Aku telah benar benar jatuh cinta kepadamu tanpa syarat
Xuebing Du

⁂
will byers stan first human second
Keni
TVSTRANGERTHINGS
taylor price
dirt enthusiast
NASA

★
ojovivo

titsay
Not today Justin
occasionally subtle
KIROKAZE
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
cherry valley forever

Product Placement

JBB: An Artblog!
macklin celebrini has autism
noise dept.

seen from Poland
seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Norway

seen from Türkiye
seen from Syria

seen from Germany

seen from Saudi Arabia
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from Philippines

seen from United States
seen from United States
Aku telah benar benar jatuh cinta kepadamu tanpa syarat
Mengenalmu adalah takdir, menikahimu adalah pilihan, dan aku memilih ?
Kalau kamu kerja sebagai petani, kamu bahagia
Bamboo Nursery, so romantic
Bagaimana caranya kamu bisa masuk dengan mudah ke dalam hatiku, padahal aku sudah memasang sistem pertahanan yang lebih kuat dari pentagon
Aku datang terlambat padamu. Izinkan aku sekedar berkenalan lalu aku akan pergi seperti pagi yang menyongsong siang
Say Alhamdulillah
Mau kemana lagi tujuan hidup selain untuk berbagi ?
Berbahagialah yang bertani
Berbahagialah untuk kamu yang berprofesi sebagai PETANI
Bisakah saya ?
Dunia suka padamu, kamu yang tak menyukainya apa adanya
Mungkin yang kamu kejar memang maya. Jangan lantas berhenti. Carilah alasan lain. Kehilangan alasan dalam perjuanganmu artinya berakhir sudah
ilmu menikah
“Nak, ayah tuh nggak secanggih kamu ilmu agamanya. tapi ayah mau kasih tau sesuatu tentang ilmu agama dan menikah. sesuatu yang ayah temukan dari pernikahan sama ibumu.
Ilmu agama itu terdiri dari ilmu dunia dan ilmu akhirat, Nak. Bedanya? ilmu dunia mengajarkan kita untuk terus memiliki dan meminta sampai tidak ada lagi yang bisa dimiliki dan diminta. ilmu akhirat sebaliknya, mengajarkan kita untuk terus memberi dan melepaskan sampai tidak ada lagi yang bisa diberi dan dilepaskan.
Kamu tahu nggak? menikah itu menyempurnakan agama, karena menikah-lah yang mengajarkan ilmu akhirat–setelah seumur hidup kamu hanya belajar ilmu dunia.
Gara-gara menikah, ayah semakin sadar kalau di dunia ini, kita semua adalah pemimpin tapi bukan pemilik. Uang yang ayah dapatkan, tidak pernah ayah berpikir bahwa ayah memilikinya. waktu yang ayah luangkan, tidak pernah ayah merasa bahwa ayah memilikinya. Apapun yang ada pada diri ayah, semuanya bukan punya ayah. Semuanya punya kalian, keluarga ayah.
Sebelum ayah menikah, ayah nggak belajar tentang ini. ayah mengira kalau semua capaian hidup ayah adalah milik ayah seorang. Sekarang ayah mengerti, ini semua milik kalian. Dan terutama, milik Allah.
Karena menikah, ayah menjadi lebih bertanggung jawab. Ayah sadar bahwa semua yang diberikan kepada ayah adalah titipan yang harus dijaga, dikelola sebaik-baiknya. Baiknya Allah itu kan? Kalau bukan karena menikah, tidak mungkin ayah belajar memberi dan melepaskan seperti ini. Juga, tidak mungkin ayah belajar memiliki dan meminta seperti ini–untuk kemudian dipersembahkan kepada kalian.
Kamu tahu nggak, ilmu akhirat mana yang paling tinggi kesulitannya bagi seorang ayah?”
Lalu ayah melepas kacamata, menggosok-gosok yang ada di baliknya.
“Melepaskan anak-anak perempuannya.”
Ayah diam lama sekali.
“Karena–bukan ayah tidak percaya kepada calon suamimu, melainkan ayah yang tidak percaya kepada diri sendiri. sudahkah ayah benar-benar menjagamu, merawatmu, sampai sekarang?”
Ayah diam lagi.
“Itulah yang diajarkan sebuah pernikahan, Nak. Meminta untuk kemudian memberi. Memiliki untuk kemudian melepaskan.”
Ayah diam lagi. Tak bicara lagi.
©prawitamutia
Terima kasih Mutia cerita dan pembelajarannya, semoga perjalanannya sama Yunus senantiasa dijaga dalam kebaikan.
I feel thats now
Most people get married believing a myth, that marriage is beautiful box full of all the things they have longed for; companionship, intimacy, friendship. The truth is that marriage, at the start, is an empty box. You must put something in before you can take anything out. There is no love in marriage; love is in people, and people put it into marriage. There is no romance in marriage; people have to infuse it into their marriages. A couple must learn the art, and form the habit of giving, loving, serving, praising– keeping the box full. If you take out more than you put in, the box will be empty
(via kurniawangunadi)
Aaaaaaaaakkkkkkkkk
Menyalahkan itu nikmat, kalau tak dibatasi bisa jadi candu