Tertanggal 21 Maret 2021,
Hendaknya perlu diketahui bahwa ada banyak hal yang inginku utarakan. Hanya saja luasnya pengharapan tak semua mampu ditampung pada wadah yang terbatas.
Bila fajar terbit membawa sinarnya yang diharapkan oleh semua yang hidup, maka kau pun juga begitu. Hadirnya dirimu banyak yang menginginkan.
Tapi meskipun begitu, kau pandai untuk bisa memilih dan memilah dengan siapa hendaknya bersanding. Namun tanpa membuat sakit atau memandang rendah lebah yang hendak singgah.
Ada banyak beribu cerita yang telah terukir dan terpatri. Akan tetapi rasa-rasanya semua yang telah terlontarkan menguap bersatu bersama udara. Hilang, tanpa berjejak. Adakah luka? Tentu tidak.
Mungkin saja karena adanya jarak yang terbentang terlalu jauh, membuat semua yang kita persiapkan hilang entah kemana arahnya. Sadarkah kau, waha Dewi?
Atau mungkin juga karena satu dan lain hal yang akupun juga tidak begitu tahu, pada akhirnya kita begitu semakin menjaga jarak, dan menjarak serta menjauh bagai kapal tanpa tambang pada dermaga, hanyut terbawa arus.
Barangkali inilah akhirnya dari semua cerita yang sudah kita rangkai dan susun. Akhir dari semua cerita yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Atau memang, kita sudah merencanakannya seperti ini, tanpa kita sadari bersama, atau memang mungkin hanya dirimu lah yang sadar bahwa akhir cerita dibuat seperti ini. Terserahlah (!).
Pada jalan yang lurus, serta waktu yang panjang. Ku lumat habis keduanya tanpa ampun. Dan pengharapan pada sosok Dewi lain yang kedua, ketiga atau yang lainnya tidak pernah terbesit sekalipun.