Try try and always try. Be patient. Don't forget to pray
mymind
RMH

Origami Around
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Peter Solarz
I'd rather be in outer space 🛸
TVSTRANGERTHINGS

Love Begins
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
AnasAbdin
will byers stan first human second
Game of Thrones Daily

Janaina Medeiros
noise dept.
YOU ARE THE REASON

❣ Chile in a Photography ❣
Xuebing Du
taylor price
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
No title available

JBB: An Artblog!
seen from Poland

seen from Malaysia

seen from Indonesia

seen from United Kingdom
seen from Bulgaria

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Russia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Morocco

seen from United States
seen from United States
@salsabilamahmudah
Try try and always try. Be patient. Don't forget to pray
mymind
Happy with what we have. Sit. Be calm ☺
Marhaban ya Ramadhan. Semoga keberkahan, Ridho, serta Rahmat Allah SWT selalu membersamai kita
Me
Merenung sejenak membuat pikiran dan jiwa kita sedikit beristirahat
Me
Last Holiday
@font-face { font-family: "Times New Roman"; }@font-face { font-family: "宋体"; }@font-face { font-family: "SimSun"; }@font-face { font-family: "Calibri"; }p.MsoNormal { margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; font-family: Calibri; }span.msoIns { text-decoration: underline; color: blue; }span.msoDel { text-decoration: line-through; color: red; }div.Section0 { }
Minggu lalu merupakan minggu yang menyedihkan bagiku. Waktu untuk menikmati hari hari ku secara penuh telah usai. Kini waktunya berjuang, mempersiapkan masa depan yang akan aku lalui. Meskipun menyedihkan, hari hari selama minggu kemarin juga menyenangkan bagiku. Banyak hal yang ku dapat pada minggu tersebut. Hal pertama yang aku dapat adalah orang yang mempunyai ikatan batin yang kuat, ntah bagaimana bisa terjadi, secara tidak sengaja akan mengalami keadaan yang sama. Salah satu budeku yang nomor 3 dan ibu merupakan saudara kandung yang akhir-akhir ini hubungannya menjadi semakin dekat. Berawal dari mbah kakung (bapak dari ibu) tua, sehingga beliau membutuhkan orang yang selalu ada untuk membantu mengontrol aktifitas kesehariannya. Mbah kakung selalu berpindah dari/ke rumahnya sendiri (dimana rumah beliau di tempati oleh bude ku nomor 2) ke/dari rumah budeku nomor 3 tiap 3.5 hari sekali. Ibu selalu menyempatkan waktu tiap minggu untuk bisa bertemu dengan mbah kakung. Kebetulan waktu ibu yang longgar seringnya adalah Selasa atau Rabu sore. Pada waktu itu, mbah kakung berada di rumah budeku nomor 3. Sehingga sejak saat itu sudah menjadi kebiasaannya ibu untuk pergi ke rumah bude nomor 3. Beliau sering mengalami hal yang serupa, mulai dari jadwal menstruasi yang selalu bersamaan, mengalami sakit yang serupa, di tempat yang sama pula, dan bahkan anak-anaknya pun mempunyai banyak kesamaan.
Hal kedua yang saya dapat adalah dewasa itu tidak bergantung kepada usia. Namun, bergantung pada individu itu sendiri. Bagaimana dia mau membaca atau melihat keadaan yang ada di sekitarnya. Meskipun kebanyakan kedewasaan itu dipengaruhi oleh usia, namun menurut ku kedewasaan itu bergantung pada inidividu itu sendiri. Menjadi dewasa itu memang tidak menyenangkan, dikarenakan setiap melakukan tindakan harus melihat dari segala sisi. Mempertimbangkan apakah hal ini baik jika saya lakukan. Apa dampak yang terjadi jika saya melakukan ini. Dan masih banyak lagi. Namun dengan begitu kita mempunyai kemungkinan yang besar untuk diterima di semua tempat, oleh siapa saja, dan bagaiamana keadaannya.
Hal yang ketiga adalah memberikan sedikit gambaran mengenai apabila kita mengalami kegagalan atau keinginan kita tidak tercapai maka ada kemungkinan bahwa ada yang salah dengan diri kita sendiri. Semua yang terjadi di dunia ini menurut saya menerapkan hukum sebab akibat. Dan itu berlaku untuk setiap hal. Jadi jika kita mengalami suatu kondisi yang membuat kita sakit hati, cobalah untuk menerima keadaan tersebut terlebih dahulu, kemudian baru kita mencoba mengoreksi diri. Apakah ada yang salah dengan kita? Pasti ada. Kita mencari tau, salah kita dimana. Selanjutnya adalah kita mencoba memperbaiki kesalahan tersebut.
