Ia yang menjelma menjadi bait kata seorang pujangga;
yang mampu memadamkan api rindu yang menjadi satu-satunya jalan menyalakan jantungnya

pixel skylines

izzy's playlists!
Misplaced Lens Cap

Product Placement

JVL

shark vs the universe
occasionally subtle
official daine visual archive
ojovivo
Jules of Nature
No title available

bliss lane
Stranger Things
todays bird
RMH

oozey mess
EXPECTATIONS
will byers stan first human second
Fai_Ryy
sheepfilms

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Greece
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Ghana
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Germany
@serbukkopi
Ia yang menjelma menjadi bait kata seorang pujangga;
yang mampu memadamkan api rindu yang menjadi satu-satunya jalan menyalakan jantungnya
Seangkuh itu aku memamerkan ingatanku pada dingin malam
Tersungging senyum simpulku merasa semesta kali ini berpihak
Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu
Sejuta entah;
Entah. Entah bagaimana kau menyelinap pada dingin dada yang tak lagi datang si empunya. Pelan menyapa, lembut jatuh terluka.
Karna kamu sebuah puisi yang tak ingin aku selesaikan. Kubiarkan menggantung di langit-langit cakrawala ingatanku. Agar kekal disana setiap kali aku menengadah.
Kelak, di tawa yang menua
Akankah tetap kuingat sendu senyummu itu berupa candu yang selalu mampu ku seduh tapi tak dapat ku teguk..
Ia yang menahan diri
Semampunya merindu sendiri dengan hati2
Dalam rehat yang panjang ini yang tak mampu kau sekat adalah paras yang lekat yang bergelayut di ingatanmu meski waktu menyeretmu.
Jangan sampai pada suatu masa, penyesalan-penyesalan kecil meletup di kepalamu akan sebuah pelukan yang tak dieratkan sedikit lebih lama.
SerbukKopi
Sebaik-baik jatuh adalah di pelukanmu. Dan aku rela jika harus berkali-kali.
SerbukKopi
Kecemasan di ruang tunggu; Tentang rindu yang tak berhulu Tentang harap yang tak perlu Tentang kamu yang disitu tak kemana-mana namun jauh untuk dituju
SerbukKopi
Ia berjalan ke arah yang salah.. hanya bayangannya yang tetap disampingnya.. tetapi haluannya tetap sejurus tak berubah..
Pada lengang yang datang sehabis hujan
Pada serbuk kopi yang ditinggalkan teguk tuannya
Pada aksara yang membumbung hampa
Pada kobaran rindu yang masih saja menyala
Pada aromamu yang masih saja memekak di benak
Aku masih seperti ini, merindu sendiri dengan hati-hati
SerbukKopi
Sampai kapan pikiran-pikiran tentang kamu semenarik ini? Nyala rindu tak pernah padam mesti digiring waktu.
SerbukKopi
Temaram senyummu jelas Tersungkur rinduku lepas Mata yang sayu menyiratkan sesuatu Segalamu tak lagi aku..
SerbukKopi
Kita mulai menghitung babak Membiarkan waktu menjadi bidak Menjadi alas atas asa yang tamak Di penghujung malam aku tersentak Terhenyak kala kau tengah mengulur jarak Baumu semerbak wajahmu tak tampak
SerbukKopi
Pada rindu yang tabah; Juni tak pernah seelok belaian tangan Ibu di rambutmu, Juni tetap pelan menyapa mengingatkan kenangan apik menyakitkan.
SerbukKopi
Sesekali biarkan aku rebah. Sebab bila Juni mengganti harinya lagi, dadaku membumbung resah.
SerbukKopi
Kita nyanyian kesunyian yang saling tersekat menguntai kenangan perlahan. Juni malam ini. Sepi tak pernah seburuk ini.
SerbukKopi