
if i look back, i am lost
Claire Keane

⁂

★
Stranger Things
official daine visual archive
sheepfilms

ellievsbear
🪼
d e v o n
Peter Solarz
wallacepolsom
taylor price
I'd rather be in outer space 🛸

Kaledo Art

Discoholic 🪩
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Cosmic Funnies
🩵 avery cochrane 🩵
cherry valley forever
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Australia
seen from United States
seen from Romania
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Spain

seen from Hong Kong SAR China
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
@senandung-senja
Kita tiba di hari hari, dimana hidup dengan sehat terasa lebih mahal dari apapun.
Barang bermerek tak lagi berharga. Hidup mewah pindah negara seperti sedang piknik tak lagi sebanding dengan bisa berkumpul satu ruangan bersama ayah ibu, pasangan dan saudara.
Mendengar mereka sehat dan selamat lebih bersyukur daripada apapun.
Setahun kemarin mungkin kita telah terlalu banyak mengeluh karena hanya bisa di rumah saja.. Hari hari ini, kita justru dibuat bersyukur sekedar bisa minum teh di rumah dengan napas yang masih normal teratur, sebuah kemewahan yang membuat kita merasa menjadi manusia paling kaya tak kurang apapun.
Sayangi yang di rumah selagi masih ada umur, masih ada waktu. Kita hanya bisa menebak dan berusaha mengerti mereka yang tengah berada di posisi kehilangan. Bila itu terjadi pada kita, entah rasanya tak sanggup dan tak terbayangkan.
Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir
Lori Gottlieb, Maybe You Should Talk to Someone: A Therapist, Her Therapist, and Our Lives Revealed
Aku mencintaimu di seluruh waktu, di hari paling sepi, di hujan tanpa jeda, bahkan di nadi yang kelak akan berhenti.
~ Love Me Like There's No Tomorrow @freddiemercury ~
summer sea
view the video
ceklis tidak
adik-adik senang bertanya, mengapa akhirnya saya memilih pasangan saya sekarang. jawabannya selalu sama: saya bisa hidup bersamanya--yang lama-lama konsep ini menjadi saya merasa tidak bisa hidup tanpanya.
tapi maksudnya begini. orang-orang bilang, marry somebody you can't live without. don't only marry somebody you can live with. bagi saya, either way, don't marry somebody you can't live with. that's it. jangan menikah dengan seseorang yang kita jelas-jelas tidak bisa hidup dengannya.
oleh karena itulah, saat mencari jodoh, yang paling penting bukanlah membuat ceklis tentang hal baik apa saja yang harus ada pada dirinya, melainkan tentang hal-hal apa saja yang tidak boleh ada (atau tidak boleh tidak ada) pada dirinya. sebab, hal yang positif itu bisa tak terhingga nilai ukurnya. akan tetapi, hal yang nilainya negatif itu selalu jelas. maka, di mana titik nol kita harus jelas. di mana batas toleransi diri kita harus jelas.
jika ditarik mundur lagi, proses ini pun sejatinya tak hanya soal mencari dan menemukan jodoh yang tepat, tetapi juga soal mengenal diri sendiri dengan sebenar-benarnya. kalau kita tak bisa jujur kepada diri sendiri akan batasan-batasan itu--dan jika ternyata seseorang yang bersama kita kelak adalah yang di luar batasan, diri kita sendirilah yang akan kerepotan.
dalam banyak diskusi, saya menemukan sebuah pola. yang ada di daftar ceklis itu letaknya tak hanya pada orangnya, tetapi juga pada caranya menjalani hubungan. misalnya, apakah dia dapat mendukung karier atau cita-cita kita--dengan kata-kata dan dengan tindakan nyata. apakah dia dan kita memiliki kesamaan prinsip tentang pengelolaan keuangan. apakah dia menganggap perempuan sebagai objek alih-alih subjek. daftar ini bisa panjang sekali dan ya, kalau dipikirkan matang-matang akan lebih dalam daripada sekadar "harus mapan" atau "harus sholeh".
