Seorang Kekasih
Kau adalah nyeri yang hingga detik ini merasa paling abadi.
Kau adalah kesedihan yang sudah seperti selingkuhan, harus pintar-pintar kusembunyikan.
Kau adalah kenangan yang serupa tangan, setia memeluk kepalaku saat kantukku tersesat di suatu malam.
Kau adalah kebalikan-kebalikan, ketika doaku telah menjadi dosamu dan lupamu telah menjadi lukaku.
Tapi kau tetaplah kau, seorang kekasih yang terbuat dari khilaf dan maaf seorang kekasih.
Akhir kata,
"Selamat malam. Selamat tidur hai engkau yang kucintai dengan penuh terlanjur."
.
.
.
SE, 2014













