Temenan ber 3 itu gak enak wkwkwk.
Cosimo Galluzzi
Acquired Stardust

Love Begins
KIROKAZE

❣ Chile in a Photography ❣

Andulka

#extradirty
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
dirt enthusiast

Product Placement
Game of Thrones Daily

titsay
hello vonnie

Kaledo Art
Xuebing Du

tannertan36
Sweet Seals For You, Always

pixel skylines
styofa doing anything
Jules of Nature

seen from United States

seen from Malaysia
seen from India
seen from India

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Albania
seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Israel
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@se-nyap
Temenan ber 3 itu gak enak wkwkwk.
TAPAK JEJAK
Lagi belajar nulis. Kumpulan kabar gembira bagi umat manusia sekaligus pengingat bagi diri sendiri.
Berikut beberapa tulisan tematik yang semoga bermanfaat bagi para pembaca :
#MemenangkanDiri
Refleksi Syawal 1445 dan 1446 H. Ikhtiar memenangkan diri beriringan menuju kemenangan umat.
1. Tenang di Bulan Syawal
2. Bertakwa dan Berkarya
3. Kamu Harus Bertumbuh
4. Memaknai Nakama
5. Menepis Prasangka
6. Menghadapi Patah Hati
7. Sindrom Si Paling
8. Disiplin Mengalahkan Mood
9. Adab Komunikasi Dalam Silaturrahmi
10. Amanah Rasul
11. Syahadat Adalah Perlombaan!
12. Adab Tak Lekang Zaman
13. Cinta dan Kacaunya Dunia Kita
14. Kenapa Dakwah?
15. Overthinking Hari Buku
16. Satu Alasan Bangkit
#SerialCinta
Kumpulan tulisan yang mencoba memahami arti cinta sejati :
1. Realitas Cinta
2 Absurditas Cinta : Cerita Buku
3. Seni Menanti Cinta : Cerita Buku
4. Ibadah Terlama
5. Cinta dan Perang Suci
6. Realitas Cinta #2
7. Cinta Jiwa Cinta Misi
8. Karena Menikah Tak Sebecanda Itu
#DakwahKampus
Kumpulan tulisan perihal dakwah kampus yang mayoritas berdasar keresahan dan pengalaman pribadi :
1. Soal Waktu
2. Amal Jamai
3. Tahu Tempe Dakwah
4. Teruslah Bergerak
5. Amal Yaumi
6. Kemenangan Dakwah Kampus
7. Pendewasaan
8. Perbaikan Diri
9. Dai dan Murrabi
10. Post Crisis Dakwah Kampus
11. 4 Hal Penting Dakwah Kampus
12 Dikti dan Dakwah Kampus
#CeritaBukuAba
Aku juga menulis buku :
1. Bahtera Dakwah 2024 (Kumpulan tulisan tentang Dakwah Kampus) ditulis ulang di buku Serial Bukan Sekadar Aktivis.
2. Menyala Kesatuan 2024 (Kumpulan tulisan menyambut Milad KAMMI ke-26) bisa baca di sini.
3. Tapak Mula 2024 (Refleksi Menuju Separuh Abad) bisa baca di sini
4. Tidak Bermula Dari 7 Oktober 2024 bisa baca di sini
5. Dari Dauroh Ke Dauroh 2024 bisa baca di sini
6. Serial "Bukan Sekadar Aktivis" 2025 bisa baca di sini
Yang sudah baca bukuku, boleh dong kasih kritik saran
Hari ini aku bepergian, mau ke rumah Uda. Berangkat dari LRT Harjamukti ke Cikunir 1
Gus dan Seleb Hijrah
Dulu saya pernah beranggapan bahwa oknum gus-gusan nyeleneh dan juga seleb hijrah itu pada dasarnya sama, hanya beda pangsa pasarnya saja.
Melihat kelakuan oknum gus yang nyeleneh belakangan tentu bukan hal yang baru. Varian seperti itu memang sudah lama dan banyak pengikutnya. Mendasarkan kajian yang penting lucu tapi minim ilmu, bisa upload di facebook dan instagram dengan konten yang kata kuncinya "kata-kata", atau terlalu berlebihan memuji melalui sholawat yang malah menihilkan makna sholawat.
Yang seperti ini sudah saya tinggalkan sejak lama.
Tinggal menunggu waktu saja kapan ceramah nyeleneh-nyeleneh itu viral. Dan kita semua melihat mereka-mereka ini berakhir dengan video permintaan maaf atas kelakuanya.
Kalau untuk selebgram hijrah, pengalaman pribadi ini memang agak tricky, terutama dari akun-akun media sosial mereka.
Pada awalnya inspiratif, memberi semangat namun lama-lama banyak tebar pesonanya daripada membagikan ilmu. Hanya oknum.
Beberapa juga banyak yang riding the wave isu tapi kurang paham konteksnya, misal menggunakan lagu-lagu untuk motivasi-motivasi tebar pesona.
Jaka sembung memang. Cringe. Akhirnya saya unfoll untuk mengurangi dengki dalam hati. hehe.
Setidaknya postingan ini sudah cukup mewakili :
