Matahari mulai terbenam, adzan telah berkumandang. Bukannya bergegas, hatiku malah tersentak mengingat kenangan manis. Biasanya, ayah memanggil kami untuk berkumpul, melakukan kewajiban bersama. Dia menjadi imam dengan suaranya yg lantang, punggungnya yg tegak dengan sarung yg ia sukai. Aku melihatnya dari belakang mengatur shaf sebelum sholat dimulai. Lihatlah, dia pemimpinku. Lirihku dalam hati dengan rasa bangga.
Ayah, pemimpin terbaikku dalam segala hal. Menunjukkan jalanku kala tertatih. Menerangi hidupku kala tergelap. Aku sayang kamu ayah.
Selesai shalat, ku doakan agar dirinya bahagia selamanya, dunia dan akhirat.
-kolaborasi antara @haioctaa dan @searegar














