Ia menjadi boneka.
Ditata sedemikian rupa.
Diberi busana terbaik agar terlihat elok dimata semesta.
Ia didakwa agar terlihat jelita.
Ia didakwa agar senyumnya selalu terpatri dalam wajahnya.
Coba lihat.
Sekali saja.
Kecil hingga beranjak dewasa.
Bagaimana ia berupaya.
Mencari cara agar semua yang memerkarakannya bersuka cita.
Namun,
Tak ada satu pun manusia yang melihatnya bahwa ia mulai payah.
Ia mulai patah.
Menopang amarahnya.
Hingga mati perlahan menjemputnya.
Jakarta, 30 Juli 2022. [19.54]