Namun dalam satu momen, saya mendapat nasihat dari guru kami tentang kematangan berdakwah, terkhusus bagaimana menyikapi fenomena-fenomena seperti di atas :
1. Merasa Lebih Baik
Beliau mengingatkan, hendaknya kita sebagai seorang penggerak dakwah agar selalu meluruskan dan memperbarui niat, terkhusus dakwah di media sosial yang menjadi sarangnya fitnah akhir zaman.
Dua contoh fenomena di atas adalah faktor yang tidak bisa kita kendalikan, sedangkan respon kita atas hal itu adalah faktor yang bisa dikendalikan.
Maka dari itu, jangan sampai merasa lebih baik dari orang lain. Boleh jadi apa yang mereka lakukan lebih banyak mendatangkan kebaikan dan kalaupun belum mungkin itu adalah proses pendewasaan mereka agar menjadi dai yang matang dalam membina umat kelak.
Tugas kita adalah mengingatkan, mendoakan, dan setidaknya tidak mengikuti hal-hal kurang tepat.
2. Menjaga Izzah
To much information terkadang menjadi distraksi dalam bersosial media. Dalam rangka menjaga izzah penggerah dakwah perlu kita memperhatian adab-adabnya: jangan mudah membagikan kelemahan di media sosial, jangan terlalu menye-menye, dan jangan terlalu terlihat kebelet nikah. Jangan.
Tegas beliau, bagaimana mau menjaga izzah umat kalau menjaga izzah sendiri tidak bisa.
3. Dekat Dengan Ilmu
Dekatkanlah jiwa dengan ilmu. Karena amal tanpa disertai ilmu tentu akan sia-sia. Mulailah dari tahsin Al-Quran, fiqh sederhana keseharian seperti thaharah, dan perangkat-perangkat dasar keislaman untuk bekal hidup.
Mereka yang disibukan dengan ilmu insyaAllah akan terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Jangan lupa istigfar dan mengharap keberkahan agar ilmu itu tidak menjadi seperti poin nomor satu.
***
Perlu diingat bahwa musuh kita yang nyata setidaknya ada 2 : zionis israel dan kebodohan yang mengakibatkan kita kalah dengan zionis.
Teruntuk gus-gus, selebgram hijrah, para penggerak dakwah, para pemuda haroki sekalian, sadarilah peran penting kita dalam meraih kejayaan umat.
Janganlah terpecah belah, perbanyaklah ilmu, kapitalisasi amal seluas-luasanya, dan tak lupa jagalah izzah kita sebagai simbol dari agama Islam yang agung ini.
Kalau kata Imam Syahid Hasan Al-Banna :
Surakarta, 08 Desember 2025.
Rabb, jauhkan kami dari perasaan merasa lebih baik dari orang lain....
Muak banget sama si Zulhas 🧟
Aku tidak sepenuhnya diam..
Jangan salah mengira heningku sebagai tanda tak peduli. Aku hanya sedang memberi jarak antara pandanganku dan keramaian dunia yang terlalu sibuk membenarkan diri. Dalam diam ini, aku belajar bahwa kebenaran tidak selalu berteriak.
Kadang, ia hanya berbisik pelan, takut tenggelam di antara suara-suara yang saling menuding. Aku menyaksikan banyak hal: senyum yang dibuat-buat agar tampak tulus, kata yang dipoles agar tampak benar, dan niat baik yang berubah arah ketika disorot oleh kepentingan.
Aku melihat semua itu, namun memilih tidak menghakimi. Sebab, setiap manusia sedang menempuh jalannya sendiri, dan tidak semua orang siap menatap bayangan mereka dengan jujur.
Diamku bukan berarti lemah. Ia adalah bentuk kesadaran, bahwa tidak semua hal perlu dibalas dengan suara, tidak semua luka perlu dijelaskan, dan tidak semua kebenaran perlu disiarkan agar dipercaya.
Kadang, cukup bagi jiwa untuk tahu, tanpa harus menjelaskan apa-apa kepada dunia. Aku diam, tapi aku tidak buta. Aku hanya sedang menatap dalam, menyadari bahwa kebijaksanaan lahir bukan dari banyak bicara, melainkan dari keberanian untuk mendengar, terutama mendengar yang sunyi di dalam diri sendiri.
Sebab dari sanalah aku belajar, bahwa mata yang jujur tak selalu harus menatap, dan mulut yang diam bisa menjadi doa bagi dunia yang sedang kehilangan arah.
Solo atau Bandung?
Bandung atau Solo?
????
Adeku ternyata udah gede, hahhah udah jadi abang². Kemarin ngobrol sama dia eh ternyata dia lagi jualan sama temennya. "Jef, lagi ngapain?" Tanyaku
"lagi jualan kak" jawabnya sambil senyum malu-malu " gak papa toh? Kan gak nyuri. Jualan apatuh?"
