Malam itu, lampu sorot menyapu seluruh ruangan. Musik dentum keras menggema, lantai dansa sesak oleh manusia dengan gelas-gelas terangkat. Asap rokok menebal, membuat pandangan kabur di antara tubuh-tubuh yang saling bertabrakan.
"ONE MORE SHOT! ONE MORE SHOT!" teriakan para lelaki hidung belang itu memekakkan telinga. Aku sudah menenggak lima shot tequila dari gelas-gelas kecil seukuran kelingking. Aku tertawa, tersenyum tanpa kendali. "Sialan," kutukku dalam hati.
Tepat setelah gelas keenam tandas, sorakan itu kembali pecah: "ONE MORE! ONE MORE!"
Kepalaku mulai berdenyut, badanku lemas. Mengapa malam ini aku selemah ini? Biasanya sepuluh shot pun aku masih sanggup berdiri tegak. "Ah, sial. Semoga Gultik masih buka saat pulang nanti," gumamku. Karena aku membutuhkan makanan hangat tiap pulang dari club.
Kulihat jam di pergelangan tangan melalui pandangan yang makin nanar. Gila! Sudah pukul 03:41. "Apa-apaan ini?" Aku harus sampai di rumah sebelum subuh. Kupaksa mataku terbuka lebar, berusaha memindai kerumunan. Di mana Sara dan kawan-kawannya?
"Sial, di mana para pecun itu?"
#club #clubmalam #ceritapendek #houseprogressive #cerita