Denial
Tanpa sadar, mungkin kita pernah bahkan sering melakukannya. Saat kita sedang bersedih, kita mencari cerita-cerita sedih dari orang-orang lainnya hanya untuk menghibur diri bahwa ada orang lain yang hidupnya lebih menyedihkan dari kita, dan apa yang kita jalani belum ada apa-apanya. Dengan kata lain, hidup kita lebih bahagia.
Mungkin saat dalam kondisi waras, kita akan mengingkari hal tersebut.
Berulang kali terjadi, berusaha menyemangati diri dengan mencari-cari alasan bahwa hidup kita ini tetap lebih baik, lebih tidak sesengsara orang lain. Dan yang terjadi sebenarnya adalah kita sedang memumpuk rasa sedih dan kecewa kita, yang entah kapan, bisa meledak sewaktu-waktu. Dan saat itu terjadi, kita menghancurkan semuanya. Alih-alih menyelamatkan apa-(si)apa yang perlu kita selamatkan hari ini, kita justru melukai semuanya. Diri kita dan orang-orang yang kita sayangi juga yang ingin kita lindungi saat ini. ©kurniawangunadi