Hal yang ketempat adalah semua yang kita lakukan harus mempunyai niat yang kuat dan benar. Niat yang benar bisa dilakukan dengan menyandarkan semua yang kita perbuat hanyalah untuk Allah semata. Banyak hal akan terjadi pada diri kita dimana hal tersebut bisa membuat kita merasa lelah, marah, sedih, bahagia, dan masih banyak lagi. Ketika hal tersebut terjadi, maka kita bisa mengingat kembali niat kita ketika hendak memutuskan untuk melakukan sesuatu tersebut. Hal tersebut mampu menguatkan kita untuk melanjutkan apa yang sudah kita putuskan. Selain itu juga, niat bisa menjadi gambaran hasil apa yang akan kita dapatkan nanti. Seperti pada hadist yang berbunyi:
"Sesungguhnya segala amalan-amalan itu tergantung pada niat. Dan setiap setiap manusia akan memperoleh sesuai dengan apa yang dia niatkan. Maka siapa yang berhijrah karena Allah SWT dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena mengejar urusan dunia atau karena wanita yang ingin di nikahinya. Maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan hijrah kepadanya." Hadist riwayat Bukhari-Muslim.
Itulah hal-hal yang saya dapat minggu ini. Semoga bisa bermanfaat untuk reader semua. Sekian. Terimakasih.
First Vacation
Semarang, kota yang memberikan banyak kenangan hari ini. Berbagai macam rasa kudapat selama melakukan perjalanan. Perjalanan awal, keberangkatan menuju Semarang memberikan shock therapy di pagi hari. Ketika hendak mempersiapkan diri mengendarai mobil, adikku yang pertama mengatakan bahwa dia ingin megang kemudinya. Akupun keluar dari mobil dan berpindah posisi menuju ke mobil bagian tengah. Ketika itu suasana di dalam mobil terasa bahagia, dikarenakan hari ini merupakan pengalaman pertama untuk keluargaku pergi cukup jauh tanpa ada bapak. Namun suasana itu berubah ketika mobil itu melaju memasuki jalan yang lebih besar. Sebuah perempatan dengan jalan yang lumayan menanjak, lebar jalan ya sekitar 3-5 meter, dan banyak kendaraan yang melewati jalan ini. Ketika itu kami hendak berbelok ke arah kanan, namun dari arah yang berlawanan terdapat mobil yang hendak berbelok ke arah kiri. Seharusnya mobilku berhenti, dikarenakan kondisi jalan yang crowded. Namun sayangnya pengemudinya hanya berhenti sejenak dan langsung menginjak gas hendak melanjutkan perjalanan. Dan secara tiba-tiba terdapat motor yang berada di depan mobil kami. Secara otomatis, kami seisi mobil sontak berteriak untuk berhenti. Dan Alhamdulillah reflek adekku juga bagus, seketika dia langsung menekan pedal rem dan mobil kamipun berhenti. Hampir saja kami menabrak seorang pengendara sepeda motor. Suasana di dalam mobil berubah menjadi lebih panas dari sebelumnya.
Dan suasana makin memanas dari meter ke meter menuju rest area yang ada di Tol Bawen-Solo. Hingga aku memutuskan untuk membungkam mulutku agar tidak menambah panas dalam mobil ini. Ketika berada di rest area, adek memintaku untuk bertukar posisi. Perjalanan terasa lebih santai, dikarenakan aku sendiri yang memegang kendali. Jadi tidak hanya mikir tapi gk bisa nglakuin apa-apa. Nhah ini, perasaan agak tidak enak dimulai ketika aku sudah berada di dalam gedung pernikahan dan ibu mengajakku pulang sedangkan aku menginginkan untuk menyantap makanannya terlebih dahulu. Aku salah juga sih, gk manut kayak yg ibu bilang. Gk keluar dari hotel dulu kemudian nurunin adek di sebuah restaurant terdekat. Dikarenakan aku berpikir bahwa restaurant tersebut dekat dengan hotel kami, jadi adek-adek bisa jalan kaki untuk bisa sampe sana. Namun ternyata dugaanku salah, adek-adek tidak ke sana dan mereka cuma berada di musholla hotel. Ketika itu, yang bisa kukatakan adalah Monggo manut. Meskipun ibu memintaku untuk memilih, aku hanya bisa mengatakan monggo manut. Tidak mau meluapkan rasa kecewa atas tidak terpenuhinya keinginanku. Dan pada akhirnya ibu bersama akupun keluar hotel dan menuju ke restaurant yang sudah direncanakan tadi.
