kamu bertanya, aku pun bertanya.
kamu kebingungan, akupun jua.
kamu berfikir keras, akupun ikut berfikir.
kamu mengernyitkan dahi, akupun tertawa.
lalu kamu bertanya lagi, dan aku tersenyum.
ribuan kali mungkin kamu berfikir, apa yang membuatmu bisa jatuh hati kepada ku. ribuan tanda tanya yang mau tak mau memenuhi isi kepala mu. sering kali kamu berkata, aku pun bingung, aku pun heran, aku pun takjub dan lain sebagainya.
aku lah seorang wanita yang jauh dari perkiraan wanita impian mu, jauh dari kriteria mu, jauh dari angan-angan mu tapi dapat meluluhkan mu.
ini semua bukan tanpa sebab, sayang.
kamu tahukan, bahwa berulang kali aku mengejarmu? mengejar perhatian mu? mencari cara agar kamu melihat padaku? aku melakukan itu semua hanya agar kamu, menolehkan kepala mu kepada ku, dan melihat bahwa ada aku disini.
tapi itu semua sia-sia. aku kehabisan akal. aku kehabisan cara. dan aku tak suka di tolak. lalu aku berfikir, logika ku mengatakan untuk menyerah padamu, dan mencari pria lain. tapi hatiku, bodohnya dia tetap bersikeras. percayalah, aku bukan mengucapkan penyesalan, hanya saja mengejar seseorang yang jelas mengacuhkan mu itu benar-benar tingkah yang bodoh. seperti tak ada pria yang lain saja!
lalu dengan segala kegundahan ku antara menyudahi atau melanjutkan untuk memperjuangkan mu, aku membaca suatu hal. katakanlah itu sebuah bacaan dakwah atau sebuah motivasi? yang jelas suatu hal itu membuatku berfikir ulang, apa gunanya aku melakukan hal sia-sia sebelumnya. apa guna dari aku mendekati kamu, yang mana hanya sebuah ciptaan, namun lupa mendekati Sang Pencipta?
aku berfikir untuk mulai meletakan cinta ku kepada-Nya. kurasa itu lebih tepat. lebih tidak mengecewakan. dan terasa lebih tentram. dan disaat seperti itu, rasa sedih dan kekecewaan ku sedikit berkurang. aku lebih bisa mengontrol rasa dan diriku.
aku mulai untuk merubah kepribadian ku. mencoba berubah ke hal yang lebih baik. ke hal yang menguntungkan akhirat dan duniaku. walaupun perubahan yang aku lakukan tak lah seberapa, aku mulai memperbaiki dari sisi ibadah ku. yang mana aku tahu pasti sampai sekarang pun masih belum sempurna. tapi aku terus belajar, terus memaksakan diri, terus mendekatkan diri kepada-Nya.
aku ingat, ketika pertama kali aku berhasil mengerjakan sholat lima waktu. aku benar-benar mendapatkan rasa kebahagiaan yang tak tahu asalnya dari mana. rasanya benar-benar damai. menentramkan.
lalu ketika sholat lima waktu ku sempurna, aku mencoba mengerjakan sholat sunnah. aku mengerjakan sunnah sunnah tersebut, dan kelapangan lain yang kudapatkan.
aku juga berdoa untuk masalah jodoh. tapi aku tak meminta dirimu. aku berdoa, tapi bukan nama mu yang kusebut. dan bukan nama siapapun. aku hanya meminta seseorang yang bisa membimbing ku, yang bisa menyelamatkan ku dari segala hal yang sudah terlanjur kacau. dan juga, jikalau aku jatuh hati lagi, semoga hatiku jatuh kepada seseorang yang dapat membuatku semakin dekat dengan-Nya. dan doa ini, salah satu doa yang paling sering ku ulang. ku rapalkan bersama dengan doa doa ku yang lainnya. Â
namun sungguh, ketika tanpa sadar perubahan ku terlihat, tak ada maksud hati untuk mencari perhatian mu. seperti kata orang, aku berubah karna mencari perhatian mu. demi tuhan, aku mendapatkan ketenangan dari-Nya, bukan dari mu.
perhatian-Nya lah yang kucari, bukan perhatian mu.
aku kesal, benar-benar kesal. aku kesal dengan penilaian orang yang menilai ku seperti itu. tapi, untungnya seseorang memberi tahu ku, âcarilah ridho Allah, bukan ridho manusia. jadi jangan dengarkan mereka ya.â
tapi setelah ku fikirkan, mungkin saja ini memang karna mu. karna, jika aku tak merasa kecewa saat itu, mungkin aku tak membaca hal yang menyadarkan ku itu. tapi sungguh, aku berubah karena dan untuk Allah, namun termotivasi dari keadaan. itu saja paling.
lalu seperti biasa kita menjalankan aktifitas. sungguh sulit membuat mu seolah-olah tidak ada ketika dulunya kamu adalah pusat perhatian ku.
tapi sekali lagi, aku mencoba menetralkan perasaan. rasanya, ingin saja aku kembali mengejarmu, tapi takut kekecewaan yang aku hadapi. aku ingin berjuang, tapi bukan mengemis.
lalu, entah bagaimana, perlahan kamu mulai terbuka padaku. mulai meladeni leluconku, mulai melihatku, tidak mengacuhkan ku lagi.
lalu aku berfikir, apa yang membuatmu mulai membuka hati? apa yang membuat hati mu melembut pada ku? hingga bahkan kini dengan mantap dirimu katakan bahwa kamu memiliki niat yang kuat kepadaku.dan ingin meminangku kelak.
aku tak berani mengucapkannya, karna aku tahu, hubungan kita belum lah halal. aku bahkan ketakutan. apakah ini ujian? apakah kedekatan kita saat ini adalah ujian? mungkin saja.
namun, terlintas difikaran ku, bagaimana bahwa Allah lah yang menyentuh hati mu, membuatnya menerima ku tanpa alasan yang jelas, seolah-olah jawaban dari doa-doa ku?
jika benar, maka inilah jawaban dari pertanyaan pertanyaan mu. alasan mengapa aku yang mendapatkan niat tulus mu, atau mengapa hati mu bisa terbuka untuk ku ketika banyak wanita lain yang memperebutkan hatimu, yaitu adalah jawaban dari doa-doaku. harapan dan usahaku.
aku tahu, perjalanan kita masih sangatlah jauh. tujuan dan cita-cita kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mewujudkannya. namun tidaklah masalah, aku akan terus berdoa. dan aku juga berharap kamu berdoa. meminta yang terbaik untuk kita. aku akan terus berdoa, berharap suatu saat kamu bisa menjadi imam ku. seseorang yang dapat membimbingku. serta menjadi seorang ayah yang sempurna bagi anak-anak kita.
namun, jikapun kita tidak sampai ketahap tersebut, aku berharap masing-masing kita dapat mengambil hikmah serta pelajarannya. dapat saling mengikhlaskan dan berbahagia dengan pasangan yang sudah ditentukan-Nya. karna bagaimanapun hebatnya pilihan dan rencana kita, Allah punya kuasa dan dia lebih tahu mana yang terbaik untuk masing-masing umat-Nya.
catatan untuk mu serta diriku; teruslah fokus pada cita-cita kita. teruslah memperbaiki diri. dan terusalah untuk tetap menjaga komitmen serta teruslah berdoa. hasil akhirnya mari kita serahkan kepada-Nya. dan biarkan waktu yang menjawab.