Tak terasa sebentar lagi Ramadan akan pulang dan Syawal akan datang menggantikan. Dan lebaran, adalah momentum yang paling ditunggu dan paling menggembirakan. Setidaknya, untuk kebanyakan orang.
Karena untuk segelintir orang, termasuk kamu, lebaran memiliki arti tersendiri. Di matamu, hari raya tidak hanya terlihat seperti perayaan berbagi kebahagiaan. Melainkan juga sebuah ajang momentum untuk saling memamerkan keunggulan.
Kamu sama sekali tidak memiliki prestasi atau keunggulan yang bisa dibanggakan di depan banyak orang. Hanya orang yang terlahir biasa dengan kehidupan yang biasa.
"Kok belum kerja?" , "Kok gak malu masih hidup dari biaya orang tua?" , "Kerja dimana? Kok belum punya mobil?" , "Kok bukan PNS?" , "Calonmu orang mana?" , "Kok calonmu kayak gak punya apa-apa?" , "Kok kamu belum punya calon?" Pertanyaan seperti ini terus dimurajaah setiap tahunnya.
Mereka tidak tahu, dan tak perlu tahu, bahwa setiap malam kamu selalu berusaha menguatkan diri. Bahwa kamu percaya suatu saat nanti kamu pasti bisa mandiri, punya prestasi, dan bahkan bisa menikah dengan menghadirkan saksi pak jokowi.
Kamu juga enggan berteriak kepada mereka, "Hei semua! Aku ini tengah berjuang loh!" Nggak. Kamu memilih untuk diam.
Kamu juga telah lelah mengatakan, "Ya doain aja ya. Doain penghasilanku bisa bertambah meski bukan PNS. Doain juga tahun depan disegerakan menikah." Lelah! Karena mereka pun mengaminkan juga dengan tidak sungguh. Jadi buat apa?
Sadar atau tidak sadar. Semakin dewasa, kamu akan sering berbincang dengan dirimu sendiri. Sebab kamu percaya, bahwa memang tidak ada yang bisa diandalkan selain dirimu sendiri.
Maka setelah hari raya nanti, berjanjilah. Bahwa kamu akan berjuang bukan demi pengakuan mereka. Berjuang juga bukan demi beradu keunggulan. Tetapi berjuang, demi dirimu sendiri. Membuktikan bahwa kamu pun bisa punya prestasi dan keunggulan melebihi siapapun mereka yang pernah hidup mengenalmu hingga hari ini.
Instagram : Sebastianwahyu_
Tumblr : sebastianwahyu.tumblr.com