PR PARA IBU: DARI DIKSI HINGGA TEKNIK
"Kok takut sama Allah? Allah kan baik, Bu.."
Dari percakapan di atas dapat dikatakan bahwa seorang ibu perlu banyak belajar karena seorang ibu punya PR yang sangat banyak, salah satunya mengenai diksi. Sebab, tidak semua diksi berdasar persepsi orang dewasa akan dimengerti serupa oleh anak-anak.
Selain itu, PR diksi bukan hanya saat menjelaskan makna, tetapi juga seperti dalam percakapan sehari-hari. Seperti postingan dari rabbitholeid pada tempo hari, kira-kira seperti ini isinya.
"Adek, tolong nanti mainannya dibersihkan, ya."
Akhirnya, ibu mencoba mengubah kalimatnya.
"Adek, kita kerjasama, ya! Ibu yang cuci piring, adek yang bereskan mainan."
Lihat perbedaannya? Hanya di bagian diksi saja, tetapi maknanya sama. Ya walaupun pada prakteknya mungkin respon setiap anak berbeda-beda.
Selain diksi, juga ada PR soal teknik atau cara.
Bagaimana cara menghadapi anak-anak yang suka berteriak-teriak ketika berbicara padahal lawan bicaranya ada di hadapannya?
Pernahkah kita berada di situasi tersebut dan justru kita meresponnya dengan tidak kalah berteriak menyaingi si anak?
Ketika anak berteriak cobalah merespon teriakan tersebut dengan suara berbisik.
Dekati dia, jawablah dengan cara berbisik, "Mainan yang mana, nak?"
Lihatlah responnya. Biasanya ketika lawan bicaranya merespon dengan berbisik, si anak akan ikut merendahkan suaranya juga.
Ini baru sebagian kecil saja, masih banyak situasi dan kondisi yang perlu kita pelajari.
Selamat belajar. Selamat mencoba. Semoga berhasil. ❤️
Bdg, 24 Nov 2020 | 07.56 | @wedangrondehangat