Jualan kue, kak. Dan lalu berlanjutlah obrolan kami dengan macam-macam topik , tapi hei, perasaan adikku yang kecil ini baru lulus SD kemarin. :)
Sekarang sekarang ini aku tengah memikirkan 'sepertinya sudah waktunya 'berikhtiar menyiapkan diri untuk menikah'. Di umur 24 tahun saat ini aku baru memikirkan itu dengan serius, sungguh. Setelah meminta banyak nasihat aku memutuskan memulai dari diriku sendiri;
Pertama; menyelesaikan dengan diri sendiri, di mulai dari mengenali diri sendiri, mengenali emosi, luka masa lalu, apa yang di suka dan tidak, merawat diri, memahami keluargaku. Dll Ups owh iya satu lagi, finansial/ tabungan
Ke dua; belajar ilmu parenting (baca buku, dengerin podcast, ikut kajian/seminar/kelas) ilmu pranikah. Banyak berdoa dan Istikharah (karena ternyata kata temenku istikharah itu boleh di lakukan, pun sebelum ada calonnya) apa iya? terus Banyak dengerin nasihat guru juga.
Ke tiga ; aku harus punya tujuan hidup, punya rencana hidup. Menikah itu kan Dakwah, lalu kalau nanti semisal nanti sudah menikah, aku tuh pengen bangun keluarga yang kayak gimàna? Dakwah seperti apa yang akan ku lakukan ketika sudah menikah nanti? selanjutnya suami yang bagaimana yang aku butuhkan? Misal kalau menikah nanti pengennya tuh mau fokus mengurusi anak dan keluarga saja, atau ingin kerja atau apalah.
Ini tuh sebenarnya aku gak tau aku nulis apa aku tulis tulis aja isi kepalaku, ini tuh beberapa adalah hasil bacaan yang ku baca di beberapa feed orang lain.
Tolong, kalian boleh kasih aku kritik atau nasihat seputar menikah.
Jika banyak target-target yang belum tercapai, coba perbaiki lagi kualitas shalat yang mulai terbengkalai. Jika manajemen waktu masih berantakan, coba perbanyak lagi interaksi dengan Al Qur'an.
Bisa jadi target-target itu tertunda karena shalat yang sering ditunda-tunda atau khusyu' yang tak lagi ada. Dan bisa jadi pula, keberkahan waktu menjadi hilang sebab interaksi dengan Al-Qur'annya semakin jarang.
Yuk, perbaiki lagi kualitas shalatnya. Yuk, perbanyak lagi membaca Al-Qur'annya.
Kita usahakan menjadi hamba Allah yang bersegera ketika diseru. Kita usahakan menjadi hamba Allah yang dekat dengan Al Qur'an itu.
Semangat ya! Allah itu senang sekali dengan hamba-hamba-Nya yang terus berusaha memperbaiki diri.
Ukhtukum fillah,
@rizqan-kareema
Pada satu waktu aku merasa yang sayang sama aku cuman ayah dan Allah saja.
Kenapa ya perasaan merasa tidak pantas itu selalu ada?
What wrong?
🧏 Bapak, Miftah izin fotoin, ya. 📸 Buat kenang-kenangan, lebaran ini Miftah udah gak di sini. Insya Allah mau pindah kota, pak. 😹
🧓 Boleh neng, sehat-sehat ya neng, semoga nanti ketemu lagi.
🧏Iya pak, bapak juga sehat-sehat..
...
🧏 Bapak tuh udah lama banget, ya. Jualan batagornya?
🧔 Iya neng, bapak cuman bisa ini.
🧏 Pantas enak banget pak 😅
🧔 Iya neng, alhmdulillah 😁
bapaknya tuh jualan batagor di SD bawah dekat pos satpam, biasanya selalu lewat depan rumah kitaran jam 09/10 an
Ntah kenapa aku selalu merasa menjadi orang asing di rumah, ntah sejak kapan rasa itu bermula dan ntah karena apa ia ada. ):
Mencari yang sempurna? oh tentu tidak. Diri ini pun sungguh banyak sekali tidak bisanya.
Lagi dengerin obrolan anak-anak, "Dzah, masa ada berita orang tua tampar anaknya"
"lah, gak papa kali Dzah, ana baca di buku boleh kok pukul anak kalau dia salah, ana aja di cubit mamah biasa aja, karena emang ana salah, masa gitu doang masuk berita" sambung anak yg satunya.
Emang orang tuanya namparnya gimàna, kak? Tanyaku tapi gak di jawab
Alesha, si paling suka baca buku. Sering banget ini sering banget hafalannya kurang lancar gegara dia ternyata nyelipin buku di dalam Al-Quran, atau dia bukannya fokus ke target hafalan, tapi fokus baca terjemahan Al-Quran, lalu ia menanyakan banyak hal.
3
"Dzah, ana kira dulu pahala itu kayak piala, jadi kalau kita baik, Allah kasih kita piala, di kumpulin di surga"
Dia hanya berbicara, Alhamdulillah dia tidak bertanya pahala itu seperti apa? Hahaha