It's okay to not to be okay.
It's okay if everyone said that you don't need to feel that way.
They never put their feet on your shoes.
They never cheer you up when you feel that way.
It's okay.
These too shall pass.
tumblr dot com
we're not kids anymore.
styofa doing anything

blake kathryn
Cosmic Funnies
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
taylor price
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
No title available

shark vs the universe
Show & Tell
he wasn't even looking at me and he found me
Monterey Bay Aquarium

izzy's playlists!
YOU ARE THE REASON
NASA
Cosimo Galluzzi
TVSTRANGERTHINGS
will byers stan first human second
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Argentina
seen from Guatemala
seen from United Kingdom

seen from Austria
seen from Türkiye
@saturday-nightfall
It's okay to not to be okay.
It's okay if everyone said that you don't need to feel that way.
They never put their feet on your shoes.
They never cheer you up when you feel that way.
It's okay.
These too shall pass.
Habis dayaku menghitung detik hingga menahun,
Tak terhitung keluh peluhku menanti hari itu tiba,
Tlah hilang sabarku kalahkan ego demi dia yang ku anggap cinta.
Aku pertaruhkan waktu dan hatiku,
untuk cinta yang aku tak tahu pasti dimana ujungnya.
Tak ada lagi yang dapat aku peluk, selain diri sendiri.
Satu per satu pergi menuju dunianya sendiri.
Sesekali hadir tuk puaskan napsu pribadi.
Tak ada lagi aku di dalam hati.
Sakiti aku sepuas hatimu. Kuatkan aku melepasmu.
Aku kira berkorban karena cinta itu hanyalah bualan.
Aku pikir menyerah agar dia bahagia itu klise.
Hingga aku merasakan sakitnya bukan hanya padaku dan aku tak ingin dia merasakan.
Aku ingin berhenti.
Melepas dia berjalan sendiri temukan bahagianya.
Bukan dengan aku. Bukan untuk aku.
Aku ingin berhenti.
Menjadikan dia sandaran beban hidupku, menampung air mataku, pelampiasan amarahku, luapan egoku.
Aku ingin berhenti.
Melihat dia disakiti, direndahkan, diinjak, dimaki, dituduh.
Oleh mereka yang berkata demi aku.
Tanpa mereka tahu, dia penopang jiwa rapuhku.
Andai aku mampu,
Aku inginkan kita bersama.
Jika bukan maut yang pisahkan, tak apa.
Asalkan bukan mereka.
Berpuluh tahun hidupku, aku tak tahu apa itu bahagia.
Bahagiaku adalah sebuah kesalahan.
Inginku bukan hal yang dibenarkan.
Aku tak mampu memilih baik dan buruk.
Pilihanku selalu buruk.
Meski air mata mengalir amat deras,
senyumku bukan tujuan.
Aku hidup bukan untuk aku.
Lalu?
Awalnya,
Seindah itu.
Dicintai sedalam itu.
Diperjuangkan seserius itu.
Diutamakan sepenting itu.
Sebahagia itu.
Aku rasakan.
Aku banggakan
Aku yakinkan.
Awalnya.
Sayang,
Aku ingin menjadi orang pertama yang kamu cari saat kamu membuka mata dan orang terakhir yang ingin kamu lihat sebelum menutup mata.
Aku ingin menjadi yang pertama kamu perdengarkan kabar baik maupun buruk.
Aku ingin menjadi pendengar terbaik untuk segala keluh, kesah, tawa, dan tangismu.
Aku ingin menjadi tempat terbaik untuk kamu pulang saat lelah, marah, hingga bahagia.
Aku ingin menjadi peluk ternyaman untuk hatimu yang gundah.
Aku ingin menjadi sandaran terkuat untuk menopang bebanmu.
Aku ingin menjadi segalamu..
Bukan hanya singgah.
Bukan sementara.
Bukan lagi nanti.
Tapi selamanya.
Bagiku,
Kamu jauh dari sempurna.
Kamu banyak kurangnya.
Bukan berarti tidak baik.
Kamu yang memenangkan hatiku meski pelik.
Bagiku,
Kamu yang terhebat.
Kamu yang tak henti berjuang.
Entah untuk ajang membuktikan,
atau memecah penolakan.
Bagiku,
Bukan kita berbeda.
Mereka yang tak sama.
Bukan kita tak seimbang.
Karena cinta tak butuh timbangan.
Jika aku dan kamu tak ditakdirkan beriringan,
izinkan aku berjalan sendirian.
Pada akhirnya, kamu akan bertumpu pada kakimu sendiri. Menyeka air mata sendiri. Memeluk diri sendiri. Meyakinkan diri sendiri, semuanya akan berlalu. Entah mereda, lupa, atau berganti bahagia.
Tiba pada saat dimana imajinasi bahagia tak menghasilkan tawa, melainkan air mata.
Terkadang kamu melakukan segalanya untuk orang yang memperlakukanmu seadanya.
Kepada mereka, aku bersandiwara. Tetapi tidak padamu. Aku tak mampu.
Hanya kepadamu, aku menjadi aku. Aku yang mungkin dibenci mereka. Ditinggalkan.
Kepada aku, mereka bersandiwara. Seolah aku buta dan tuli. Seperti aku mati rasa.
Hanya kepadamu, aku sanggup mengutarakan.
Jika kamu tak lagi sama, lantas kemana aku melepas lelahnya menjalani peran?
Seandainya kamu tak lagi ada, mungkinkah aku lupa siapa aku sebenarnya?
I found my world in the beginning of us, but I lost our world when you found your own world without me insinde.
Aku tak pernah menjadi berharga untuk siapapun.
Aku tak sanggup menjadi yang utama bagi siapapun.
Aku tak mungkin menjadi satu dengan siapapun.
Aku tak dapat menjadi layak dalam apapun.
Jika tak percaya surga dan neraka,
Apa baiknya aku ada?
Kepergianku tak berpengaruh pada (si)apapun.
Jika mencintai selalu sesakit ini, aku tak ingin lagi.
b.n/a
I can't imagine how i will love somebody else after you.
b.n/a