Kalau dirimu masih takut mengungkap kebenaran. bahkan ketika dirimu terancam, percuma Pramoedya Ananta Toer meninggalkanmu buku. Percuma Munir di racun dalam pesawat. Percuma Wiji Thukul menghilang dan tak pulang. Masih dirimu merasa takut?
No title available
🩵 avery cochrane 🩵
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Noah Kahan

JVL

tannertan36
The Stonewall Inn
Cosmic Funnies
almost home
YOU ARE THE REASON

bliss lane

titsay
will byers stan first human second
cherry valley forever
Monterey Bay Aquarium

PR's Tumblrdome
occasionally subtle

Product Placement

roma★
The Bowery Presents
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from South Korea
seen from Bulgaria

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Bulgaria

seen from Taiwan

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@scarrdust
Kalau dirimu masih takut mengungkap kebenaran. bahkan ketika dirimu terancam, percuma Pramoedya Ananta Toer meninggalkanmu buku. Percuma Munir di racun dalam pesawat. Percuma Wiji Thukul menghilang dan tak pulang. Masih dirimu merasa takut?
Tanggung jawab,
Tidak ada yang terlalu cepat, atau terlalu lambat. Semua hanya perihal tanggung jawab, untuk berani menyelesaikan apa yang dimulai.
Bagaimana?
Katanya Tuhan bekerja sesuai prasangka hambaNya. Tapi, kalau terlalu berharap nanti kecewa. Jadi, baiknya gimana?
What is ironic?
people changes
people fixes their mind
their heart
left their burdens
left their pains
then, he has moved
yet, i have not
i am the irony.
Mungkin
Saat nanti kita bertemu. Mungkin aku dan kamu akan mulai bergumam "mengapa kita tidak dipertemukan sejak lalu?" sebentar, aku ingin tertawa.
Aku tidak menyesal, entah hari ini atau esok untuk bertemu denganmu. Tapi, jika sudah sedari lama aku hadir, mungkin aku hanya menjadi bebanmu. Mungkin jika kau hadir terlalu dini, egoku akan membunuh kita. Atau kemungkinan lain yang mengerikan.
Aku berterimakasih dengan waktu, ku harap kamu juga. Jangan tergesa, selesaikan.
Menyentuh
Ketika mengendarai suatu kendaraan, kondisi jalan kadang tidak sejelas ketika kaki langsung bersentuhan dengannya. Entah itu tanjakan, turunan, berlubang, tidak rata, atau lainnya. Mata ini mudah sekali ditipu, ya? Tapi hebatnya indera lain masih mencoba untuk menyadarkan.
Mungkin begitu juga hubungan manusia ini. Lucu, ketika tidak atau belum bersentuhan tapi prasangka selalu muncul. Pikiran buruk dan baik selalu beradu. Jadi, bagaimana jika kita menyentuh terlebih dulu?
—Pikiran ketika menemui jalan menanjak saat jogging. hffff.
Penyusun Rangka Tubuh
tidak paham jika do bertemu la atau bunyi re bertemu nada mi tapi, setiap melihat abjad menyala tak ada kata bosan untuk memahami
Iga rekat menempel di dada manusia mengakuisi dan terus mengitari bumi dia, tujuh pasang sajak milik Yudhistira melahirkan Bara dan Suara dalam jerami
Jangan Pilih-Pilih
mendengar kalimat ini di bilik dapur wanita setengah baya mantap mengucapnya "kamu harus pintar bersyukur" "tidak ada yang sempurna di dunya"
bukannya manusia memang hobi mengukur? lihat saja martabat yang terus dibawanya apakah pilih-pilih berarti kufur? padahal itu bisa menghilangkan tanya
Nak, pilihlah agar tidak tersungkur pertimbangkan secukupnya pilih, agar tidak tercebur karna ini tentang selamanya
—Don’t let anybody tell you’re “too ambitious”, including yourself. Dream big.
Selamat
selamat bertambah usia
semoga kau tak bosan dengan asa-asa
walau tak pernah kau ditinggal huru-hara
tak apa, itu hanya bagian dari romansa
kau akan selalu mampu berdikari
walau tuntutan akan semakin ramai
aku masih akan setia untuk sibuk melerai
tenanglah, ini hanya bagian dari membersamai
janji ku peluk masalalumu,
walau kisahmu penuh dengan benalu
dan segala kelam yang membiru
tak apa, itu hanya bagian yang sendu
kedepan, semoga kau setenang sore
ayo kita rayakan dengan sepotong tempe
dan jeritan senang dalam kata hore
tenanglah, ini hanya bagian dari ritme
Selamat bermandikan harapan dan doa,
Indonesia.
in written texts we trust, at the seams of uncertainty we burst. go then, do as your promised.
I got way too much time to be this hurt. somebody help, it's getting worse.
"what do you do with a broken heart?"
Semoga
Aku ragu bilang padamu, yang sejak tadi masih berkutat dengan luka. Tapi kali ini akan ku sampaikan. Tolong dengar,
Aku merengek agar semogaku tentangmu terkabul dengan cepat, tanpa lagi kau disiksa gusar.
Aku menggebu agar semogaku tentangmu melingkupi bahagiamu, memeluk dirimu dengan gemar.
Aku meracau agar semogaku tentangmu mengusir amarahmu, menawar luka dengan gencar.
Aku tak yakin kau bersedia,
Jelas, kau masih bersenyawa dengan luka
Tak apa,
Aku masih akan terus mengirim semoga.
Semoga. Semoga. Semoga. Masih semoga. Terus semoga. Tetap semoga. Semoga,
Kau lekas utuh, dengan yang memilihmu
Karna aku tahu,
Aku belum bisa memilihmu, menjadi semogaku.
maaf,
untuk malammu yang terlilit lelah
maaf telah membuatmu resah
dengan segala rasa yang gundah
hingga sunyi tak dapat memecah
untuk siangmu yang meringkuk hampa
maaf telah merisak tawa
dengan segala rasa yang sirna
hingga sunyi tak dapat meraba
untuk segala lirih yang hadir
maaf telah meracik getir
dengan segala rasa yang berdesir
hingga sunyi tak dapat mencibir
terimakasih, untuk kasih yang mendayu
terimakasih, untuk kisah yang merayu
terimakasih, untuk sapa yang terlahir
terimakasih, untuk abjad yang terakhir
tak sempat
perihal kita yang sepakat
namun ragu kian mendekat,
entah kita bisa merekat
atau isak akan mengikat.
maybe we got lost in translation, maybe I asked for too much.
Nanti
Aku tiba di rumah, tempat meratap canda
setiap sudut ada goresan yang menyala
pintu itu selalu menyambut terbuka
debar kecil menghampiri, menghapus nelangsa
"Ibu, kenapa baru pulang?"
tak ketinggalan nada manja tak mereda
Lalu ia berbisik mesra
"diam sebentar,
aku ingin merebah lelah dan takut, bu"
Tanpa ragu ia meminta
pelukanku berderu bersama abjad yang gila
kita tertawa, sampai pori-pori merona
lalu melebur dan mendengkur, suka cita
untuk kamu, jika nanti Ibu bekerja.
Menguap
semua bisa menguap
entah air, udara, juga rasa
deru hampa makin berderap
dan, tangis mulai meraba
semesta mulai mendekap
kau yang tak mampu membaca
tutur pencipta hanya kau ratap
tapi tak jua kau paham makna
bodoh, masih saja kau harap
senang sekali merawat duka
padahal ia tak jua menetap
ia menguap, kau pergi berbekas lara