perlu berapa banyak yang menjadi ceklis tidak-nya, diri kita sendiri yang mengetahui. memang sih, semakin banyak ceklis-nya, semakin sedikit orang yang bisa masuk ke dalam kriteria. tapi, kita hanya akan menikah dengan satu orang. kita tidak perlu banyak calon. kita hanya perlu satu calon yang paling tepat. maka, ceklis itu harus apa adanya.
jujurlah pada diri sendiri. berkenalanlah kembali dengan diri sendiri. buatlah ceklis tidak-mu. jika kamu bertemu seseorang yang punya begitu banyak kebaikan namun ada satu saja dari daftar tidak itu yang tertandai, kamu tahu bahwa mungkin itu isyarat tidak. dan jangan lupa, tetaplah minta petunjuk kepada Allah Swt. Allah-lah yang memiliki semua kemungkinan.
Dalam beberapa hal, semakin tidak tahu akan semakin tenang hidupmu.
Taufik Aulia
“Always help someone. you might be the only one that does.”
—
2019-06-22
Canon EOS R + RF50mm f1.2L
https://www.instagram.com/hwantastic79vivid/
Scrolling pinterest lagi setelah sekian lama.
Apa yang perlu dipertanyakan jika jawab sudah terlihat jelas apa adanya?
Terkadang seseorang membutuhkan jawaban yang berpihak pada dirinya. Padahal, belum tentu itu benar.
(by risaikeda)
Ini tentang apapun yang tiba-tiba muncul di pikiranmu begitu kamu membaca tulisan ini.
Waktu terbaik adalah waktu yang tepat. Bukan waktu yang terburu atau waktu yang terlambat.
Waktu yang tepat berarti kamu telah siap karena menyiapkan dan tidak menyesal karena gegabah dalam memutuskan.
Dan kamu tak akan pernah sampai pada waktu yang tepat mana kala kamu hanya menunggu tanpa bersiap apa-apa.
Karena waktu yang tepat adalah titik temu antara rencana yang terukur dan realitas yang mujur.
Apapun masalahmu dan apapun yang sedang kamu usahakan, semoga Allah memberkahimu. Semangat, ya!
© Taufik Aulia 2020
.
Aku pernah bertemu dengan seorang lelaki yang mencintai seorang perempuan. Padahal lelaki itu belum pernah berbicara langsung dengan perempuan itu. Jika ditanya alasan apa yang membuat si lelaki tetap mencintai si perempuan, adalah kebaikannya. Padahal, menurut orang lain yang tahu tentang si perempuan, kehidupannya tidak baik. Jauh dari agama dan berbeda sekali dengan si lelaki yang tetap berpegang teguh pada agama. Apalagi, si perempuan itu sudah memiliki kekasih. orang-orang menganggap aneh si lelaki itu. Untuk apa menyukai seseorang yang sudah memiliki kekasih? Untuk apa mengharapkan yang tidak mungkin terjadi?
Beribu ketidakyakinan orang lain akan pilihan si lelaki tidak membuat surut perasaannya. Ia tetap mencintai perempuan itu. Ia tetap meyakini bahwa perempuan yang ia cintai adalah perempuan baik. Aku dan temanku meyakini, ia pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik daripada si perempuan itu. Si lelaki selalu beralasan, bahwa suatu hari nanti ia akan mendapatkan perempuan itu dan membawa perempuan itu pada kebaikan.
Setelah sekian lama, aku mendengar kabar bahwa lelaki itu menetapi keyakinannya. Ia menikahi perempuan itu. Ternyata semesta mendukung ada benarnya. Aku jadi terpikir, bagaimana perasaan si perempuan itu jika tahu bahwa lelaki yang sekarang bersamanya adalah lelaki yang terus mendoakan untuk kebaikannya?
The real difficulty is to overcome how you think about yourself.
Maya Angelou (via onlinecounsellingcollege)