Namun lagi-lagi, amarahkupun terpancing. Ketika hendak memasuki pintu masuk restaurant, adek mengatakan kalau itu salah. Dan pintu masuk yang kita tuju masih di depannya. Karena di belakang mobil banyak yang sudah mengantri juga. Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan sedikit rasa marah. Seluruh tubuh tu rasanya kek panas gitu. Wkwk Menggebu gebu di ubun-ubun. Pengen meledak. Akupun mencari jalan untuk bisa kembali ke restaurant yang tadi. Dan ketika berhasil memasuki pintu yang dituju tadi, ada juga yang mancing esmosi saya wkwk. Jalannya kan naik agak nukik ya, sedangkan posisi mobilku giginya 2. Aku awalnya udah ragu sih, jadi pas di tengah-tengah mobil nya mati deh. Ketika itu aku melihat ekspresi dan mendengar perkataan dari tukang parkir yang ada di sana. Dimana intinya kek ngece aku gitu. Wkwk Dikarenakan sudah sampe ubun-ubun nih luapan esmosi ku. Akhirnya aku cuma bisa diem dan mengambil nafas panjang. Banyak hal yang memancing esmosi saya pada hari ini. Namun ketika perjalanan pulang, mungkin karena aku mikir kalau aku juga marah bisa bahaya nih nyetirku. Akhirnya aku berusaha diem, ambil nafas dulu dan ngomong sepelan mungkin. Soale aku mikir juga, kalau aku marah tenaga ku habis buat itu. Sedangkan perjalanan masih juauh. Perasaan senengnya adalah akhirnya aku punya pengalaman buat perjalanan jauh dan pelajaran yang bisa diambil dari kejadian-kejadian di Semarang.
Be Yourself
Memang benar adanya, kamu harus jadi manusia yang kuat. Jangan cuma karena orang lain, kamu jadi merubah pondasi dalam dirimu. Orang lain bisa saja mengaturmu, tapi dia tidak akan bisa bertanggung jawab sepenuhnya atas dirimu. Karena kita gk akan tau apakah dia bisa selalu bersama kita atau tidak. Jangan lah menjadi bayang-bayang dari orang lain. Kamu tidak akan bisa menjadi mandiri apabila kamu selalu berada di belakang orang lain. Aku percaya kamu pasti bisa untuk menjadi diri yang kuat ketika sendiri.
Derita adalah bagian dari proses
Mark Manson
My Choice
Hidup, disetiap waktu yang kita jalani terdapat banyak pilihan yang selalu berdampingan dengan resiko. Setiap dari kita pasti menginginkan bahwa dari apa yang kita citakan bisa terwujud. Namun kenyataannya sering kali kita tidak bisa mewujudkan semuanya. Kita dituntut untuk bisa memilih diantara pilihan yang ada. Dan terkadang, pilihan tersebut sama-sama mempunyai bobot yang seimbang. Keduanya sama-sama penting dan berarti buat hidup kita. Namun kita dipaksa untuk memilih salah satu diantaranya. Berat rasanya jika kita mengorbankan sesuatu yang kita senangi.
Aku jadi teringat, ada seorang teman yang pernah berkata kepadaku, “Pilihlah keputusan yang terbaik dari setiap pilihan yang ada”. Baik disini jelas menurut syariat Islam. Menimbang dan menganalisa dari setiap pilihan yang ada. Namun, dengan begitupun terkadang juga tidak cukup untuk menguatkan keputusan yang kuambil. Hati ini masih belum menerima dengan ikhlas sepenuhnya. Dan apabila aku tidak memantapkan akan pilihanku, maka aku sendiri yang merugi. Secara tidak sengaja setiap tindakan yang kulakukan yang berkaitan erat dengan keputusanku, bisa membangkitkan api amarah atau kekecewaan pada diriku sendiri. Alhamdulillah Islam mengajarkan untuk melakukan shalat istikharah. Dimana shalat ini merupakan salah satu cara untuk meminta petunjuk dari Allah SWT. Shalat ini dilakukan ketika kita bingung dan bimbang dalam mengambil keputusan. Atau kita berada dalam 2 pilihan yang sulit dan sama-sama baik.
Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Jabir bin Abdillah berkata “Rasulullah Saw. mengajari kami (para sahabat) untuk salat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari kami semua surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:
للَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ (وَيُسَمِّيْ حَاجَتَهُ)
“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”
