#################################
Semoga dipertemukan dengan sang sosok impian,
Di linimasa terbaik yang diberikan Tuhan,
Yang bisa menemani malam yang panjang, pikiran yang tak tenang, dan hati yang tak karuan.
Ra.
[Sangka Kala: Sudah]
Kamu, iya kamu.
Kamu yang memiliki kepala yang begitu penuh,
Kamu yang memiliki pikiran yang begitu keruh,
Kamu yang memiliki semesta yang begitu ricuh.
Dunia memang jahat, ya?
Dia menimbulkan banyak luka pada prosesnya,
Luka-luka yang membuat kita tak lagi percaya pada manusia,
Dan luka-luka yang menghalangi kita berkarya, dan bersinar seperti sedia kala.
Pada akhirnya,
Kamu tenggelam dalam nestapa,
Kamu terbelenggu dalam peristiwa,
Dan yang paling gila,
Kamu akhirnya kehilangan dunia.
Sudah, kawan.
Sudahi semua prasangka,
Sudahi malam yang duka,
Sudahi semua derita.
Duniamu akan baik saja,
Doa semesta kan menjaga.
Hujan kan tiba,
Melahirkan pelangi.
Luka akan hilang,
Perlahan terobati.
#################################
Bagi yang kehilangan, semoga segera menemukan,
"Yakinlah bahwa ada sesuatu yang menunggumu setelah semua kesabaran, yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit."
-Ali bin Abi Thalib
#################################
[Ditulis oleh seorang insan yang pernah merasakan jiwanya berserakan, hatinya dihancurkan, hampir memasuki kegilaan, namun berakhir menemukan ketenangan dan tujuan.]
Ra.