Artinya:“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu, dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan, dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu, dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku. Palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginannya.”
"Berdamailah dengan dirimu sendiri. Bukan utk ataupun karena orang lain, tp memang utk km. Love yourself "
-Me
Hidup bukan saja tentang bagaimana caraku mencintaimu, namun bagaimana aku bisa membuatmu nyaman berada di dekatku.
Me
Dua Garis Biru
Hello Readers Setia
Perkenalkan sebelumnya, saya Salsabila seorang mahasiswa yang sedang memasuki masa menjadi mahasiswa tua. Yup, untuk saat ini saya sedang menuju semester 7 di salah satu universitas di kota kelahiranku tercinta, Solo. Saya merupakan mahasiswa yang bisa dibilang mahasiswa rumahan. Kebanyakan waktu yang kumiliki kuhabiskan di tempat ternyaman bersama dengan orang-orang yang kucintai. Bisa dihitung dengan jari frekuensi aku keluar dengan teman-teman untuk walking around. Soalnya memang saya dirumah ya, semisal saya menjadi seorang perantauan mungkin saya bakal sering jalan-jalan seperti yang kulakukan dulu ketika mengenyam pendidikan semasa MAN.
Wah, lha kok malah jadi curhat soal diri saya sendiri. Gak sesuai banget dengan judul yang saya bagi pada postingan ini. Gak apalah ya, biar sedikit kenal dengan pemilik akun ini hehe. Okey, biar gk kepanjangan saya akan mulai membagikan ceritaku yang berkaitan dengan judul diatas.
Yups, mungkin tidak asing di telinga kita tentang judul film yang terdapat pada judul postingan ini. Dua Garis Biru, yang dibintangi oleh Angga Yunanda dan Zara JKT48. Hari itu adalah hari Ahad, tanggal 21 Juli 2019. Untuk pertama kalinya aku jalan-jalan hanya berdua dengan mba sepupuku, mba Elsa namanya. Awalnya aku berpikir, gimana ya nanti disana, canggung gk ya. Soalnya saya belum pernah berduaan dengan mbaku sendiri wkwk. Namun ternyata sepanjang jalan dari rumah menuju tempat duduk di dalam bioskoppun kita saling berbagi cerita. Bahkan, sampe filmnya udah mau mulai kita masih bercerita, hingga mba-mba yang duduk disebelah kiri saya beberapa menengok ke arah ku. Maapkan saya ya mba wkwk. Pada hari itu sebenarnya kita ingin melihat “The Lion King”, namun tiket untuk yang jam 2 siang tersisa 3 baris dari depan. Sehingga kita memutuskan untuk melihat film yang sekiranya kita mendapat duduk di bagian belakang. Dan akhirnya, pilihan jatuh pada film “Dua Garis Biru”.
Pada awalnya aku tidak tahu, itu film tentang apa. Namun setelah ku melihat film tersebut, banyak pelajaran yang bisa diambil. Terutama untuk para remaja yang sedang memasuki masa-masa puber. Namun, tidak cukup itu, film ini juga bagus bagi para orang tua yang mempunyai anak yang sedang mengalami masa puber, masa-masa dimana anak akan mempunyai rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Dan menurut saya, hal paling baik yang bisa diambil dalam film tersebut adalah komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Karena inti dari permasalahan yang digambarkan dari alur film tersebut adalah hal yang barusan saya sebutkan. Bukan berarti hal tersebut menjadi jaminan bahwa anak akan bebas dari masalah-masalah yang digambarkan dari film tersebut, namun setidaknya memperkecil kemungkinan. Anak merupakan investasi paling berharga, sehingga untuk diriku sendiri dan untuk teman-teman semua yang nantinya bakal menjadi orang tua. Berusaha sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang siap untuk menjaga amanah dari Allah SWT. Percayalah, syariat islam yang bersumber pada Al Qur’an dan Hadits itu aturan yang paling benar. Apabila masing-masing dari kita menjalankan sesuai aturannya, insyaAllah kita akan tidak akan menjadi orang-orang yang tersesat, seperti yang tergambarkan pada ayat An-Nahl ayat 89 yang artinya: “Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab [Al-Qur’an] sebagai penjelasan atas segala perkara, petunjuk, kasih sayang dan kabar gembira bagi kaum muslimin.”
Mungkin cukup sekian dulu, cerita yang bisa saya bagi. Sambung lagi dicerita selanjutnya :D